Sukses

5 Gejala Fisik Anda Mengalami Gangguan Kecemasan

Hati-hati, gangguan kecemasan ternyata juga bisa berdampak pada fisik Anda. Simak beberapa gejalanya di bawah ini.

Klikdokter.com, Jakarta Gangguan kecemasan bisa datang menyerang saat Anda merasa grogi, gugup, gelisah, khawatir atau takut. Setiap orang pasti pernah merasa cemas di beberapa titik dalam hidupnya. Namun, bagi sebagian orang, perasaan ini bisa berlangsung terus-menerus.

Ketika perasaan tersebut muncul terus-menerus bahkan sampai mengganggu aktivitas, hal tersebut perlu diwaspadai.  Bisa jadi, rasa cemas Anda telah berubah menjadi hal yang lebih kompleks lagi, yakni gangguan kecemasan.

“Kecemasan dalam kadar yang sedikit belum terlalu mengkhawatirkan, misalnya ketika Anda cemas sebelum ujian. Hal itu akan membuat Anda lebih waspada, sehingga dapat memperbaiki performa. Tetapi, kecemasan tingkat tinggi akan membuat Anda lelah dan sulit berkonsentrasi,” kata dr. Fiona Amelia dari KlikDokter.

Lebih lanjut, dr. Fiona menjelaskan bahwa gangguan cemas mencakup beberapa kondisi, yaitu:

  • Gangguan cemas menyeluruh
  • Gangguan panik
  • Fobia (agorafobia/fobia keramaian atau klaustrofobia/fobia ruang tertutup)
  • Gangguan stres pasca trauma
  • Gangguan cemas sosial (fobia sosial)
  • Gangguan kepribadian obsesif kompulsif.

Tanda Anda mengalami gangguan kecemasan

Dari berbagai dampak buruk gangguan kecemasan di atas, Anda perlu lebih waspada dengan bahaya yang mungkin terjadi akibat terlalu cemas. Berikut ini adalah berbagai gejala fisik yang menandakan Anda mengalami gangguan kecemasan:

1. Jantung berdetak kencang

Menurut National Institute of Mental Health (NIMH), jantung berdetak kencang menandakan kondisi kecemasan. Ketika Anda merasa tertekan, tubuh akan menghasilkan hormon seperti adrenalin dan kortisol, sehingga reseptor dalam hati Anda bereaksi mempercepat detak jantung.

Selain itu, kondisi cemas yang berlebihan memungkinkan Anda untuk memompa lebih banyak darah ke otot-otot besar. Akibatnya, detak jantung semakin kencang dan membuat Anda merasa lebih gugup hingga bertindak di luar kontrol.

2. Sesak napas

Darah mengedarkan oksigen di dalam tubuh. Respons stres konon dapat meningkatkan kecepatan aliran darah ke seluruh tubuh, sehingga Anda bernapas lebih cepat dan membutuhkan lebih banyak oksigen. Kondisi ini dikenal sebagai hiperventilasi.

Keseimbangan antara oksigen dan karbon dioksida yang berantakan akan menyebabkan peningkatan gejala kecemasan. Cobalah untuk bernapas secara perlahan untuk mengatasinya.

3. Merasa lelah terus-menerus

Rasa lelah yang terus-menerus adalah tanda umum gangguan kecemasan. Faktanya, hormon stres dapat membuat kondisi tubuh menjadi lebih tegang, sehingga menyebabkan kelelahan. Kendati demikian, kelelahan ini juga dapat berdampak pada gangguan tidur.

4. Tubuh gemetar dan mudah kaget

Gemetar dan mudah kaget bisa menjadi efek dari gangguan kecemasan. Kondisi tubuh yang terus merasa waspada ini juga bisa menjadi penyebab Anda mudah kaget, sekalipun hanya dicolek pelan oleh seorang teman dari belakang.

5. Mudah sakit

Beberapa orang cenderung lebih sering sakit saat mengalami gangguan kecemasan. Sebab, pada kondisi ini, sistem kekebalan tubuh Anda juga tidak dapat berfungsi dengan baik.

Artinya, Anda akan lebih rentan terkena pilek, meskipun banyak faktor lain yang ikut memengaruhi, misalnya seberapa kuat sistem kekebalan tubuh Anda secara umum dan sejauh mana Anda menjaga kebersihan tangan.

Gangguan kecemasan akan sangat mengganggu aktivitas Anda. Oleh sebab itu, waspada gangguan kecemasan dengan mengenali gejala fisik yang mungkin terjadi pada tubuh Anda. Jika Anda mengalami berbagai tanda di atas, segera konsultasikan kondisi Anda dengan dokter, sebelum gejala yang Anda rasakan kian memburuk dari hari ke hari.

[NP/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar