Sukses

Hindari Kanker Payudara dengan Turunkan Berat Badan

Kanker payudara termasuk penyebab kematian utama pada wanita. Ada banyak langkah pencegahan, salah satunya dengan turunkan berat badan.

Klikdokter.com, Jakarta Indonesia dilaporkan memiliki kasus penderita kanker dengan angka yang makin meningkat tiap tahunnya. Bahkan, Badan Kesehatan Dunia (WHO) meramalkan pada tahun 2030, Indonesia akan mengalami jumlah pasien kanker payudara hingga 7 kali lipat. Melihat ramalan tersebut, kesadaran akan pencegahan kanker payudara sangatlah penting. Ada banyak cara untuk mencegah kanker payudara yang bisa Anda usahakan sendiri. Salah satunya adalah dengan menurunkan berat badan.

Berdasarkan data GLOBOCAN, International Agency for Research on Cancer (IARC) yang dirilis oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes), sekitar 1.67 juta kasus baru kanker payudara didiagnosis pada tahun 2012 (25% dari keseluruhan kanker). Sedangkan, berdasarkan data nasional yang diperoleh dari Kemenkes, kanker payudara menempati urutan kedua penyebab kanker terbanyak pada wanita.

Ketika mendengar kata “kanker payudara”, wajar kalau setiap wanita jadi waspada, sehingga akhirnya mencari tahu berbagai penyebab terjadinya kanker ini. Terdapat berbagai faktor risiko yang bisa meningkatkan terjadinya kanker payudara. Sayangnya, hingga ini belum diketahui pasti apa penyebabnya. Satu-satunya poin penting yang diketahui adalah kanker payudara berhubungan dengan adanya kerusakan sel-sel DNA,” ungkap dr. Anita Amalia Sari dari KlikDokter.

Apakah Anda berisiko tinggi terkena kanker payudara?

Hingga kini, kanker payudara merupakan penyebab kematian kedua terbanyak pada wanita Indonesia, setelah kanker serviks. Ketahui faktor risiko terkait kanker payudara di bawah ini, yang dipaparkan oleh dr. Fiona Amelia, MPH, dari KlikDokter.

  1. Usia. Risiko kanker payudara meningkat seiring dengan pertambahan usia.
  2. Faktor genetik. Adanya perubahan pada gen tertentu seperti BRCA1 dan BRCA2 memiliki risiko lebih tinggi terkena kanker payudara dan indung telur.
  1. Riwayat keluarga dengan kanker payudara. Risiko mengalami kanker payudara lebih tinggi jika:
    • Terdapat satu atau lebih keluarga keturunan tingkat pertama, yaitu ibu, saudara wanita, atau anak perempuan, yang mengalami kanker payudara—terutama bila terdiagnosis sebelum menopause.
    • Keluarga tingkat kedua seperti nenek, tante, atau keponakan wanita dari pihak ayah maupun ibu terkena kanker payudara.
    • Riwayat keluarga memiliki kanker pada kedua payudara sebelum menopause.
    • Dua atau lebih saudara memiliki kanker payudara atau indung telur.
    • Saudara laki-laki dengan riwayat kanker payudara.
  1. Riwayat reproduksi seperti menstruasi sebelum usia 12 tahun, kehamilan pertama di atas usia 30 tahun, tidak mencapai usia kehamilan cukup bulan (lahir prematur), tidak pernah hamil, atau menopause setelah usia 55 tahun.
  2. Menggunakan terapi kombinasi hormon. Menggunakan terapi hormon untuk mengganti kehilangan estrogen dan progesteron saat menopause lebih dari 5 tahun dapat meningkatkan risiko kanker payudara.
  3. Riwayat terapi radiasi. Wanita yang pernah menjalani terapi radiasi pada bagian dada atau payudara (seperti pada limfoma Hodgkin) sebelum usia 30 tahun berisiko tinggi mengalami kanker payudara di kemudian hari.
  4. Faktor lain. Hal-hal lainnya yang mungkin menyebabkan kanker adalah merokok, paparan terhadap zat kimia yang menyebabkan kanker (karsinogenik), dan pekerja shift

Meski terdapat faktor risiko, tapi semuanya bisa dicegah atau ditunda kemunculannya, atau bila sudah ada dapat ditangani dengan rajin melakukan deteksi dini dengan pemeriksaan payudara sendiri atau dengan peralatan medis.

Dari berbagai sumber, risiko pada kanker payudara (termasuk kanker lainnya) dapat dikurangi dengan melakukan perubahan gaya hidup. Ada beberapa cara untuk mengurangi risiko kanker, yang salah satunya adalah dengan menurunkan berat badan.

1 dari 2 halaman

Menurunkan berat badan bisa cegah kanker payudara?

Para peneliti dari beberapa institusi di Amerika Serikat, termasuk City of Hope National Medical Center, Universitas Washington, dan Universitas Indiana. Mereka menemukan bahwa penurunan berat badan bisa membantu menurunkan risiko kanker payudara pada wanita pascamenopause. Hasil penelitian ini diterbitkan di jurnal “Cancer” oleh American Cancer Society.

“Selama beberapa dekade belakangan, kami tahu bahwa obesitas terkait dengan peningkatan risiko kanker payudara pascamenopause. Sangat sulit, bahkan hampir mustahil, untuk menunjukkan bahwa penurunan berat badan pada seseorang dengan kelebihan berat badan atau obesitas akan menurunkan risiko kanker,” kata Dr. Rowan Chlebowski, salah satu peneliti.

Pada penelitian ini, para peneliti menganalisis informasi dari 61.335 wanita usia 50-79 tahun yang tidak pernah terkena kanker payudara dan dengan hasil mamografi normal. Data ini berasal dari World Health Initiative Observational Study. Tiga tahun kemudian, para wanita ini diukur tinggi badan, berat badan, dan indeks massa tubuhnya diperiksa untuk melihat perubahan mereka.

Pada tahun ketiga, para wanita yang mengalami penurunan berat badan (5 persen atau lebih) mengalami 12 persen penurunan risiko terjadinya kanker payudara dibandingkan wanita yang berat badannya stabil. Wanita yang mengalami kenaikan berat badan secara umum tidak mengalami peningkatan risiko kanker payudara, tapi memiliki kenaikan insiden kanker payudara triple negatif sebanyak 54 persen, yang cenderung lebih agresif ketimbang jenis kanker payudara lainnya.

Walaupun angka kejadian kanker payudara di Indonesia tergolong tinggi, tapi bukan berarti kanker payudara tidak bisa dicegah. Faktanya, seseorang dapat menurunkan risiko terjadinya kanker payudara dengan menerapkan gaya hidup sehat.

Yuk jaga berat badan tetap ideal!

Mulai sekarang, tingkatkan asupan sayur dan buah. Sayur berwarna hijau merupakan sumber karoten. Kandungan beta karoten A pada sayuran dapat membantu memperlambat proses penuaan dini dan risiko kanker. Buah mengandung banyak vitamin yang bisa menjadi antioksidan yang bekerja sebagai penghancur radikal bebas yang ampuh lindungi tubuh dari racun.

Selain itu, berolahragalah secara teratur. Ada banyak sekali manfaat dari olahraga. Mulai dari meningkatkan daya tahan tubuh, meningkatkan kemampuan otak, mengurangi stres, membakar lemak, metabolisme tubuh meningkat dan menurunkan risiko penyakit serta menunda proses penuaan.

Yuk lebih peduli dengan kesehatan dengan turunkan berat badan jika Anda diketahui punya berat badan berlebih. Nantinya, tak hanya tubuh sehat dan bugar yang didapat, tapi Anda pun juga bisa menghindari berbagai penyakit berbahaya. Kanker payudara adalah salah satunya.

[RN/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar