Sukses

Tips Menjadi Fundraiser untuk Pasien Kanker Paru

Ingin tunjukkan bukti nyata bahwa Anda peduli terhadap pasien kanker paru dengan menjadi fundraiser? Begini tipsnya.

Klikdokter.com, Jakarta Sudah menjadi rahasia umum bahwa pengobatan kanker paru membutuhkan biaya yang sangat mahal. Ini akan menjadi tambahan masalah jika pasien sudah tak sanggup lagi bekerja karena penyakitnya, sehingga tidak bisa menghasilkan uang untuk berobat. Mungkin bantuan biaya dari asuransi atau jaminan biaya kesehatan dari pemerintah bisa sedikit membantu. Namun kenyataannya, tidak sesimpel itu.

Bagaimana jika pasien tidak memiliki sanak saudara yang bisa membantu mengurusi hal tersebut? Tentu mengatur “masalah keuangan” saat badan kian melemah malah bikin kondisi psikis dan fisiknya menurun.

Menurut dr. Theresia Rina Yunita dari KlikDokter, mahalnya biaya pengobatan sangat bergantung pada jenis dan stadium kanker. Selain itu juga kemungkinan adanya efek samping yang akan timbul serta kondisi pasien.

Pada kondisi ini biasanya beberapa dokter spesialis dari bidang masing-masing bekerja sama untuk memutuskan pengobatan yang tepat.

Atas dasar kondisi tersebut, penderita kanker sering kali membutuhkan beberapa kombinasi pengobatan untuk mengobati satu jenis kanker. Bahkan Yayasan Kanker Indonesia (YKI) sendiri memperkirakan angka yang harus dikeluarkan sebagai biaya untuk pengobatan kanker sekitar Rp100 juta/ bulan.

1 dari 3 halaman

Gagasan untuk menggalang dana

Hal itulah yang mungkin menginspirasi Anda menjadi penggalang dana atau fundraiser untuk membantu teman-teman pasien kanker paru di luar sana. Tetapi, Anda perlu mengetahui lebih lanjut tentang seluk beluk menjadi seorang fundraiser agar bisa menghadapi segala kesulitan nantinya. Ingat bahwa menggalang dana itu tidak mudah. Jadi, simak dulu tipsnya berikut ini.

1. Hal pertama yang perlu disiapkan

Dilansir Very Well Health, dua hal utama yang perlu Anda siapkan adalah teman-teman yang mau bergabung dengan Anda dan tempat berkumpul. Yang terpenting, jangan pernah melakukannya sendiri bila Anda menginginkan jumlah dana yang besar.

Setelah itu, pilihlah koordinator acara penggalangan dana. Kalau bisa, pilihlah sosok yang memiliki perencanaan matang, berani, dan memiliki sifat persuasif saat berbicara di depan orang banyak. Setelah memilih koordinator, sisanya (mungkin termasuk Anda) akan menjadi “pelaku” atau staf acara tersebut.

Jangan lupa untuk memanfaatkan media sosial, seperti Instagram, Facebook, Twitter, dan bila perlu buatlah situs untuk menyebarkan informasi tentang acara penggalangan dana. Mulai dari latar belakang dan tujuan penggalangan dana, waktu dan lokasi, detail rangkaian acaranya.

Tekankan juga bahwa penggalangan dana ini bersifat sukarela tanpa ada batasan nominal donasi. Sebab, mematok sebuah harga atau barang hanya akan membuat “tamu” yang datang sedikit karena merasa terbebani.

2. Tips memilih tempat dan makanan untuk acara penggalangan dana

Meskipun Anda dan teman-teman fundraiser Anda termasuk orang yang mampu, hindari memilih tempat penggalangan dana di tempat yang terlalu elit, misalnya ballroom hotel mewah dan semacamnya. Sebab, orang-orang kelas menengah ke bawah pasti akan segan untuk hadir.

Lebih baik, pilihlah lokasi netral yang bisa dihadiri oleh siapa saja, misalnya aula di sebuah perumahan, restoran outdoor/indoor, dan sebagainya. Selain itu, hindari untuk menyediakan satu jenis makanan saja. Anggaplah seperti acara pernikahan kecil-kecilan, tentu akan lebih menyenangkan buat tamu apabila mereka bisa memilih makanan, bukan? Tak perlu yang mahal, yang penting lezat dan bersih.

2 dari 3 halaman

Selanjutnya

3. Jangan berkecil hati, lakukan donasi online juga!

Setelah melakukan publikasi secara daring, jangan lupa untuk melakukan publikasi lain dengan cara menempel poster, menyebarkan selebaran, dan mencari peserta penggalangan dana di ruang publik. Catatlah kontak mereka, seperti email dan nomor telepon untuk melakukan follow-up terhadap kehadiran mereka.

Apabila dua minggu sebelum acara penggalangan dana belum banyak yang mendaftar, jangan berkecil hati. Bukalah donasi daring untuk mendapatkan dana alternatif biaya pengobatan kanker. Asalkan, Anda tidak lupa mengunggah bukti laporan keuangannya supaya para donatur merasa lega bahwa uangnya benar-benar dipakai untuk pengobatan kanker.

4. Saat dan setelah acara berlangsung

Selain mengumpulkan uang sumbangan dari masing-masing donatur, kumpulkanlah juga orang-orang yang memang bersedia melelang barang berharganya untuk didonasikan. Jalankan acara sesuai kesepakatan panitia dan jangan lupa, koordinator acara harus menyampaikan rangkuman dari acara tersebut. Setelah acara berlangsung, jangan lupa ucapkan terima kasih kepada mereka dan berikan suvenir sebagai kenang-kenangan.

Media sosial yang Anda gunakan untuk publikasi acara penggalangan dana sebaiknya jangan langsung vakum begitu acara selesai. Sebaliknya, Anda harus terus “menghidupkan” media sosial itu dengan dokumentasi kisah-kisah inspiratif dari pasien kanker dan dokumentasi keseruan acara penggalangan dana yang telah dilangsungkan.

Hal itu dilakukan agar saat Anda ingin mengadakan acara itu lagi, para donatur atau followers masih “terhubung” dengan acara yang Anda akan buat. Bahkan, Anda juga bisa membuka sesi diskusi atau voting kepada followers saat ingin menentukan konsep acara penggalangan dana berikutnya.

5. Jangan lupa dukungan emosional

Meskipun biaya pengobatan sangat penting bagi mereka, tetapi Anda sebagai fundraiser jangan melupakan bahwa dukungan emosional juga penting. Bila ada kesempatan, lakukanlah kegiatan konkret lain yang bisa membantu pekerjaan rumah dari pasien kanker yang selama ini terbengkalai. Atau, secara rutin mengadakan sesi gembira bersama (misalnya saling bercerita, mendengarkan musik, menonton bersama) khusus untuk para pasien kanker.

Seperti itulah kira-kira yang bisa Anda lakukan bila ingin menjadi seorang fundraiser untuk para pasien kanker paru. Cara yang sama sebenarnya juga bisa Anda lakukan ketika menggalang dana untuk penderita penyakit lainnya. Niatan yang baik harus diimbangi dengan pengetahuan teknis yang cukup supaya tujuan mulia tersebut bisa terlaksana dengan baik.

[RS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar