Sukses

Awas, Sering Sauna Berisiko Turunkan Tingkat Kesuburan Pria

Para pria perlu berhati-hati bila senang sauna. Aktivitas yang dianggap menyehatkan ini justru rentan menurunkan tingkat kesuburan pria.

Klikdokter.com, Jakarta Berbagai pusat kebugaran kini dilengkapi oleh fasilitas sauna atau mandi uap. Sehingga, banyak orang bisa bersantai di sauna usai berolahraga, untuk membuat tubuh dan pikiran menjadi lebih rileks. Namun, tersibak kabar mengejutkan bagi para pria, bahwa sering bersauna bisa menurunkan tingkat kesuburan pria.

Manfaat melakukan sauna

Bermandikan uap panas di sauna telah lama dipercaya dapat memberikan berbagai manfaat untuk kesehatan tubuh. Sejak abad pertengahan, mandi uap di dalam sauna sudah menjadi kebiasaan masyarakat di kawasan Eropa. Cuaca di musim dingin yang cukup ekstrem pun menjadikan sauna tempat favorit masyarakat.

Berbagai negara memiliki kebiasaan sauna yang berbeda–beda. Di Finlandia, ruang sauna biasanya dilengkapi dengan pemanas yang bersifat kering, dengan kelembapan yang rendah sekitar 10–20 persen. Sedangkan di Turki, kelembapan di ruangan sauna biasanya lebih tinggi, yakni hampir mencapai 100 persen.

Pada umumnya, sauna dilakukan di dalam ruangan tertutup dengan suhu sekitar 70 –100 derajat Celsius dan biasanya orang menghabiskan waktu sekitar 30 menit di dalam ruang sauna. Aktivitas ini akan meningkatkan suhu kulit, sehingga Anda akan mengeluarkan banyak keringat. Kemudian, denyut jantung akan meningkat, sehingga keseimbangan suhu tubuh dapat terjaga.

Banyak penelitian melaporkan manfaat dari melakukan sauna, di antaranya dapat mengurangi rasa nyeri, menurunkan tingkat stres, menjaga kesehatan jantung, mengurangi gejala asma dan masih banyak lagi.

Meski banyak manfaat kesehatan yang bisa diperoleh dari melakukan sauna, namun beberapa penelitian juga melaporkan dampak sauna terhadap tingkat kesuburan pria.

Dampak sauna terhadap kesuburan pria

Berdasarkan jurnal Human Reproduction pada tahun 2013, penelitian dari University of Padova di Italia melaporkan hasil yang mengejutkan. Terungkap fakta bahwa pria yang rutin melakukan sauna rentan mengalami masalah dengan tingkat kesuburannya.

Dalam penelitian ini, 10 pria diminta untuk melakukan program sauna ala Finlandia, yakni melakukan 2 sesi sauna per minggu selama 3 bulan dengan suhu 80 – 90 derajat Celsius. Masing–masing sesi berdurasi selama 15 menit.

Pada penelitian ini juga diperiksa kadar hormon seks, parameter sperma, struktur DNA sperma, tingkat apoptosis (kematian sel sperma karena adanya paparan dari lingkungan luar) serta ekspresi gen sperma terhadap rangsangan panas dan kurangnya oksigen saat berada di ruang sauna.

Hasilnya, para pria yang rutin melakukan sauna tersebut secara statistik mengalami penurunan jumlah sperma dan tingkat motilitas (pergerakkan) sperma. Selain itu, persentase sperma dengan struktur DNA yang normal juga mengalami penurunan. Meski demikian, tidak terdapat perbedaan pada kadar hormon seks.

Dari hasil tersebut, para peneliti kemudian menyimpulkan bahwa penurunan jumlah sperma dan tingkat motilitas sperma disebabkan oleh adanya paparan stres terhadap panas dan kurangnya oksigen saat melakukan sauna.

Para peneliti menganggap efek ini hanya bersifat sementara dan tingkat kesuburan pria akan  kembali seperti semula setelah 6 bulan kemudian, dengan sperma yang sehat.

Tak hanya sauna, Anda para pria yang rutin berendam air panas dan duduk sambil memangku laptop dalam jangka waktu yang lama juga berisiko menyebabkan penurunan jumlah sperma.

Menyoal kabar seputar efek negatif dari sauna terhadap tingkat kesuburan pria, nyatanya isu ini masih membutuhkan penelitian lebih lanjut, mengingat subjek penelitian yang dilakukan berjumlah sedikit. Untuk meyakinkan, periksakan kondisi Anda ke dokter untuk mengetahui sejauh mana dampak sauna terhadap kesuburan Anda.

[NP/ RVS]

2 Komentar