Sukses

Detak Jantung Tidak Teratur? Hati-Hati Demensia Mengintai

Waspada, detak jantung yang tidak beraturan bisa jadi pertanda Anda rentan mengalami demensia. Berikut ini adalah penjelasannya.

Klikdokter.com, Jakarta Anda pernah mengalami detak jantung terasa tidak beraturan? Jangan-jangan Anda terkena demensia. Dilansir dari situs berita Newsweek, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit CDC menyatakan bahwa detak jantung memengaruhi sekitar 2,7-6,1 juta orang di Amerika Serikat.

Disebutkan bahwa detak jantung yang tak beraturan dapat membuat darah terkumpul di jantung dan aliran ke otak pun terhambat, sehingga turut memicu demensia dan stroke.

Pahami kondisi detak jantung tak beraturan

Jantung merupakan salah satu organ paling penting dalam tubuh. Ia memiliki fungsi utama sebagai pemompa aliran darah ke seluruh tubuh.

Berdasarkan penjelasan dari dr. Andika Widyatama dari KlikDokter, frekuensi detak jantung normal untuk anak usia 10 tahun ke atas dan dewasa berkisar 60-100 kali per menit. Namun, detak jantung ini dapat dipengaruhi oleh berbagai macam hal.

Pada beberapa kasus, detak jantung yang tidak normal bisa jadi pertanda penyakit tertentu. Detak jantung tidak beraturan dalam dunia kedokteran dikenal dengan aritmia, gangguan yang dapat mengakibatkan jantung berdetak terlalu cepat (takikardi), terlalu lambat (bradikardi), atau tidak teratur (iregular).

“Sebagian besar kasus aritmia tidak berbahaya, namun beberapa di antaranya dapat menimbulkan komplikasi yang lebih serius dan mengakibatkan kematian. Apabila jantung mengalami gangguan irama, kemungkinan jantung tidak dapat memompa cukup banyak darah ke jaringan tubuh. Akibatnya sel-sel tubuh termasuk otak, ginjal, dan organ lain kekurangan oksigen dan nutrisi,” kata dr. Kartika Mayasari dari KliKDokter.

Pada banyak kasus, detak jantung yang tidak beraturan dapat menandakan gangguan kesehatan lain. Sebuah penelitian menyebutkan bahwa kondisi ini juga dapat dikaitkan dengan demensia. Bagaimana kaitannya?

1 dari 2 halaman

Melihat demensia dari detak jantung

Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Neurology menganalisis data pada 2.685 orang dengan usia rata-rata 73 tahun. Para partisipan tidak mengalami demensia pada awal penelitian, namun 243 di antaranya mengalami fibrilasi atrium, yakni irama jantung yang tidak beraturan dan cepat.

Responden pun menjalani pemeriksaan medis, termasuk tes kemampuan berpikir dan memori. Partisipan berusia 78 tahun atau lebih muda diperiksa kembali setelah enam tahun, sementara partisipan 78 tahun ke atas diperiksa setiap tiga tahun.

Pada akhir penelitian, 279 peserta telah mengalami kelainan detak jantung, sementara 399 lainnya didiagnosis demensia. Ditemukan fakta bahwa pasien dengan fibrilasi atrium 40 persen lebih berisiko mengalami demensia dan penurunan kognitif lebih cepat daripada mereka yang tidak memiliki kelainan detak jantung.

Yuk, hitung detak jantung Anda!

Untuk menghitung frekuensi detak jantung per menit, cara paling mudah adalah dengan perabaan denyut nadi. Berdasarkan pemaparan dr. Andika, begini cara menghitung detak jantung yang tepat:

  • Lakukan dalam kondisi duduk. Pastikan Anda merasa rileks dan santai.
  • Denyut nadi biasanya dapat diraba pada beberapa area tubuh, yaitu pergelangan tangan, siku bagian dalam, dan sisi leher bagian dalam. Namun, perabaan denyut nadi paling mudah dilakukan pada area pergelangan tangan.
  • Jika ingin melakukan perabaan denyut nadi pada pergelangan tangan kiri, tempatkan ujung telunjuk dan jari tengah kanan Anda di sisi dalam pergelangan tangan kiri. Begitu pula jika di tangan sebaliknya.
  • Jika ingin melakukan perabaan denyut nadi pada leher, tempatkan ujung telunjuk dan jari tengah di leher bagian rahang bawah, tepat di sisi batang tenggorokan. Perabaan denyut nadi di siku bagian dalam juga bisa dilakukan dengan menempatkan kedua ujung jari tersebut.
  • Pastikan nadi teraba dengan jelas. Anda bisa mengatur posisi jari sampai nadi benar-benar teraba.
  • Hitung frekuensi denyut nadi yang teraba selama 15 detik secara fokus. Kalikan hasilnya dengan angka 4 untuk mendapatkan hasil frekuensi nadi dalam 1 menit. Tapi ingat, pengalian ini hanya bisa dilakukan bila denyut nadi teraba teratur.

Jadi, sudah normalkah detak jantung Anda? Cobalah untuk memeriksanya secara mandiri untuk mengetahuinya. Jika kesulitan, lakukan pemeriksaan di fasilitas kesehatan untuk memastikannya. Hati-hati, detak jantung yang tak beraturan berisiko menyebabkan demensia. Jadi, sebelum penyakit tersebut mengintai, lakukan pemeriksaan dini agar dapat melakukan penanganan lebih awal.

[NP/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar