Sukses

Solusi bagi Atlet Asian Para Games yang Cedera Lutut

Setiap atlet Asian Para Games berisiko mengalami cedera lutut. Jika sampai terjadi, lakukan cara ini untuk mengatasinya.

Klikdokter.com, Jakarta Asian Para Games sudah memasuki hari keempaat semenjak dibuka pada Sabtu (6/10) lalu. Dari 18 cabang olahraga yang dipertandingkan, beberapa di antaranya rentan membuat atlet mengalami cedera lutut. Cabang olahraga yang dimaksud antara lain bersepeda, bulu tangkis, goalball, judo, atletik, dan tenis meja.

Menurut dr. Reza Fahlevi dari KlikDokter, salah satu hal yang bisa menyebabkan terjadinya cedera lutut pada atlet adalah pemanasan yang tidak dilakukan dengan baik benar.

“Bila sudah terjadi, cedera lutut menimbulkan keluhan nyeri yang hebat dan berjalan pun menjadi terasa sulit,” katanya.

Akibat adanya keluhan tersebut, cedera lutut bisa sangat menurunkan performa atlet di lapangan. Bahkan, bila terjadi berkelanjutan atau tidak segera diatasi, cedera lutut bisa menggugurkan mimpi seorang atlet untuk berdiri di podium juara.

Cara mengatasi cedera lutut

Atlet Asian Para Games 2018 tak lepas dari intaian cedera lutut. Lantas, apa yang harus dilakukan oleh atlet jika memang mengalaminya? Jawabannya adalah RICE (Rest, Ice, Compression, Elevation).

  • Rest (istirahat)

Jangan memaksakan diri untuk melanjutkan latihan atau pertandingan jika Anda mengalami cedera lutut. Akan lebih baik bila Anda segera beristirahat dan meminimalkan pergerakan sendi lutut yang mengalami cedera. Hal ini dimaksudkan agar proses peradangan yang terjadi akibat cedera tidak semakin parah.

  • Ice (kompres dingin)

Tempelkan es yang dibalut kain atau ice pack di bagian lutut yang mengalami cedera. Biarkan selama 10 hingga 15 menit, lalu angkat kompres dingin tersebut. Berikan jeda selama 10 hingga 15 menit sebelu mengulang kembali proses pengompresan.

Kompres dingin dapat dilakukan berulang selama beberapa kali. Menurut dr. Reza, hawa dingin dari es bermanfaat untuk mengurangi rasa nyeri dan mencegah terjadinya bengkak akibat cedera lutut.

  • Compression (tekan)

Saat mengompres dengan es, akan lebih optimal jika Anda melakukannya sembari memberikan penekanan secara lembut. Tindakan ini dilakukan untuk mencegah pembengkakan daerah lutut yang mengalami cedera.

Selain menekan dengan tangan, penekanan juga dapat Anda lakukan dengan menggunakan perban elastis. Di samping untuk mencegah terjadinya bengkak, penekanan ini juga dapat mengurangi pergerakan lutut sehingga dapat mencegah cedera yang lebih parah.

  • Elevation (angkat)

Terakhir, dalam posisi berbaring atau duduk, lakukan elevasi (pengangkatan) lutut yang mengalami cedera hingga kira-kira setinggi dada. Tindakan ini sebaiknya dilakukan hingga lutut yang cedera agak terasa membaik.

Cara-cara di atas adalah pertolongan pertama saat cedera lutut terjadi. Anda juga bisa menerapkan metode RICE untuk cedera bagian tubuh lainnya, khususnya yang melibatkan tulang, sendi, otot, dan ligamen.

Untuk mencegah cedera lutut yang dialami atlet semakin parah, disarankan untuk segera berobat ke dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Dengan demikian, cedera lutut bisa segera teratasi dan Anda dapat kembali bertanding untuk mendapatkan posisi juara di podium Asian Para Games.

[NB/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar