Sukses

Bayi Tidur Lebih Nyenyak sambil Mengenyot, Benarkah?

Kebiasaan mengenyot ibu jari atau empeng pada bayi dituding bisa bikin tidurnya lebih nyenyak. Apa kata medis terkait ini?

Klikdokter.com, Jakarta Bagi sebagian bayi, mengenyot merupakan cara agar ia dapat tidur lebih tenang, namun sebagian bayi lain tidak melakukan hal ini. Mengenyot sambil tidur hingga kini masih menjadi perdebatan para ahli. Apakah mengenyot benar membuat bayi tidur lebih nyenyak dan adakah dampak sering mengenyot untuk bayi? Apa kata medis terkait anggapan ini?

Sebelum tahu lebih lanjut mengenai hal tersebut, kenali terlebih dahulu kebutuhan tidur bayi sebagai berikut.

Kebutuhan tidur bayi

Berbeda dengan anak atau orang dewasa, bayi menghabiskan lebih dari setengah aktivitas hariannya untuk tidur. Pada bayi, tidur berfungsi untuk merangsang proses tumbuh kembangnya. Jika kurang tidur, pengeluaran energi pada bayi akan meningkat sehingga sedikit-banyak akan berpengaruh pada laju pertumbuhannya.

Bayi yang baru lahir menghabiskan 16–17 jam sehari untuk tidur. Sementara itu, bayi yang berusia 9–12 bulan membutuhkan waktu tidur kira-kira 14 jam sehari. Kebutuhan ini akan semakin berkurang seiring bertambahnya usia si Kecil.

Selain durasi, hal penting lain yang juga harus mendapat perhatian adalah kualitas tidur bayi. Hal ini dapat diketahui dengan nyenyak atau tidaknya tidur si Kecil, yang turut dipengaruhi oleh:

  • Rasa kenyang
  • Pakaian yang nyaman dan popok yang kering
  • Suhu ruangan (tidak terlalu dingin atau panas)
  • Kondisi lingkungan sekitar, seperti suasana yang tenang, bebas serangga, dan cahaya yang tidak terlalu terang.

Lantas, bagaimana dengan mengenyot  ibu jari atau empeng saat tidur? Apakah juga termasuk sebagai faktor yang memengaruhi kualitas tidur bayi?

Ini faktanya!

Meski tidak semua bayi perlu melakukannya, kebiasaan mengisap atau mengenyot ibu jari atau empeng memang bisa sangat membantu menenangkan si Kecil, bahkan saat tidur. Perilaku ini mendatangkan manfaat positif, terutama saat bayi sedang sakit, setelah imunisasi, atau saat sedang tumbuh gigi. 

Walau demikian, kebiasaan mengenyot ibu jari atau empeng pada bayi bisa mendatangkan beragam dampak negatif.

  • Mengenyot ibu jari

Sebagian bayi mengenyot ibu jarinya sendiri agar dapat tidur tenang di malam hari. Sayangnya, perilaku ini juga mendatangkan dampak negatif pada bayi. 

Bayi yang sering mengenyot ibu jari, apalagi sambil tertidur, memiliki risiko yang tinggi untuk mengalami perubahan struktur rahang. Hal ini membuat posisi gigi si Kecil lebih maju ke depan setelah dewasa nanti.

  • Mengenyot empeng

Empeng dapat digunakan sebagai alternatif untuk menenangkan bayi dan membuatnya lebih nyenyak ketika tidur. Akan tetapi, apabila bayi sudah terbiasa mengenyot empeng, mereka akan sulit membuang kebiasaan ini.

Pada beberapa kasus, kebiasaan mengenyot empeng dapat terbawa hingga si Kecil masuk ke usia balita. Selain dampak sosial, perilaku ini juga dapat meningkatkan risiko si Kecil untuk mengalami perubahan strukur rahang dan memerlukan perawatan ortodontis nantinya.

Karena itu, jika memang si Kecil membutuhkan bantuan empeng agar bisa tenang, orang tua harus “tega” memisahkan keduanya saat usia bayi sudah mencapai 8 atau 9 bulan. Hal ini dilakukan agar kebiasaan tersebut tidak terbawa hingga si Kecil memasuki usia balita.

Kesimpulannya, kebiasaan mengenyot ibu jari atau empeng memang dapat membuat tidur bayi menjadi lebih nyenyak. Akan tetapi, tidak semua bayi butuh melakukan kebiasan ini agar bisa tenang dan nyenyak saat tidur, juga ada efek negatif yang bisa terjadi di kemudian hari akibat perilaku tersebut.

[NB/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar