Sukses

Artritis, Apakah Itu?

Setiap tahun, tanggal 12 Oktober diperingati sebagai Hari Artritis Sedunia. Sedalam apa pengetahuan Anda tentang artritis? Baca ulasan ini.

Klikdokter.com, Jakarta Hari Artritis Sedunia (World Arthritis Day) setiap tahunnya diperingati tanggal 12 Oktober. Artritis, atau yang juga disebut sebagai rematik, adalah salah penyakit yang menghinggapi jutaan orang di dunia, termasuk Indonesia. Mengenali penyakit ini lebih dalam bisa jadi berperan penting untuk memperkuat kesadaran masyarakat tentang penyakit ini.

Artritis sendiri berasal dari bahasa Yunani, yaitu “athro” yang berarti persendian dan “itis” yang berarti peradangan. Dari namanya artritis, merupakan suatu kondisi kesehatan yang melibatkan peradangan pada persendian tubuh. Sering kali, terjadinya peradangan sendi merupakan tanda dan gejala dari suatu kondisi yang mendasari, dan oleh sebab itu terdapat banyak penyebab dari artritis. Beberapa penyebabnya yang paling sering adalah artritis gout, osteoartritis, artritis rematoid, dan lupus.

Jutaan orang di seluruh dunia tercatat mengalami artritis, dan sebagiannya mengalami kemerosotan kualitas hidup akibat nyeri yang berlangsung secara terus-menerus dan kondisi persendian yang meradang. Hari Artritis Sedunia merupakan kegiatan yang diselenggarakan dalam rangka:

  • Meningkatkan kesadaran akan penyakit artritis, baik untuk penderita artritis maupun masyarakat umum.
  • Memengaruhi para pembuat kebijakan agar membuat kebijakan baru yang membuat masyarakat terhadap artritis dan langkah-langkah untuk menanganinya.
  • Meyakinkan penderita artritis bahwa tersedia pengobatan bagi mereka.

Itulah beberapa alasan mengapa European League Against Rheumatism (EULAR) dan Arthritis Foundation menetapkan tanggal 12 Oktober sebagai Hari Arthritis Sedunia.

Pentingnya segera mencari pertolongan saat artritis

Tema yang diangkat pada tahun 2017 dan 2018 adalah “Don’t Delay, Connect Today”, yang berarti, “Jangan Menunda, Carilah Pertolongan Hari Ini”. Tema tersebut diangkat untuk meningkatkan pengetahuan mengenai tanda dan gejala yang berhubungan dengan penyakit rematik dan muskuloskeletal, yaitu penyakit yang melibatkan persendian, otot, dan tulang.

Selain itu, tema tersebut juga menggarisbawahi pentingnya melakukan diagnosis dini dan mendapatkan akses terhadap pelayanan untuk mengatasi keluhan terkait peradangan sendi.

Artritis sering kali erat kaitannya dengan populasi lanjut usia, lengkap dengan data statistik yang menunjukkan bahwa orang-orang di atas 65 tahun memang merupakan populasi penderita utama artritis. Namun, yang sering terlupakan adalah, bahwa orang-orang yang yang lebih muda dari kelompok usia tersebut juga berisiko.

Hampir 30 persen dari seluruh penderita artritis  berusia di bawah 65 tahun. Sebagian individu masih berada pada kelompok usia remaja dan dewasa, sedangkan sebagian kecil lainnya bahkan menyerang kelompok usia anak-anak.

Kenali penanganan artritis

Penanganan artritis bergantung pada jenis kondisi yang dialami. Pada kondisi seperti osteoartritis dan artritis reumatoid, sering kali pengobatan ditujukan untuk meredakan gejala dan mengendalikan penyakit.

Dokter juga akan merekomendasikan untuk menerapkan pola hidup sehat, dengan melakukan aktivitas fisik yang sesuai dengan kondisinya. Selain itu, terapi fisik juga kerap dinilai efektif dalam membantu meredakan rasa nyeri yang dialami. Menjaga mobilitas persendian diyakini dapat mengurangi peradangan konstan yang dialami dan menunjukkan perbaikan jangka panjang pada rasa nyeri yang sering menyerang.

Pencegahan yang paling mudah adalah dengan menerapkan gaya hidup sehat, mengontrol berat badan, olahraga ringan yang dilakukan secara rutin, menghindari kegiatan yang banyak menggunakan kerja sendi, serta rutin melakukan pemeriksaan.

Dengan diperingatinya Hari Artritis Sedunia, yuk lebih peka terjadap kondisi tubuh. Jangan lagi menyepelekan nyeri sendi, karena bisa jadi ini menjadi peringatan tubuh terhadap kondisi serius lainnya. Jadikan momen peringatan ini menjadi kesempatan yang tepat untuk meningkatkan pengetahuan baik bagi diri sendiri maupun orang-orang sekitar mengenai seluk-beluk artritis. Kenali berbagai tanda dan gejalanya, dengan begitu seseorang dengan peradangan sendi bisa mendapatkan pertolongan yang dibutuhkannya.

[RN/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar