Sukses

Bosan Makan Nasi? Ganti dengan 4 Karbohidrat Ini

Jenuh dengan nasi bukan berarti Anda tak bisa mencukupi kebutuhan karbohidrat, lho. Ganti saja dengan ini!

Klikdokter.com, Jakarta “Belum makan namanya kalau belum kena nasi.” Ya, kira-kira begitulah kata sebagian masyarakat Indonesia jika ditanya sudah makan atau belum. Padahal, sebelumnya sudah makan kue ukuran besar dan minum segelas susu kocok. Tapi ada pula  kalangan yang malah bosan menyantap nasi untuk dijadikan makanan pokok. Mereka akhirnya mengganti nasi dengan mi, roti, pasta, pokoknya khas makanan luar negeri!

Padahal, Nusantara juga punya sumber karbohidrat lain yang tak kalah lezat dan bergizi. Mencarinya pun tak sulit dan harganya terbilang murah. Nah, ingin tahu apa saja sumber karbohidrat yang dimaksud? Berikut ulasannya.

1. Ubi jalar

Dilansir BBC Good Food, ubi jalar merupakan sayuran akar yang manis. Makanan tersebut memiliki kulit tipis berwarna cokelat dan daging berwarna putih, oranye, ungu, dan kuning. Dan, Anda bisa mengonsumsinya dengan atau tanpa kulit.

Ubi jalar adalah makanan kaya serat yang mengandung berbagai vitamin dan mineral, termasuk besi, kalsium, selenium, vitamin B, dan vitamin C. Ubi jalar juga tinggi kadar antioksidan (beta-karoten), yang bisa diubah oleh tubuh menjadi vitamin Anda dalam sekali makan.

Meski tak ada superfood tunggal yang benar-benar bisa mencegah kanker, namun dengan mengonsumsi makanan berantioksidan seperti ubi, setidaknya dapat mengurangi risiko terkena kanker. Pasalnya, sebuah penelitian melaporkan bahwa kulit ubi, terutama kulit ubi ungu, dapat membantu mengurangi proses oksidasi dalam tubuh.

Sementara itu, ada juga penelitian yang menyebutkan bahwa mengonsumsi daun ubi jalar dapat memberikan perlindungan potensial dari kanker paru-paru. Tak hanya baik untuk mengurangi risiko kanker, ubi jalar juga dapat menjaga kesehatan saluran cerna karena kandungan serat dan fitosterolnya yang tinggi.

2. Singkong

Dikutip dari Livestrong, singkong merupakan makanan yang berasal dari wilayah Brasil, Paraguay, dan juga telah menjadi makanan pokok di Indonesia, Thailand, serta sebagian Afrika. Akarnya mengandung pati dan singkongnya sendiri bisa memenuhi kebutuhan energi harian Anda. Nah, yang perlu Anda ketahui, Anda harus memasak singkong terlebih dahulu sebelum dimakan agar tidak keracunan glukosida sianogenik.

Sama seperti ubi, singkong juga kaya akan serat yang tak hanya bagus untuk pencernaan, tetapi juga untuk menurunkan tekanan darah, mengurangi kadar kolesterol, mengontrol kadar gula darah, dan menekan risiko obesitas.

Tak hanya itu, singkong juga mengandung magnesium, tembaga, vitamin C, dan folat yang masing-masing sangat bermanfaat untuk kesehatan tubuh. Magnesium dapat menurunkan tekanan darah dan mengurangi risiko osteoporosis, sedangkan kandungan tembaga dapat menyehatkan fungsi saraf.

Folat pada singkong bisa melindungi Anda dari kanker usus besar dan mengurangi risiko komplikasi kehamilan. Sedangkan kandungan vitamin C yang tinggi pada singkong dapat meningkatkan daya tahan tubuh Anda.

1 dari 3 halaman

Selanjutnya

3. Talas

Anda termasuk penggemar minuman manis dengan perasa taro (talas)? Jika iya, lebih baik Anda mengonsumsi talas sungguhan ketimbang hanya perasa artifisial. Nah, dilansir Livestrong, talas itu sendiri telah menjadi pokok diet Polinesia selama lebih dari seribu tahun, sedangkan daunnya yang berbentuk hati (lu’au) dijadikan inspirasi untuk perayaan di Hawaii.

Sama dengan singkong, sangat dianjurkan untuk mengonsumsi talas dalam keadaan sudah dimasak karena talas mentah mengandung kalsium oksalat yang beracun. Dari segi nutrisi juga tak jauh berbeda. Hanya saja, talas mengandung potasium yang lebih banyak ketimbang singkong.

Dalam satu porsi talas yang dimasak, setidaknya mengandung 639 mg potasium yang dapat membantu mengontrol tekanan darah. Sedangkan, dalam sehari Anda disarankan untuk mencukup kebutuhan potasium sebanyak 4.700. Itu berarti, satu talas matang sudah mencukupi kebutuhan potasium sebanyak 13 persen.

Namun, Anda harus berkonsultasi dulu kepada dokter sebelum makan talas terlalu banyak. Ini karena seiring bertambahnya usia, ginjal tidak dapat mengeluarkan zat tersebut dari darah Anda seefisien saat Anda masih muda.

2 dari 3 halaman

Selanjutnya

4. Sukun

Mungkin bagi sebagian orang, buah sukun masih terdengar asing. Sukun, atau Artocarpus altilis, adalah jenis buah yang tumbuh di pohon-pohon iklim tropis, termasuk daerah India Selatan dan Amerika Tengah. Tak seperti singkong dan talas, sukun bisa dimakan mentah ataupun dimasak dan juga dapat digiling menjadi tepung.

Sukun kaya akan karbohidrat, serat, dan potasium. Selain itu, sukun mengandung lemak dan protein yang rendah sehingga tidak memberatkan hati dan ginjal dalam mencerna. Namun, jangan menggoreng sukun dan mencampurkannya dengan mentega atau gula. Sebab, itu bisa meningkatkan kadar lemaknya. Lebih baik, kukus atau rebus sukun jika ingin mengolahnya.

Nah, itulah 4 sumber karbohidrat yang bisa dijadikan opsi alternatif selain nasi untuk mencukupi kebutuhan karbohidrat Anda. Ingat, meskipun keempat makanan di atas sering dijumpai pada gerobak penjual gorengan, lebih baik Anda mengolahnya sendiri di rumah dengan cara direbus atau dikukus supaya nutrisinya tidak hilang. Yuk, mulai sekarang tambah perbendaharaan sumber karbohidrat Anda, dan Selamat Hari Pangan Sedunia!

[RS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar