Sukses

Pertolongan Pertama pada Penderita Epilepsi Saat Car Free Day

Ada orang kejang-kejang saat car free day? Bisa jadi ia terkena epilepsi! Coba tangani dengan pertolongan pertama berikut ini.

Klikdokter.com, Jakarta Berolahraga saat car free day (CFD) memang menyenangkan. Begitu banyak aktivitas seru dan menarik yang bisa dilakukan. Meski begitu, pernahkah Anda melihat orang yang sakit saat hari bebas kendaraan ini? Mungkin kalau orang itu mengalami luka lecet karena terjatuh saat berlari sudah sering Anda lihat. Namun, bagaimana dengan orang yang kejang-kejang atau epilepsi saat CFD? Bagaimana cara membantunya atau memberikan pertolongan pertama?

Jika belum pernah, ada baiknya Anda mempersiapkan diri untuk membantu orang tersebut. Sebab, meski bukan dokter, setidaknya Anda bisa melakukan pertolongan pertama sebelum menghubungi nomor darurat. Ya, hitung-hitung sebagai ibadah tambahan di hari Minggu, bukan? Sebelum mengetahui pertolongan pertama yang bisa Anda lakukan, simaklah penjelasan mengenai epilepsi berikut ini terlebih dahulu.

Apa itu epilepsi?

Epilepsi adalah sebuah gangguan saraf yang memiliki ciri khas berupa kejang yang berulang. Namun, tak semua gejala kejang bisa dikatakan sebagai epilepsi, ya. Karena dibutuhkan pemeriksaan medis lebih lanjut mengenai hal tersebut. Selain itu, dilansir WebMD, ada dua jenis kejang yang perlu Anda ketahui, antara lain:

  • Kejang onset fokal

Kejang jenis ini berawal di satu bagian otak. Lengan orang yang mengalaminya akan bergerak hebat dan wajahnya juga ikutan kejang-kejang. Meski masih dalam keadaan sadar, orang dengan kejang onset fokal kehilangan kemampuan untuk mengontrol gerak tubuhnya. Saat gejala kejang selesai, umumnya ia akan terdiam dengan tatapan kosong. Dan beberapa waktu kemudian, ia tidak mampu mengingat kejadian itu.

  • Kejang umum

Berbeda dengan kejang onset fokal, kejang umum melibatkan banyak area otak dan penderitanya kehilangan kesadaran atau pingsan. Kejang ini lebih bersifat darurat dan perlu ditangani dengan cepat oleh petugas medis.

Sebelum terjadi kejang-kejang, biasanya orang dengan epilepsi sudah menunjukkan gejala-gejala awal. Adapun gejala awal yang bisa Anda deteksi, yaitu:

  • Orang itu menjadi tidak responsif.
  • Orang itu tidak bereaksi saat Anda melambaikan tangan tepat di depan wajahnya.
  • Orang itu tiba-tiba pingsan.
  • Orang itu tiba-tiba ototnya menegang dan tubuhnya kaku seperti papan. Ini disebut fase tonik dan berlangsung selama beberapa detik.

Setelah memperlihatkan keempat gejala tersebut, barulah ia akan kejang-kejang atau menyentak-nyentakkan tubuhnya yang disebut sebagai fase klonik. Fase ini bisa berlangsung selama beberapa detik bahkan beberapa menit sehingga bisa menyebabkan cedera parah. Ketika gejala kejang berhenti, umumnya penderita mulai mendapatkan kembali kesadarannya, tetapi ia akan kebingungan dan kesulitan menerka apa yang barusan terjadi.

1 dari 2 halaman

Pertolongan pertama pada epilepsi

Setelah Anda mengetahui jenis kejang dan gejala-gejala epilepsi, berikut pertolongan pertama yang bisa Anda berikan kepada orang yang mengalami epilepsi:

  • Tetap tenang dan dampingi orang tersebut.
  • Minta orang-orang sekitar untuk tidak mengerubungi.
  • Singkirkan benda-benda tajam yang membahayakan dari orang epilepsi tersebut.
  • Beri ia alas kepala.
  • Longgarkan pakaiannya agar lebih mudah bernapas.
  • Miringkan tubuhnya ke salah satu sisi.
  • Dampingi orang tersebut sampai kejang berhenti.
  • Jika orang yang epilepsi tersebut terluka, hamil, kesulitan bernapas, kejang berlangsung lebih 5 menit, atau Anda merasa ragu dengan kondisinya, segeralah cari pertolongan medis ke rumah sakit terdekat.
  • Jangan coba-coba untuk menghentikan gejala kejangnya karena baik Anda dan orang tersebut bisa terluka. Serta, hindari memberikan apa pun ke dalam mulutnya karena dapat melukai.

Itulah pertolongan pertama yang bisa Anda lakukan apabila melihat ada orang epilepsi saat car free day. Jika Anda tak sanggup untuk menunggu selama 5 menit, atau merasa ragu dengan kondisinya, lebih baik segera menghubungi rumah sakit terdekat. Dengan begitu, ia bisa tertangani dengan tepat dan Anda pun bisa kembali melakukan aktivitas.

[RS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar