Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Penyebab Jantung Berdebar saat Hamil Tua dan Cara Mengatasinya

Penyebab Jantung Berdebar saat Hamil Tua dan Cara Mengatasinya

Jantung berdebar saat hamil tua menjadi salah satu kondisi yang sering tidak terhindarkan. Jangan langsung panik, lebih baik lakukan ini untuk mengatasinya.

Kehamilan memang membawa banyak perubahan pada tubuh wanita. Dari segi fisik, Anda mungkin sudah lumrah dengan kondisi perut ibu hamil yang bertambah besar seiring usia. 

Lantas, bagaimana dengan perubahan lainnya? Dalam hal ini, ibu hamil juga mengalami perubahan fungsi organ di dalam tubuhnya. Hal ini terjadi sepanjang kehamilan dan mencapai puncaknya saat hamil tua.

Adanya perubahan fungsi pada organ dalam wanita hamil bisa saja menyebabkan berbagai kondisi medis, salah satunya jantung berdebar saat hamil.

Artikel Lainnya: Kenali PPCM, Penyakit Jantung pada Ibu Hamil

1 dari 3 halaman

Penyebab Jantung Berdebar saat hamil Tua

Jantung berdebar saat hamil tua bisa terjadi secara normal sehingga tidak berbahaya bagi keselamatan. Beberapa penyebab jantung berdebar saat hamil tua yang dianggap normal, yaitu:

  1. Efek Hormon Progesteron

Jantung berdebar saat hamil tua bisa terjadi akibat pengaruh hormon progesteron. Kondisi ini terjadi pada kehamilan usia 28-32 minggu.

Perlu diketahui bahwa hormon progesteron memengaruhi kinerja jantung, agar aliran darah di dalam tubuh ibu dapat pula mencukupi kebutuhan janin di dalam kandungan.

  1. Peningkatan Volume Darah Dalam Tubuh

Saat Anda memasuki trimester ketiga, sekitar 20% darah dari tubuh akan menuju ke rahim. Hal ini membuat tubuh membutuhkan pasokan darah ekstra.

Oleh sebab itu, jantung harus memompa lebih cepat untuk meningkatkan suplai darah tersebut. Sehingga, janin dalam kandungan dapat tumbuh dan berkembang dengan baik. Akibatnya, denyut jantung Anda bisa meningkat bahkan bertambah hingga 10-20 denyut per menit.

Artikel Lainnya: Meghan Markle Hamil Trimester Akhir, Ini Olahraga yang Cocok

Selain dua kondisi tersebut, jantung berdebar saat hamil tua juga bisa disebabkan oleh hal-hal berbahaya dan perlu diwaspadai. Beberapa penyebab jantung berdebar saat hamil tua yang perlu diwaspadai, antara lain:

  1. Konsumsi Kafein Secara Berlebihan

Pada kasus tertentu, jantung berdebar saat hamil tua juga bisa disebabkan oleh konsumsi kafein yang berlebihan. Meski tak minum kopi, jangan pikir Anda tidak terpapar kafein. Sebab, kafein ini juga terkandung di dalam cokelat, soda, dan teh. 

Kondisi ini perlu diwaspadai. Pasalnya, asupan kafein berlebih pada ibu hamil tidak hanya menyebabkan jantung berdebar cepat, tapi juga dapat meningkatkan risiko terjadinya berat bayi lahir rendah (BBLR) dan/atau keguguran.

  1. Stres dan Cemas

Pengelolaan stres yang baik sangat diperlukan di masa kehamilan. Sebab, gangguan kecemasan atau stres juga dapat menurunkan kesehatan kehamilan dan memicu jantung berdebar.

Jika stres dan cemas pada ibu hamil tidak kunjung diatasi, bayi akan mengalami gangguan tumbuh kembang. Selain itu, kafein tersebut juga bisa meningkatkan risiko BBLR dan persalinan prematur.

Artikel Lainnya: Ibu Hamil Trimester Akhir Sering Diare, Normalkah?

2 dari 3 halaman

Lakukan Ini saat Jantung Berdebar

Bagaimana cara mengatasi jantung berdebar saat hamil? Jika kondisi tersebut tidak menyebabkan gejala parah dan bukan akibat dari adanya kondisi serius, dokter mungkin tidak akan merekomendasikan perawatan apa pun. Sebab, kondisi ini umumnya akan berhenti atau hilang setelah bayi dilahirkan.

Akan tetapi, jika Anda sering mengalami jantung berdebar, lakukan pemeriksaan antenatal lebih sering. Jika muncul gejala di bawah ini, Anda harus segera berkunjung ke dokter tanpa perlu menunggu hingga waktu pemeriksaan berikutnya:

  • Kesulitan bernapas
  • Nyeri dada
  • Batuk darah
  • Denyut nadi tidak teratur
  • Detak jantung sangat cepat
  • Napas pendek, dengan atau tanpa aktivitas

Apakah ada obat yang perlu dikonsumsi untuk mengatasi jantung berdebar saat hamil tua? Memang, terdapat obat-obatan yang bisa dikonsumsi untuk mengurangi kondisi tersebut. Namun, dokter tidak akan meresepkannya, terutama pada trimester pertama, di mana janin tengah berada pada fase pertumbuhan.

Pada kondisi khusus, dokter dapat menyarankan prosedur yang disebut cardioversion. Prosedur ini akan melibatkan pemberian arus listrik secara berjangka ke jantung untuk mengembalikan denyut ke batas normal. 

Jantung ibu hamil berdebar yang terjadi di usia kehamilan tua memang tidak melulu menjadi pertanda akan adanya sesuatu yang berbahaya. Namun, Anda diminta untuk tetap waspada dan tidak menunda untuk berobat ke dokter, khususnya jika mengalami keluhan jantung berdebar yang disertai dengan gejala-gejala berat. 

Jika Anda mengalami jantung berdebar saat hamil tua dan sulit membedakan gejala yang bahaya/tidak, jangan sungkan untuk bertanya pada dokter melalui Live Chat 24 jam di aplikasi KlikDokter.

(NB)

 

0 Komentar

Belum ada komentar