Sukses

Kenapa Bayi Bisa Muntah Saat Teething?

Teething atau proses tumbuh gigi pada bayi bisa menyebabkan terjadinya keluhan muntah. Mengapa demikian? Cari tahu di sini.

Klikdokter.com, Jakarta Teething merupakan proses alamiah yang dialami oleh setiap bayi. Keadaan ini terjadi ketika gigi pertama bayi mulai tumbuh, biasanya pada usia 6–12 bulan.

Pada proses teething, kedua gigi bagian depan pada rahang bawah biasanya yang pertama kali muncul, baru kemudian diikuti gigi lainnya. Akibat peristiwa ini, si Kecil akan mengeluhkan berbagai gejala. Menurut penelitian yang dipublikasikan di jurnal American Academy of Pediactrics tahun 2016, gejala teething yang terjadi antara usia 6–16 bulan adalah sebagai berikut:

  • Bayi mengunyah benda-benda
  • Rewel dan sering menangis
  • Gelisah dan susah tidur
  • Lebih sering ngiler
  • Gusi kemerahan, bengkak dan nyeri
  • Peningkatan suhu badan (tidak melebihi 38 derajat celcius)

Tak sebatas itu, bayi yang sedang dalam masa teething juga bisa mengalami keluhan muntah. Hal ini menandakan bahwa ada suatu peristiwa yang sedang dialami bayi selain teething.

Sebagaimana studi yang dipublikasikan di Pediatrics in Review, teething membuat si Kecil lebih rentan tehadap penyakit. Kekebalan pasif yang ada pada dirinya juga sudah mulai menurun, sehingga lebih rentan mengalami muntah akibat adanya infeksi bakteri, virus, atau alergi.

Untungnya, sebagian besar kasus muntah pada bayi saat teething dapat sembuh dengan sendirinya. Namun untuk hal ini, pastikan bayi Anda mendapatkan pasokan cairan yang memadai, cukup istirahat, serta selalu mengonsumsi makanan sehat dan bergizi seimbang.

Akan tetapi, Anda harus segera membawa si Kecil ke dokter, khususnya saat mengalami keluhan-keluhan di bawah ini:

  • Demam tinggi
  • Ruam pada kulit
  • Tidak mau minum
  • Anak sangat gelisah dan rewel
  • Terlihat sesak napas
  • Mulut kering, buang air kecil lebih jarang, air mata mengering
  • Lebih sering tidur atau kurang aktif
  • Perut terlihat bengkak
  • Muntah menetap lebih dari 12 jam
  • Muntah memancar.

Setelah ke dokter dan mendapatkan obat yang tepat, pastikan Anda memberikan obat-obatan tersebut sesuai anjuran. Di samping pemberian obat, Anda juga bisa melakukan tindakan ini agar proses penyembuhan dan teething berjalan dengan lebih optimal:

  • Pijatan lembut

Dengan menggunakan jari tangan yang bersih atau kassa lembap, berikan pijatan lembut pada gusi bayi untuk mengurangi nyeri, rasa tidak nyaman, dan gusi yang bengkak.

  • Kompres dingin

Aplikasikan kompres dingin, sendok dingin, atau teether dingin pada gusi bayi. Hindari penggunaan suhu yang terlalu dingin atau beku, karena dapat membuat bayi tidak nyaman.

  • Makanan padat dingin

Bayi yang diberikan makanan padat dingin akan merasakan intensitas nyeri yang lebih sedikit. Karenanya, berikan si Kecil potongan makanan yang dingin seperti ketimun atau wortel agar bisa dikunyah. Pastikan ukuran makanan yang Anda berikan tidak terlalu kecil atau besar, untuk menghindari risiko tersedak.

Teething menjadi suatu periode berat yang harus dilewati bayi. Pastikan Anda selalu mendampingi, menjaga, dan memantau setiap prosesnya agar si Kecil bisa melewatinya dengan mudah. Jangan ragu bila ingin berkonsultasi lebih lanjut pada dokter, apalagi bila si Kecil mengalami keluhan muntah atau lainnya selama teething.

[NB/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar