Sukses

Homeschooling Cara Belajar Terbaik bagi Anak Berkebutuhan Khusus?

Metode belajar homeschooling disebut-sebut juga bisa menjadi alternatif terbaik bagi anak berkebutuhan khusus. Berikut ini penjelasannya.

Klikdokter.com, Jakarta Setiap anak adalah pribadi yang istimewa. Beberapa anak membutuhkan metode belajar dengan cara yang berbeda dibandingkan dengan anak lainnya, terutama Anak Berkebutuhan Khusus (ABK). Salah satu metode yang banyak dipilih oleh para orang tua adalah sekolah rumah atau yang lebih populer disebut homeschooling.

ABK mungkin memiliki kelemahan dalam menyerap informasi yang disampaikan. Terkadang, perilaku mereka yang meledak-ledak juga sulit ditebak. Oleh sebab itu, beberapa ABK mengalami keterlambatan belajar atau mungkin belajar pada tingkat yang berbeda daripada umur sebayanya.

Misalnya saja pada anak dengan gangguan disleksia, disgrafia, ADD, ADHD, autisme, kehilangan pendengaran dan penglihatan. Anak-anak tersebut akan memiliki kesulitan dalam proses belajar dan memiliki tingkat keberhasilan yang cukup rendah dalam lingkungan akademiknya.

Oleh sebab itu, anak yang memiliki kebutuhan khusus dianggap cocok memilih metode belajar dengan konsep homeschooling yang lebih fleksibel dan fokus pada materi tertentu.

Manfaat homeschooling untuk ABK

Dengan konsep belajar yang berbeda dengan sekolah konvensional, sekolah rumah memiliki berbagai manfaat bila diterapkan pada anak yang memiliki kebutuhan khusus. Berikut ini adalah di antaranya:

  1. Kecepatan belajar bisa disesuaikan dengan kemampuan anak

Dengan melakukan homeschooling, anak tidak harus mengikuti kecepatan belajar seperti anak lainnya. Mereka dapat belajar dengan kecepatan yang sesuai dengan kemampuan mereka.

Hal ini memberikan waktu tambahan kepada ABK untuk memahami dan meninjau kembali materi yang disampaikan. Dengan demikian, anak lebih mudah untuk menyerap informasi.

  1. Kalender sekolah bisa diatur sesuai kebutuhan

Anak dengan kebutuhan khusus biasanya memiliki waktu untuk terapi atau menjalani proses pengobatan. Dengan waktu sekolah yang fleksibel dan bisa diatur sesuai kebutuhan, orang tua akan sangat terbantu.

Apalagi, pada kasus ABK dengan jenis tertentu, anak akan membutuhkan waktu lebih untuk menerima materi pelajaran tertentu, atau mungkin juga membutuhkan lebih banyak istirahat dibandingkan anak lainnya. Dalam homeschooling, hal ini tidak akan jadi masalah.

  1. Instruksi lebih fokus antara guru dan murid

Banyak orang tua dengan anak berkebutuhan khusus menemukan bahwa anak akan belajar lebih baik dengan instruksi secara personal dibandingkan belajar dengan sekelompok anak seperti dalam ruangan kelas pada umumnya.

Sebagai pemandu pelajaran anak, guru dapat melakukan eksplorasi setiap pelajaran dengan anak, menjawab pertanyaan-pertanyaan mereka, dan memberikan umpan balik langsung tentang proses belajar anak tersebut.

  1. Gangguan yang lebih sedikit

Metode ini memberikan lingkungan belajar yang ideal untuk ABK. Lingkungan dapat diminimalkan dari gangguan yang akan terjadi saat anak belajar dengan menyediakan tempat yang nyaman dan tenang untuk anak. Sehingga, anak dapat belajar dengan fokus tanpa gangguan yang biasanya dapat ditemukan di ruangan kelas sekolah konvensional.

1 dari 2 halaman

Selanjutnya

  1. Istirahat sesuai kebutuhan

Pada anak berkebutuhan khusus terutama mereka dengan gangguan perhatian seringkali membutuhkan istirahat tambahan selama di sekolah. Dengan metode homeschooling ini, anak dapat menggunakan jadwal harian yang dimodifikasi, sehingga memungkinkan jeda tambahan untuk aktivitas fisik atau istirahat sejenak yang membantu anak kembali fokus belajar.

  1. Proses belajar yang bisa disesuaikan

Anak berkebutuhan khusus sering kali lebih mudah menerima materi pelajaran dengan menggunakan pendekatan pembelajaran alternatif. Jika anak mengalami kesulitan dengan kata-kata ejaan, cobalah meminta mereka mengeja setiap kata dengan keras.

Saat belajar di rumah, Anda juga dapat mengidentifikasi strategi belajar yang paling baik untuk anak dan menerapkannya dengan cara yang cocok. Dalam proses belajar ini biasanya guru menggunakan properti mengajar yang tak digunakan di sekolah formal, seperti card board dan properti menarik lainnya yang berdasar pada strategi pembelajaran multiindra.

  1. Waktu uji tanpa batas

Ketika di sekolah konvensional anak diuji dengan waktu terbatas untuk mengerjakan sesuatu, homeschooling memberikan anak waktu ujian tanpa batas sesuai dengan kebutuhannya. Konsep ini sangat cocok bagi anak berkebutuhan khusus. Dengan waktu yang lebih lama, kualitas anak dalam belajar pun menjadi lebih baik.

  1. Penggunaan fasilitas atau properti khusus

Metode homeschooling memungkinkan anak untuk menggunakan benda-benda khusus untuk membantu mereka dalam belajar atau meminimalkan gangguan fokus.

Contohnya, anak dengan masalah tulisan tangan atau disgrafia dapat menggunakan keyboard untuk menyelesaikan tugas mereka. Anak yang bergumul dengan gangguan perhatian dapat menggunakan bola penghilang stres atau alat bantu lainnya untuk membantu mereka tetap fokus.

Pada kasus ini, terkadang berjalan-jalan di ruangan saat membahas suatu topik dapat membantu mereka menyerap pelajaran dengan lebih baik. Terakhir, anak dengan masalah sensorik dapat belajar dengan baik dengan diberikan pencahayaan yang redup, pakaian yang nyaman ataupun kursi tertentu sesuai kebutuhannya.

Pada kenyataannya, homeschooling memberikan manfaat yang dapat mendukung proses belajar anak berkebutuhan khusus. Dengan metode belajar ini, anak yang memiliki masalah gangguan fokus sekalipun dapat memiliki kesempatan yang sama dengan anak lainnya dalam mengenyam pendidikan.

[NP/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar