Sukses

Perlukah Periksa TORCH saat Awal Kehamilan?

Apakah ibu hamil muda perlu melakukan pemeriksaan TORCH? Ini jawabannya!

Klikdokter.com, Jakarta Penyakit TORCH pada ibu hamil tidak dapat disepelekan. Bila di masa kehamilan Anda terinfeksi, virus bisa menyebar ke dalam aliran darah dan ikut menyerang janin. Karena itu, pemeriksaan TORCH sebelum merencanakan kehamilan sangat penting. Umumnya pemeriksaan TORCH dilakukan pada saat pemeriksaan laboratorium pranikah.

TORCH adalah singkatan dari Toksoplasmosis, Other (sifilis, parvovirus B19, dan varisela-zoster), Rubella, Cytomegalovirus, dan Herpes. Berikut rinciannya:

  • Toksoplasmosis adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh parasit toksoplasma. Parasit ini dapat masuk ke dalam tubuh melalui makanan, seperti daging yang kurang matang dan makanan yang terkontaminasi oleh feses kucing yang mengidap toksoplasmosis.

Oleh karena itu, para ibu hamil dianjurkan untuk menghindari makanan mentah atau setengah matang, juga harus berhati-hati apabila memelihara kucing. Meskipun tidak memberikan gejala yang serius pada ibu, infeksi toksoplasma dapat menyebabkan kelainan bawaan pada janin, berupa buta, tuli, retardasi mental, dan kejang.

  • Rubella –atau dikenal juga dengan campak Jerman– adalah penyakit infeksi yang sangat mudah menular. Meskipun hanya memberikan gejala serupa campak tapi lebih ringan, rubella dapat menyebabkan cacat pada janin berupa kelainan jantung serta gangguan penglihatan dan perkembangan.
  • Cytomegalovirus (CMV) juga umumnya tidak memberikan gejala berarti bagi orang dewasa – bahkan banyak orang yang tidak menyadari kalau ia telah terinfeksi. Walau demikian, CMV juga dapat menyebabkan kelainan pada janin berupa tuli, epilepsi, dan gangguan intelektual.
  • Herpes simplex biasanya ditularkan dari ibu kepada bayi apabila ibu yang sedang mengidap herpes simplex melahirkan bayi secara normal melalui jalan lahir. Apabila terinfeksi, bayi dapat mengalami kerusakan otak, gangguan pernapasan, dan kejang.
1 dari 2 halaman

Pemeriksaan panel TORCH

Sering kali dokter kebidanan dan kandungan menyarankan ibu hamil untuk mengecek kembali TORCH saat masih berada di trimester awal kehamilan –umumnya saat ibu hamil melakukan pemeriksaan prenatal pertama kali. Kendati memang cukup menguras kantong, pemeriksaan ini sangat penting untuk dilakukan.

Infeksi TORCH yang dialami oleh ibu hamil dapat menyebabkan dampak yang berat bagi janin. Deteksi dan penanganan dini bila terjadi infeksi TORCH pada trimester awal kehamilan – ini krusial untuk mencegah perburukan komplikasi pada janin.

Pemeriksaan TORCH dilakukan dengan mengambil darah vena dari lipat siku untuk memeriksa kadar antibodi terhadap masing-masing infeksi TORCH tersebut. Antibodi yang diperiksa ada dua jenis, yakni immunoglobulin G (IgG) dan immunoglobulin M (IgM).

IgM muncul saat seseorang sedang mengalami infeksi akut pertama kali. Sementara IgG merupakan penanda bahwa orang tersebut pernah memiliki infeksi di masa lampau dan sekarang sudah sembuh.

Hasil pemeriksaan

Apabila hasil IgM dan IgG negatif, artinya orang tersebut bebas dari penyakit TORCH. Meski demikian, ada risiko mereka tertular TORCH pada kemudian hari sehingga perlu dipertimbangkan pemberian vaksinasi untuk mencegah terjangkit penyakit.

Hasil IgG yang positif menandakan ibu hamil pernah terinfeksi TORCH di masa lampau, dan kemungkinan telah memiliki kekebalan tubuh. Apabila dicurigai masih terdapat infeksi aktif, dokter akan melakukan pemeriksaan lanjutan.

Jika didapati hasil IgM positif, maka ibu hamil tersebut sedang mengalami infeksi akut yang aktif sehingga janinnya pun berisiko terkena dampaknya. Pemeriksaan lanjutan perlu dilakukan untuk mengonfirmasi apakah janin dalam kandungan benar terinfeksi atau tidak. Apabila benar ibu hamil tersebut mengalami infeksi akut, dokter akan memberikan terapi untuk mencegah perburukan komplikasi pada janin.

Oleh karena itu, jangan lupa untuk memeriksakan TORCH pada awal kehamilan Anda. Ini penting untuk menjaga kesehatan Anda maupun janin di dalam kandungan, sehingga kehamilan Anda bisa lancar hingga persalinan nanti.

[RS/ RH]

0 Komentar

Belum ada komentar