Sukses

Gangguan Mata ROP pada Anak

Salah satu gangguan mata yang dapat terjadi pada anak adalah ROP. Simak penjelasan lebih lengkap mengenai ROP pada bayi dan anak-anak.

Saat memasuki usia yang cukup untuk kelahiran, organ tubuh bayi umumnya mulai berfungsi. Hal ini berlaku bagi jaringan retina mata bayi. Buah hati Anda sudah memiliki mata yang dapat berfungsi dengan baik.

Berbeda halnya pada kasus bayi lahir prematur. Ketika kelahiran bayi lebih cepat dari waktu yang normal, maka risiko gangguan mata pada bayi dapat meningkat. Salah satu gangguan mata pada anak yang dapat terjadi adalah retinopathy of prematurity (ROP). 

 

1 dari 4 halaman

Apa Itu ROP?

Gangguan mata memang tak hanya terjadi pada orang dewasa atau usia lanjut. Anak-anak, bahkan bayi sekalipun tak luput dari masalah penglihatan ini.

Terkait dengan bayi lahir prematur, ada kondisi kelainan yang disebut ROP. ROP atau retinopathy of prematurity adalah sebuah kelainan mata akibat pertumbuhan pembuluh darah abnormal pada bagian mata yang sensitif terhadap cahaya, yaitu retina.

Artikel Lainnya: Kenali Gejala Gangguan Penglihatan pada Anak

ROP mata paling sering terjadi pada bayi prematur yang lahir dengan berat badan di bawah rentang normal. Inilah pula yang menjadi alasan dokter menyarankan agar bayi prematur, khususnya yang lahir dengan berat lahir di bawah 1.500 gram, untuk menjalani skrining ROP setiap 1-2 minggu sekali.

2 dari 4 halaman

Apa Penyebab ROP Mata pada Anak?

Gangguan mata ROP merupakan penyakit multifaktorial. Artinya, gangguan mata pada anak ini melibatkan banyak faktor risiko.

Beberapa faktor risiko yang diketahui berhubungan dengan ROP pada bayi, antara lain:

  • Kelahiran prematur.
  • Berat lahir rendah.
  • Infeksi berat.
  • Adanya riwayat gangguan pernapasan.

Meski demikian, dari berbagai faktor tersebut, penyebab ROP mata yang paling signifikan adalah kelahiran prematur dan bayi berat lahir rendah.

Artikel Lainnya: Kenali 5 Gejala Mata Minus pada Anak

Perkembangan mata pada janin umumnya dimulai dari bulan keempat kehamilan. Pada bayi yang lahir lebih awal, proses pembentukan dan pematangan penglihatan ini menjadi lebih pendek. Pembuluh darah pada retina bayi prematur akhirnya tidak berkembang dengan sempurna.

Adapun pembuluh darah tersebut berfungsi untuk memasok oksigen ke mata guna menunjang perkembangan mata. Bayi yang lahir secara prematur dapat mengalami hambatan aliran oksigen ke pembuluh darah yang terdapat pada retina. Inilah yang memicu perkembangan ROP mata.

Gangguan mata pada anak yang satu ini dapat didiagnosis setelah dilakukan pemeriksaan dan evaluasi mata oleh dokter spesialis mata.

Hasil pemeriksaan yang dilakukan tersebut dapat menentukan apakah anak mengalami ROP, penyebab ROP, di mana lokasinya, derajat keparahannya, dan tampilan pembuluh darah retina tersebut.

Artikel Lainnya: Mata Juling pada Anak, Penyebab dan Cara Mengatasinya

3 dari 4 halaman

Bagaimana Menangani Gangguan Mata ROP pada Anak?

Sebelum mengobati ROP pada bayi, perlu didahului pemeriksaan yang menyeluruh. Sebab salah satu faktor yang menentukan adalah derajat keparahan dari ROP itu sendiri. Beberapa pilihan pengobatan ROP yang dapat dijalani, yakni:

  • Operasi laser. Tindakan ini bertujuan untuk menghentikan pertumbuhan pembuluh darah yang tidak normal. Untuk melakukan laser diperlukan waktu 30-45 menit di setiap mata.
  • Perawatan ini mulai dilirik dan dinilai menjanjikan. Akan tetapi, masih perlu penelitian lebih lanjut untuk memastikan tidak ada efek samping jangka panjang.
  • Pengobatan dengan obat-obatan jenis tertentu.
  • Tindakan ini dilakukan apabila terjadi pelepasan lapisan retina. Dokter biasanya merekomendasikan tindakan pembedahan bergantung pada diagnosis.

Gangguan mata ROP tentu dapat meningkatkan risiko terjadinya berbagai komplikasi. Sejumlah komplikasi yang bisa terjadi pada masa kanak-kanak, remaja, atau dewasa, yaitu mata juling, rabun jauh, rabun dekat, atau glaukoma.

Karena itu, penting untuk selalu melakukan skrining atau pemeriksaan ROP pada setiap bayi yang lahir prematur untuk mencegah terjadinya komplikasi tersebut. Itu pula sebabnya, setiap bayi prematur akan disarankan untuk menjalani pemeriksaan mata untuk mendeteksi adanya ROP mata.

Demikian penjelasan mengenai gangguan mata ROP. Masalah penglihatan tak hanya dialami orang dewasa, bayi dan anak pun bisa mengalaminya. Salah satu yang perlu diwaspadai adalah ROP mata. Oleh karena itu, kenali faktor dan risiko penyakit ini.

Apabila Anda memiliki bayi yang lahir prematur, tak ada salahnya untuk berkonsultasi dengan dokter mata untuk mengevaluasi adanya kemungkinan mengalami gangguan mata ROP.

Pertanyaan seputar gangguan mata pada anak bisa Anda tanyakan langsung kepada dokter lewat fitur Live Chat 24 jam di KlikDokter.

[WA]

0 Komentar

Belum ada komentar