Sukses

Mengapa Jantung Berdebar Saat Hamil Tua?

Saat hamil tua, mungkin Anda akan merasa jantung berdebar bahkan bisa lebih cepat dari biasanya. Ketahui penyebabnya di bawah ini.

Klikdokter.com, Jakarta Kehamilan memang membawa banyak perubahan. Secara fisik, perut ibu hamil akan semakin membesar. Namun, ada beberapa kondisi tak terlihat yang dialami oleh wanita hamil, terutama saat hamil tua. Jantung bisa berdebar secara tiba-tiba, bahkan dalam kecepatan yang berbeda dari biasanya.

Dilansir dari situs ibu dan anak Babyologist, keluhan jantung berdebar ini kerap terjadi, padahal ibu hamil tidak merasa sakit dan tidak memiliki penyakit jantung. Secara umum, dijelaskan bahwa kondisi ini merupakan proses yang normal terjadi di masa kehamilan.

Meski demikian, kondisi tersebut juga bisa menandakan adanya penyakit lain. Oleh sebab itu, ketahui berbagai penyebab jantung berdebar pada ibu hamil yang mungkin ada. Berikut ini adalah di antaranya:

1. Efek hormon progesteron

Dijelaskan oleh dr. Grace Valentine, Sp.OG, kepada KlikDokter, jantung berdebar saat hamil tak perlu dikhawatirkan. Hal ini umum terjadi pada kehamilan usia 28-32 minggu.

Penyebab pastinya memang belum diketahui, namun menurutnya jantung berdebar disebabkan oleh efek hormon progesteron pada otot jantung agar dapat mencukupi alitan darah ibu hamil dan janin di dalam kandungan.

2. Peningkatan volume darah dalam tubuh

Melansir situs kesehatan Healthline, saat Anda memasuki trimester ketiga, sekitar 20 persen darah dari tubuh akan menuju ke rahim, sehingga tubuh membutuhkan darah ekstra.

Oleh sebab itu, jantung harus memompa lebih cepat untuk meningkatkan suplai darah tersebut, sehingga janin dalam kandungan dapat tumbuh dan berkembang dengan baik. Akibatnya, denyut jantung Anda bahkan bisa meningkat 10-20 denyut tambahan per menit.

3. Konsumsi kafein secara berlebihan

Menurut dr. Grace, pada kasus tertentu, jantung berdebar saat hamil juga bisa disebabkan oleh konsumsi kafein yang berlebihan. Meski Anda tak minum kopi, jangan pikir Anda tidak terpapar kafein. Sebab, zat ini juga terkandung di dalam cokelat, soda yang biasa digunakan dalam minuman kekinian, dan teh.

4. Stres dan cemas

Pengelolaan stres yang baik sangat diperlukan di masa kehamilan. Sebab, gangguan kecemasan atau stres juga dapat menurunkan kesehatan kehamilan Anda dan memicu jantung berdebar.

“Bila Anda mengalami situasi yang membuat stres, cobalah untuk melakukan latihan pernapasan untuk membantu Anda dapat merasa relaks kembali. Selain itu, yoga atau pijat prenatal juga akan sangat membantu. Jangan lupa konsultasikan dahulu hal ini dengan dokter kandungan dan kebidadan Anda,” terang dr. Grace.

1 dari 2 halaman

Lakukan ini saat jantung berdebar

Jika jantung berdebar tidak menyebabkan gejala parah dan bukan akibat dari adanya kondisi serius, dokter Anda mungkin tidak akan merekomendasikan perawatan apa pun. Sebab, sering kali kondisi ini akan berhenti atau hilang setelah si Kecil dilahirkan.

Memang terdapat obat-obatan yang bisa dikonsumsi untuk mengurangi kondisi tersebut. Namun, menurut situs Medical News Today, dokter tidak akan meresepkannya, terutama pada trimester pertama, dimana janin tengah berada pada fase pertumbuhan.

Pada kondisi khusus, dokter dapat menyarankan prosedur yang disebut cardioversion. Hal ini seperti dijelaskan pada situs kesehatan Healthline. Pada prosedur ini akan melibatkan pemberian arus listrik secara berjangka ke jantung untuk mengembalikan denyut jantung ke batas normal. Hal ini masih aman dilakukan pada masa kehamilan.

Jantung berdebar saat hamil tua tak perlu Anda cemaskan. Seperti yang telah dijelaskan di atas, hal ini adalah kondisi normal yang akan dialami setiap ibu hamil. Namun, bila denyut jantung disertai dengan keluhan lain seperti sesak napas atau gangguan kesehatan lainnya, segera konsultasikan dengan dokter Anda untuk ditemukan penyebabnya, dan penanganan dini dapat dilakukan. Baca artikel sejenis di sini.

[RVS]

 

0 Komentar

Belum ada komentar