Sukses

Paul Allen Pendiri Microsoft Meninggal Akibat Kanker Limfoma

Senin (15/10), Co-founder Microsoft, Paul Allen, mengembuskan napas terakhir di usia 65 tahun akibat kanker limfoma. Penyakit apa itu?

Klikdokter.com, Jakarta Penyakit kanker lagi-lagi merenggut nyawa tokoh kenamaan. Kali ini penyakit mengerikan tersebut telah merenggut pendiri Microsoft sekaligus rekan dari Bill Gates, Paul Allen. Diketahui bahwa Allen mengembuskan napas terakhir pada Senin (15/10) akibat penyakit kanker limfoma.

Dilansir dari CNBC.com, Allen, yang masuk ke dalam daftar orang terkaya di dunia versi Forbes 2018 sebenarnya didiagnosis menderita kanker limfoma sudah cukup lama, yakni sejak 1983. Namun, ia baru mulai melakukan perawatan terhadap penyakitnya pada tahun 2009 silam.

Kanker limfoma perenggut jiwa Paul Allen

Kanker limfoma ialah sebutan lain dari kanker kelenjar getah bening (KGB). Kelenjar tersebut merupakan organ tubuh yang berfungsi menjaga daya tahan serta bereaksi terhadap serangan infeksi dengan cara memproduksi limfosit. Jika ada mutasi genetik pada sel limfosit sehingga membuatnya memperbanyak diri secara tidak terkontrol, hal tersebutlah yang menyebabkan kanker.

Ada dua jenis limfoma, yaitu limfoma Hodgkin dan non-Hodgkin. Sedangkan kanker limfoma yang dialami oleh Paul Allen berjenis limfoma non-Hodgkin.

“Limfoma non-Hodgkin memang lebih sering terjadi dibandingkan limfoma Hodgkin.” kata dr. Theresia Rina Yunita dari KlikDokter.

Untuk di Indonesia sendiri, kejadian kanker limfoma Hodgkin mencapai 1.168 kasus dengan jumlah kematian sebesar 687. Ironisnya, kanker ini diramalkan akan meningkat pada tahun 2020.

1 dari 2 halaman

Kenali faktor risiko kanker limfoma

Menurut dr. Atika dari KlikDokter, kanker limfoma non-Hodgkin umumnya dipicu oleh faktor lingkungan, seperti sering terpapar bahan kimiawi layaknya pestisida, herbisida, pelarut kimia, pengawet kayu, pewarna rambut, terlalu intens terpapar radiasi, hingga kemoterapi.

Akan tetapi, hingga saat ini penyebab pasti dari kanker limfoma itu sendiri belum diketahui. Meski begitu, para ahli punya dugaan kuat bahwa penyakit mengerikan tersebut berhubungan erat dengan kondisi-kondisi di bawah ini:

  • Adanya riwayat keluarga dengan penyakit serupa
  • Perokok aktif maupun pasif
  • Terinfeksi virus Epstein-Barr (EBV), pemicu kanker nasofaring
  • Sedang dalam pengobatan obat imunosupresan
  • Sedang mengidap penyakit autoimun atau HIV/AIDS.

Selain faktor risiko di atas, menurut dr. Atika, mutasi genetik pada sel limfosit juga bisa dipicu oleh beberapa faktor risiko lain, di antaranya:

  • Usia

Kanker limfoma non-Hodgkin lebih sering terjadi pada usia 55 tahun, sementara kanker limfoma Hodgkin lebih sering terjadi pada anak dan dewasa muda.

  • Jenis kelamin

Kanker limfoma lebih sering terjadi pada pria, namun tak menutup kemungkinan untuk terjadi pada wanita.

  • Infeksi virus

Infeksi virus hepatitis C dan Helicobacter pylori disinyalir meningkatkan risiko kanker limfoma.

Gejala kanker limfoma

Kelenjar getah bening tersebar di beberapa lokasi tubuh, seperti leher, ketiak, lipatan paha, tonsil, lima, dan sumsung tulang. Karena itu, kanker limfoma memiliki gejalanya yang juga bervariasi, tergantung dari lokasi kelenjar yang mengalami mutasi genetik.

Namun secara umum, gejala yang ditimbulkan oleh penykait kanker limfoma adalah sebagai berikut:

  • Demam tinggi yang tak kunjung sembuh
  • Mudah lelah dan badan lemas
  • Pembesaran kelenjar pada leher, ketiak, atau lipatan paha
  • Berkeringat di malam hari
  • Berat badan terus menurun tanpa sebab
  • Batuk terus-menerus
  • Sesak napas
  • Kemerahan atau gatal pada kulit
  • Nyeri perut

Jika Anda merasa pernah mengalami atau menemukan gejala-gejala yang mirip seperti di atas, jangan tunda untuk segera memeriksakan diri ke dokter. Tindakan ini bertujuan untuk memastikan gejala tersebut; apakah disebabkan oleh kanker limfoma seperti yang dialami Paul Allen atau penyakit lainnya. Jangan tunggu sampai gejala bertambah parah, atau nyawa yang jadi taruhannya.

[NB/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar