Sukses

Kenali Perbedaan Batuk Akibat Kanker Paru dan Batuk Biasa

Sebagian besar kasus kematian akibat kanker paru terjadi karena diagnosis yang terlambat dilakukan. Kenali ciri-ciri batuk pada kanker paru dan bedanya dengan batuk biasa.

Klikdokter.com, Jakarta Sebagian besar orang pasti pernah mengalami sakit batuk, salah satunya karena daya tahan tubuh yang menurun. Hingga kini masih banyak orang yang memilih untuk mengobati sendiri saat terkena batuk, dengan membeli obat di apotek atau meramu minuman herbal. Tapi waspadalah, batuk juga bisa menandakan kanker paru.

Batuk sendiri terjadi akibat adanya adanya benda asing yang dapat mengiritasi saluran pernapasan, sehingga menimbulkan respons batuk untuk mengeluarkan benda asing tersebut. Meski sering dianggap penyakit ringan, batuk dengan kondisi tertentu sebaiknya Anda waspadai.

Gejala batuk pada kanker paru

Setidaknya setengah dari orang yang terdiagnosis kanker paru memiliki gejala batuk kronis, yakni telah dialami hingga setidaknya delapan minggu berturut-turut. Sifat batuk dapat kering atau juga berdahak (batuk produktif) dan banyak orang mendeskripsikan batuk ini sebagai batuk yang tidak akan hilang.

Karena menyerupai gejala batuk akibat alergi atau bronkitis, masih banyak orang yang merasa tidak perlu memeriksakan dirinya ke dokter. Padahal diagnosis dini dapat membantu proses penyembuhan.

Saat seseorang terkena kanker paru, gejala batuk terjadi saat kanker berada di saluran udara sentral besar (pipa pernapasan), di mana reseptor batuk biasa ditemukan. Selain itu, ada beberapa kondisi yang membuat batuk harus diwaspadai sebagai tanda kanker paru, seperti:

1. Batuk darah (hemoptysis)

Kondisi batuk dapat menjadi salah satu tanda peringatan dari kanker paru. Kenyataannya, berdasarkan penelitian, sebanyak tujuh persen orang yang mengalami batuk persisten dan terdapat darah pada dahaknya terbukti memiliki kanker paru.

Jumlah darah yang terdapat pada dahak bisa saja hanya sedikit. Namun setiap darah yang keluar, dokter perlu melakukan evaluasi yang lebih mendalam.

2. Sesak napas (dyspnea)

Kondisi ini dapat terjadi pada tahap awal seseorang terkena kanker paru, sehingga gejala ini kerap tidak disadari. Banyak orang menganggap sesak napas yang dialaminya saat batuk diakibatkan oleh gaya hidup yang tidak aktif atau karena proses penuaan.

Namun, bila sesak yang dialami juga disertai nyeri pada dada, Anda perlu mewaspadai adanya kanker paru.

3. Nyeri dada

Banyak penderita menyebutkan bahwa mereka mengalami nyeri pada organ paru sebelum didiagnosis dengan kanker paru. Nyatanya, paru-paru sendiri tidak memiliki saraf yang dapat menyebabkan rasa sakit, sehingga perlu dikhawatirkan sebagai salah satu gejala kanker paru.

Kemungkinan, nyeri yang dirasakan pada kondisi tersebut adalah akibat tekanan massa atau tumor pada saraf, nyeri tulang rusuk akibat penyebaran kanker ke tulang, penarikan otot atau patah tulang rusuk akibat batuk yang berulang.

Selain itu, nyeri akibat napas dalam yang disebut sebagai nyeri dada pleuritik juga umum dialami pada orang-orang yang nantinya didiagnosis dengan kanker paru.

Selain berbagai kondisi di atas, terdapat gejala lain yang perlu dicurigai sebagai tanda kanker paru saat batuk. Mulai dari adanya suara mengi atau perubahan suara menjadi serak, kesulitan menelan, hilangnya nafsu makan serta turunnya berat badan tanpa alasan yang jelas.

Terakhir, mudah lelah dan sering mengalami infeksi paru seperti pneumonia ataupun bronkitis juga bisa jadi pertanda seseorang mengidap kanker paru.

 

Rokok dan kanker paru

Penyakit kanker paru bisa terjadi salah satunya karena kebiasaan merokok yang sulit untuk dikontrol. Tak hanya bisa menyerang perokok aktif, perokok pasif juga rentan terkena kanker paru akibat sering terkena paparan asap rokok. Parahnya, menurut American Cancer Society, sebanyak 20 persen kematian akibat kanker paru justru terjadi pada perokok pasif.

Terlebih lagi bagi keluarga yang memiliki riwayat kanker paru, kemungkinan untuk terkena penyakit yang sama bisa menjadi semakin tinggi.

Oleh sebab itu, mulai sekarang, hentikan kebiasaan merokok dan ubahlah gaya hidup Anda menjadi lebih sehat agar terhindar dari risiko terkena kanker paru. Bila Anda atau kerabat ada yang mengalami batuk persisten hingga lebih dari 2 bulan, segera periksakan ke dokter untuk mengetahui penyebabnya. Setidaknya, bila terdiagnosis kanker paru, penanganan dini bisa segera dilakukan.

[NP/ RH]

0 Komentar

Belum ada komentar