Sukses

Mengenal Puasa Intermittent yang Bikin Langsing dan Sehat

Puasa intermittent dapat menjadi salah satu cara untuk menurunkan berat badan dan bahkan menurunkan risiko penyakit.

Klikdokter.com, Jakarta Puasa intermittent atau intermittent fasting adalah metode pengaturan pola makan dengan cara berpuasa selama beberapa waktu. Bedanya dengan puasa Ramadan, Anda masih dapat mengonsumsi minuman saat melakukan diet ini. Tidak ada aturan mengenai apa yang harus Anda makan, karena puasa intermittent lebih menekankan pada pengaturan waktu makan.

Ini adalah beberapa bentuk puasa intermittent yang paling populer: 

  • Metode 5:2

Dalam metode ini, Anda hanya mengonsumsi 500-600 kalori dalam dua hari yang tidak berturut-turut dalam seminggu, tetapi makan secara normal pada 5 hari lainnya.

  • Metode 16:8

Ini merupakan metode yang paling mudah dilakukan. Anda membagi waktu 16 jam berpuasa dan 8 jam untuk makan. Misalnya, jika terakhir makan malam pukul 18.00 maka Anda diperbolehkan makan kembali pada pukul 10.00 keesokan harinya, kemudian dilanjutkan dengan berpuasa hingga 16 jam ke depan.

  • Metode Eat-Stop-Eat

Anda harus melakukan puasa selama 24 jam penuh dan dilakukan 1-2 kali dalam seminggu. Misalnya, jika terakhir makan malam pada pukul 18.00 maka Anda diperbolehkan makan berikutnya pada pukul 18.00 keesokan harinya.

  • Warrior diet

Berpuasa selama 20 jam dan hanya boleh mengonsumsi satu kali makan malam dalam porsi yang cukup besar.

1 dari 3 halaman

Manfaat dari puasa intermittent

Meskipun terasa sulit melakukannya, puasa intermittent perlu dicoba karena ada banyak sekali manfaat di baliknya, seperti:

  • Mengubah fungsi sel, gen, dan hormon

Ketika seseorang berpuasa, tubuhnya akan merangsang perbaikan sel sehingga limbah dari sel akan dibuang. Beberapa gen dan molekul juga bekerja membuat sistem pertahanan tubuh. Selain itu, kadar hormon pertumbuhan meningkat sehingga pembakaran lemak lebih efektif.

  • Menurunkan berat badan dan lingkar perut

Sejumlah studi menunjukkan bahwa puasa intermittent dapat menjadi cara menurunkan berat badan yang efektif. Tapi perhatikan juga, jika Anda makan dalam porsi besar selama periode makan, berat badan mungkin akan sulit turun.

  • Menurunkan risiko diabetes mellitus

Jenis diet ini dapat membuat kadar insulin di dalam tubuh menjadi rendah sehingga gula darah di dalam tubuh juga stabil.

  • Mengurangi stres oksidatif dalam tubuh

Saat berpuasa, sel-sel tubuh bekerja membuang racun di dalam tubuh. Jadi dengan berpuasa, secara tidak langsung Anda turut membatasi masuknya racun ke dalam tubuh.

2 dari 3 halaman

Siapa yang boleh menjalankan puasa intermittent?

Puasa intermittent dapat dilakukan oleh pria dan wanita dewasa. Di awal Anda melakukannya, mungkin Anda akan merasa sangat lapar, lemas, tidak bertenaga, kehilangan konsentrasi, hingga lemas. Namun tak perlu khawatir, karena apabila Anda sudah terbiasa melakukan puasa intermittent, tubuh pun akan beradaptasi dengan baik.

Apabila Anda sedang hamil atau merencanakan kehamilan, mengidap diabetes mellitus, memiliki tekanan darah rendah, sedang dalam pengobatan suatu penyakit tertentu, ataupun punya riwayat gangguan makan, puasa intermittent tidak disarankan. Alangkah baiknya Anda mengonsultasikan diri kepada dokter sebelum memulainya.

Tips puasa intermittent untuk pemula

  • Buatlah jadwal makan dan jam puasa yang sama setiap harinya, sehingga ini akan mempermudah Anda untuk mengingat dan mengontrol makanan yang masuk. Akan lebih baik apabila Anda mengatur jam puasa pada malam hari menjelang tidur.
  • Perbanyak minum air putih agar terhindar dari dehidrasi selama puasa berlangsung.
  • Pastikan pada saat Anda makan, kebutuhan karbohidrat, protein, dan nutrisi yang lain terpenuhi.
  • Mungkin pada awalnya melakukan puasa intermittent akan terasa berat, tapi Anda tidak boleh menyerah begitu saja. Anda dapat menyibukkan diri atau melakukan hobi sehingga pikiran dapat teralihkan.
  • Jangan lupa untuk tetap berolahraga 3 kali seminggu setidaknya 30-40 menit.

Ternyata banyak sekali, ya, manfaat puasa intermittent untuk kesehatan? Bonusnya, Anda bisa mendapatkan berat badan yang ideal. Pastikan tubuh Anda sedang fit jika ingin mencoba puasa intermittent ini. Jangan sampai karena puasa intermittent daya tahan tubuh Anda malah turun. Selamat mencoba!

[RS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar