Sukses

7 Mitos dan Fakta tentang Kanker Paru

Kanker paru tak hanya menyerang perokok, lho. Ini fakta lainnya seputar kanker paru yang perlu Anda tahu.

Klikdokter.com, Jakarta Ada dua sosok yang menghiasi berita tentang kanker paru belakangan ini, yakni  Sutopo Purwo Nugroho dan Nita Octobijanthy. Sutopo Purwo Nugroho merupakan Kepala Pusat Data, Informasi dan Hubungan Masyarakat  BNBP yang didiagnosis terkena kanker paru Stadium IV. Sedangkan Nita Octobijanthy yang meninggal akibat kanker paru pada Selasa (9/10) lalu, adalah istri dari Indro “Warkop”.

Menurut informasi, Sutopo sempat kaget ketika mendengar vonis tersebut karena ia merasa bukan perokok dan memiliki pola makan sehat. Kasus yang terjadi padanya memberikan kita fakta (sekaligus peringatan) bahwa kanker paru tidak pernah pandang bulu: ia bisa mengintai siapa pun orang, dari berbagai latar belakang dan gaya hidup.

Ada banyak sekali fakta penting seputar kanker paru yang tak diketahui orang di luar sana. Ditambah, mitos-mitos menyesatkan yang masih berkembang di telinga masyarakat. Misalnya saja, tak sedikit orang yang meyakini bahwa merokok adalah satu-satunya faktor risiko kanker paru. Faktanya, wanita yang tidak merokok lebih cenderung untuk terkena penyakit ini.

Berikut adalah mitos dan fakta tentang kanker paru yang perlu Anda tahu, seperti dilansir Verywell Health:

  1. Mitos: Hanya perokok yang terserang kanker paru

Kanker paru umumnya terjadi pada mantan perokok, dan sekitar 20% wanita yang terdiagnosis ternyata tidak pernah merokok sama sekali. Gejala kanker paru pada nonperokok juga biasanya berbeda dari mereka yang merokok. 

  1. Mitos: Lebih banyak wanita yang meninggal karena kanker payudara ketimbang kanker paru

Kanker payudara memang lebih umum dibanding kanker paru. Tapi sebenarnya, lebih banyak wanita yang meninggal akibat kanker paru setiap tahunnya dibandingkan  akibat kanker payudara.

  1. Mitos: Kanker paru tidak dapat dicegah

Tidak benar sama sekali. Diet sehat dan olahraga dapat menurunkan risiko terjadinya kanker paru.

  1. Mitos: Jika saya sudah memiliki kanker paru, percuma berhenti merokok

Berhenti merokok tetap pilihan yang penting. Tingkat kesembuhan pada mereka yang berhenti merokok lebih tinggi dari mereka yang terus merokok. Selain itu, merokok juga dapat mengganggu keefektifan beberapa jenis kemoterapi dan obat-obatan.

  1. Mitos: Kanker paru hanya menyerang orang yang sudah tua

Kanker paru memang lebih sering menyerang orang yang sudah tua, tapi bisa juga terjadi pada mereka yang masih muda dan bahkan anak-anak. Faktanya, kasus kanker paru meningkat pada kalangan muda yang bukan perokok.

  1. Mitos: Operasi akan membuat kanker paru menyebar

Ini kepercayaan yang umum sekali, terutama di kalangan orang Afrika Amerika. Mereka meyakini bahwa jika kanker paru terekspos ke udara maka dapat menyebar, dan karena itu, operasi dianggap berbahaya. Padahal operasi tidak akan menyebabkan kanker paru menyebar, dan pada stadium awal, justru dapat memberikan kesempatan untuk menyembuhkan penyakit.

  1. Mitos: Kanker paru tidak bisa disembuhkan

Tergantung stadiumnya. Jika ditemukan pada stadium awal, pengembangan sel-sel kankernya masih bisa ditekan sehingga angka harapan hidup pasien masih tinggi. Sementara kanker paru stadium IV tidak dapat disembuhkan. Penanganannya hanya didesain untuk mengoptimalkan kualitas hidup pasien dan mengurangi gejala.

Beberapa mitos tentang kanker paru bisa membahayakan, karena terkadang membuai orang untuk tidak mewaspadai diri dan lalai memeriksakan kesehatan. Apalagi banyak orang menganggap rokok sebagai satu-satunya biang keladi penyakit ini. Ingat, perokok maupun nonperokok sama-sama memiliki risiko untuk terkena kanker paru. Jadi, kenalilah gejala dan faktor risiko dari penyakit ini agar bisa dicegah sekaligus ditangani sejak dini.

[RS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar