Sukses

5 Aturan agar Anak Anda Selalu Sehat

Ingin memastikan tumbuh kembang anak Anda optimal sehingga ia selalu sehat? Coba ikuti lima aturan mudah ini!

Klikdokter.com, Jakarta Bagi orang tua, tumbuh kembang anak secara optimal adalah perhatian utama agar bisa melihatnya aktif, lincah, energik, dan tetap sehat. Untuk memastikan hal ini sebetulnya mudah, jika Anda mengikuti aturannya.

Catat dan terapkan lima aturan di bawah ini agar anak selalu sehat secara fisik dan mental. Ingat, anak yang selalu sehat adalah anak yang gembira!

  1. Berikan anak banyak buah dan sayuran

Makan lima porsi buah dan sayuran setiap hari faktanya baik untuk jantung dan membantu melindungi anak terhadap kanker dan mencegah obesitas. Sedini mungkin anak perlu diajari untuk menyukai buah dan sayur. Sediakan buah dan sayur yang bervariasi dan jadilah kreatif dalam mengolahnya agar anak selalu semangat saat melihat ada sayur dan buah yang tersaji di meja makan.

Menurut dr. Dyah Novita Anggraini dari KlikDokter, pada dasarnya berikanlah anak menu harian yang bergizi lengkap dan seimbang untuk meningkatkan daya tahan tubuhnya. Pastikan apa yang ia konsumsi mengandung nutrisi dari karbohidrat, protein, lemak, sayur, dan buah.

  1. Tanamkan kebiasaan mencuci tangan

Sekelompok peneliti dari International Scientific Forum on Home Hygiene, Inggris, melacak transmisi kuman di rumah dan menemukan bahwa tangan adalah sumber nomor satu penyebaran kuman penyebab infeksi. Seseorang dapat memindahkan kuman dari tangan saat menyentuh bagian tubuh lain. Ini diperkirakan terjadi sebanyak 50 kali per jam, apalagi pada usia anak.

“Ajarkan dan biasakan anak untuk rutin mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir. Lakukan kebiasaan ini setiap sebelum makan, sehabis bermain, setelah dari kamar mandi, atau setelah bepergian ke luar rumah,” saran dr. Dyah.

  1. Vaksinasi tepat waktu

Usia bayi, balita, hingga anak perlu mendapatkan vaksin tepat waktu demi meningkatkan sistem kekebalan tubuhnya. Menyimpang dari jadwal yang seharusnya tidak akan menjamin keefektifan, dan penundaan pun juga bisa berkontribusi terhadap lebih banyak efek samping di kemudian hari.

Dikatakan oleh dr. Dyah, mengajak si Kecil untuk melakukan vaksinasi sesuai jadwalnya merupakan salah satu cara untuk melindunginya dari penyakit yang berbahaya. Jika terjadi keterlambatan, segera lakukan imunisasi catch-up dengan berkonsultasi terlebih dulu dengan dokter anak Anda.

  1. Sikat gigi dengan pasta gigi yang mengandung fluoride

Kerusakan gigi ringan dapat memengaruhi kondisi anak dengan menyebabkan rasa sakit, turunnya nafsu makan, hingga tidur yang terganggu. Sedari kecil, ajari dan tanamkan kebiasaan menggosok gigi dengan pasta gigi yang mengandung fluoride atau fluorida.

Meski dianjurkan, menurut drg. Callista Argentina dari KlikDokter, pemakaian pasta gigi ber-fluoride pada anak tidak boleh sembarangan, harus memperhatikan usia anak.

  • Usia 0-2 tahun: disarankan untuk menyikat gigi dengan menggunakan air saja atau Anda bisa berkonsultasi dengan dokter gigi untuk pemberian pasta gigi dengan fluoride. Biasanya, takaran untuk anak usia ini adalah sebesar biji gandum.
  • Usia 3-6 tahun: pada usia ini dianjurkan untuk menggunakan pasta gigi ber-fluoride khusus untuk anak-anak. Takarannya tak boleh lebih dari ukuran biji kacang polong.

Di samping itu, ajari anak untuk menyikat gigi paling tidak dua kali sehari: saat pagi dan malam hari. Pemberian pasta gigi dengan fluoride pada anak perlu diperhatikan oleh pendamping. Pasalnya, ada risiko fluoride yang terteran bisa menyebabkan fluorosis atau bercak berwarna putih di permukaan gigi.

  1. Biasakan tidur secara teratur

Anak-anak yang kurang tidur bisa menjadi hiperaktif dan memiliki performa yang buruk di bangku sekolah. Kurang tidur pada anak-anak juga dapat berdampak pada nafsu makannya. Nafsu makan bisa tak terkontrol sehingga menyebabkan obesitas, atau anak justru kehilangan nafsu makan. Selain itu, penelitian pada populasi dewasa menemukan bahwa kurang tidur akan mengurangi jumlah sel daya tahan tubuh, sehingga tubuh jadi rentan terkena infeksi penyakit. Ini juga berlaku pada anak-anak.

Durasi tidur anak bergantung dari usianya. “Bayi baru lahir membutuhkan 18 jam tidur dalam sehari. Seiring bayi bertambah besar, ia butuh waktu yang lebih sedikit, hingga sekitar 10 jam pada anak usia sekolah,” kata dr. Caessar Pronocitro, M.Sc., Sp.A, dari KlikDokter.

Untuk memastikan masa pertumbuhan dan perkembangan anak secara optimal, pastikan ia mendapatkan nutrisi harian yang dibutuhkan dan ajari ia untuk menyenangi sayur dan buah, tanamkan kebiasaan sehat seperti cuci tangan pakai sabun dan sikat gigi dua kali sehari, vaksinasi tepat waktu, serta pastikan ia berisitarahat secara cukup. Jika ini dilakukan dengan benar, anak akan selalu sehat dan terhindari dari berbagai penyakit.

[RN/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar