Sukses

Anda Takut Boneka? Bisa Jadi Ini Sebabnya

Boneka yang lucu bisa terlihat sangat menakutkan bagi golongan orang tertentu. Tahukah Anda mengapa bisa demikian? Cari tahu di sini.

Klikdokter.com, Jakarta Rasa takut dapat terjadi pada siapa saja dan terhadap apa saja. Tak melulu mengenai hantu, karena sebagian orang juga punya rasa takut terhadap hal-hal yang sebenarnya lucu,  misalnya boneka. Ya, takut saat melihat boneka. Apakah Anda salah satu yang mengalami kondisi ini?

Jika memang memiliki rasa takut terhadap boneka, Anda tidak sendiri. Tidak sedikit orang mengalami hal tersebut. Itu karena boneka kerap dianggap oleh sebagian orang sebagai mainan yang identik dengan unsur kengerian, karena betuknya merupakan jelmaan dari makhluk hidup.

Di sisi lain. menurut peneliti dari UCLA, Kate Wolitzky-Taylor, rasa takut terhadap boneka bisa saja muncul jika Anda sering melihat film yang isinya tentang boneka jahat yang menyebabkan kengerian atau kematian.

 “Siapapun yang telah melihat salah satu dari banyak film-film horor seperti Annabelle atau Chucky pasti akan membayangkan nuansa mencekam ketika melihat boneka,” katanya.

Untungnya, rasa takut tersebut tidak tergolong sebagai fobia. Hal ini dibuktikan melalui sebuah studi yang mensurvei lebih dari 1.000 orang terkait rasa takut dan boneka. Tim peneliti menemukan hasil bahwa ketakutan terhadap boneka tidak bisa digolongkan sebagai fobia (pedofobia). Pasalnya, untuk sampai pada tahap pedofobia, seseorang harus benar-benar merasakan kengerian ekstrem yang berdampak pada kondisi fisik dan psikisnya.

Sekilas tentang fobia

Menurut dr. Rio Aditya dari KlikDokter, fobia biasanya muncul sekalipun sumber ketakutan tidak berada di hadapannya. Kondisi ini dapat menetap sampai bertahun-tahun.

“Fobia biasanya muncul saat usia anak-anak atau remaja dan berlanjut sampai usia dewasa,” kata dr. Rio.

Lebih lanjut, dr. Rio menjelaskan bahwa fobia bisa memberikan beberapa gejala berikut ini:

  • Perasaan cemas, takut, atau panik yang tidak terkontrol saat terpapar dengan sumber ketakutan.
  • Melakukan berbagai cara untuk dapat menghindari sumber ketakutan.
  • Reaksi fisik dan psikis berupa berkeringat, denyut jantung meningkat atau berdebar-debar, sesak napas, mual, badan gemetar, dan perasaan panik atau cemas yang menetap.
  • Pada fobia berat, dapat menyebabkan gangguan pada aktivitas sehari-hari.

Tips taklukkan fobia dan rasa ketakutan lainnya

Tidak semua rasa takut atau fobia membutuhkan terapi. Namun, jika hal tersebut sampai memengaruhi aktivitas Anda sehari-sehari, ada beberapa jenis terapi yang dapat membantu Anda keluar dari situasi yang sedang dihadapi.

“Beberapa fobia dapat diterapi dengan diberikan paparan secara bertahap terhadap sumber ketakutan. Hal ini dilakukan dengan tujuan desentisisasi, yaitu menghilangkan suatu emosi yang kompleks,” ujar dr. Dina Kusumawardhani kepada KlikDokter.

Di samping itu, seseorang yang sering ketakutan atau punya fobia juga perlu melakukan konseling, psikoterapi, dan cognitive behavioural therapy (CBT). Mereka pun harus mengonsumsi obat khusus yang diberikan dokter sesuai dengan dosis yang tertera, apalagi bila rasa takut atau fobia yang terjadi sudah tergolong akut.

Jangan biarkan rasa takut terhadap suatu hal – termasuk boneka - terus menyelimuti diri Anda. Segera lakukan upaya agar keadaan tersebut tidak berlanjut dan berubah menjadi fobia. Jangan sungkan untuk berkonsultasi lebih lanjut pada dokter atau psikiater, apalagi jika rasa takut terhadap boneka sudah benar-benar menguasai Anda.

[NB/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar