Sukses

4 Tips Sederhana untuk Hindari Pelecehan Seksual

Kasus pelecehan seksual semakin marak terjadi. Lindungi diri Anda dari predator seksual dengan cara sederhana berikut ini.

Klikdokter.com, Jakarta Kasus pelecehan seksual kembali muncul ke permukaan. Kali ini yang jadi korban adalah seorang wanita yang diteror oleh pengemudi transportasi online. Kasus ini terungkap lewat cuitan pengguna twitter yang menceritakan bahwa sang rekan baru saja dipaksa berciuman oleh pengemudi transportasi online yang membawanya.

Berbicara tentang pelecehan seksual, setiap orang—khususnya wanita—tak lepas dari intaian para predator seksual yang berkeliaran bebas. Mengutip pernyataan dr. Resthie Rachmanta Putri dari KlikDokter, Komnas Perempuan bahkan menemukan bahwa setiap hari ada sekitar 35 wanita di Indonesia yang menjadi korban pelecehan seksual.

“Pelecehan seksual harus disikapi dengan serius. Tindakan ini bukan hanya menimbulkan rasa tidak nyaman, tapi juga membuat korban rentan mengalami berbagai gangguan psikis,” kata dr. Resthie.

Gangguan psikis yang dimaksud dr. Resthie, meliputi:

  • Gangguan cemas
  • Depresi
  • Trauma (Post Traumatic Stress Disorder)
  • Histeria

Menghindari pelecehan seksual

Mengingat bahwa pelecehan seksual dapat memberikan dampak buruk yang nantinya berpengaruh pada keseharian korban, Anda dianjurkan untuk selalu waspada dan membentengi diri dari perilaku keji tersebut. Beberapa cara yang bisa Anda terapkan untuk menjauhkan diri dari pelecehan seksual, di antaranya:

1. Jaga penampilan

Hal pertama yang harus dilakukan untuk menghindari pelecehan seksual adalah dengan menjaga penampilan, khususnya jika Anda seorang wanita. Hindari mengenakan pakaian berbahan minim atau terlalu ketat yang memamerkan bagian maupun lekuk tubuh tertentu.

2. Jangan percaya penuh

Sebagai makhluk sosial, manusia memang saling membutuhkan satu sama lain. Akan tetapi, bukan berarti Anda bisa menaruh rasa percaya sepenuhnya, apalagi terhadap orang yang baru ditemui.

Jadi, untuk menghindari pelecehan seksual, akan lebih baik bila Anda sedikit ‘jaga jarak’ dengan mereka yang bukan anggota keluarga atau kerabat yang benar-benar dekat.

3. Hindari obrolan berbau porno

Obrolan berbau pornografi dapat menjadi awal dari perilaku pelecehan seksual. Ini karena obrolan yang semacam itu bisa membuat lawan bicara berpikir bahwa Anda ‘membuka’ diri atau terbiasa dengan hal-hal yang berbau seksual.

Karena itu, hindari obrolan yang terlalu menjurus ke sana dan kemari apalagi dengan orang yang baru dikenal. Hal yang ditakutkan, lawan bicara Anda sengaja memancing obrolan panjang agar ujung-ujungnya bisa membuat Anda terbawa suasana sehingga tanpa sadar berbicara hal-hal berbau porno. Bila ini terjadi, celah untuk melakukan tindak pelecehan seksual menjadi terbuka lebar.

4. Berani bersikap tegas

Anda tidak dilarang untuk bersikap ramah kepada siapa pun. Namun, Anda tetap harus menjaga image diri agar tidak dicap sebagai orang yang selalu berpikiran dan bersikap terbuka terhadap hal apa pun, apalagi bila berurusan dengan orang yang baru dikenal.

Kalaupun Anda dipaksa atau mengalami perilaku tidak senonoh di luar dugaan, segera ambil tindakan. Ceritakan kejadian yang Anda alami pada anggota keluarga dan kerabat dekat terpercaya yang sudah dikenal lama. Di samping itu, laporkan pula tindakan pelecehan seksual tersebut kepada pihak berwajib agar pelaku segera ditindak.

Pelecehan seksual dapat terjadi pada siapa saja dan di mana saja. Baik pria maupun wanita, keduanya sama-sama berisiko untuk mengalami perilaku bejat tersebut. Maka itu, bentengi diri Anda dari segala sesuatu yang berbau pelecehan seksual dan segera laporkan kepada pihak berwajib apabila mengalaminya. Jangan tinggal diam!

(RH)

0 Komentar

Belum ada komentar