Sukses

6 Penyebab Pingsan Mendadak Setelah Donor Darah

Pernahkah Anda pingsan mendadak setelah melakukan donor darah? Hati-hati, bisa jadi ini yang jadi penyebabnya!

Klikdokter.com, Jakarta Donor darah merupakan kegiatan mulia yang dapat menyelamatkan nyawa sesama manusia. Selama prosesnya, seorang pendonor akan diambil darahnya sebanyak 250–500 ml untuk ditampung ke dalam bank darah.

Donor darah tidak bisa dilakukan oleh sembarang orang. Banyak persyaratan maupun persiapan yang harus benar-benar dilakukan, dipatuhi, dan tidak boleh dilanggar. Bila abai atau menganggap remeh, salah satu keluhan yang bisa timbul sebagai efek sampingnya adalah pingsan.

Penyebab pingsan setelah donor darah

Pingsan setelah donor darah bukanlah hal yang tidak mungkin terjadi. Adapun hal-hal yang bisa menjadi penyebab pingsan setelah donor darah, yaitu:

  1. Pendonor belum makan

Sebelum mendonorkan darah, pastikan Anda sudah makan. Usahakan untuk mengonsumsi makanan yang banyak mengandung zat besi, seperti sayur bayam, daging sapi, dan ikan.

Tidak makan sebelum melakukan donor darah merupakan salah satu hal yang bisa membuat Anda pingsan setelah melakukan kegiatan mulia tersebut.

  1. Kurang istirahat

Seorang pendonor diwajibkan untuk melakukan istirahat cukup dengan tidur selama delapan jam, khususnya satu hari sebelum donor darah dilakukan. Jika hal tersebut diabaikan atau sang pendonor tidak mendapatkan cukup tidur, yang akan terjadi kemudian adalah pusing bahkan pingsan.

  1. Stres

Saat pengambilan darah, ada beberapa pendonor yang merasa cemas bahkan stres. Keadaan tersebut bisa saja terjadi, apalagi bila sang pendonor takut melihat darah, jarum suntik, petugas medis, atau hal-hal lain yang bisa ditemui di ruang donor darah. Hal-hal seperti ini dapat mengganggu pikiran hingga akhirnya menyebabkan pusing dan pingsan setelah proses donor darah dilakukan.

  1. Gula darah rendah

Pendonor yang memiliki kadar gula darah rendah atau sangat rendah (hipoglikemia) berisiko sangat tinggi untuk merasakan keluhan badan lemas, tidak bertenaga, pusing hingga pingsan setelah proses donor darah.

  1. Gangguan irama jantung

Gangguan irama jantung dapat menyebabkan pendonor mengalami pusing atau pingsan setelah proses pengambilan darah. Atas dasar ini, orang yang ingin donor darah disarankan untuk melakukan pemeriksaan jantung terlebih dahulu.

  1. Kekurangan cairan atau dehidrasi

Pingsan setelah donor darah bisa saja terjadi jika sang pendonor mengalami kekurangan cairan di dalam tubuh alias dehidrasi.

Mencegah pingsan setelah donor darah

Jika Anda melakukan donor darah dan mengalami gejala pusing, pandangan gelap, lemas serta keringat dingin setelahnya, segera lakukan beberapa hal berikut ini agar keluhan tak semakin parah.

  • Segera duduk atau berbaring sejenak hingga keluhan menghilang. Jika memungkinkan, tinggikan posisi kaki melebihi dada.
  • Konsumsi air putih yang cukup untuk menggantikan cairan tubuh yang hilang.
  • Perbanyak konsumsi makanan yang tinggi zat besi, seperti daging merah, sayuran hijau, ikan, kacang-kacangan, dan hati.
  • Perbanyak konsumsi makanan yang mengandung asam folat untuk membantu pembentukan sel darah merah. Asam folat dapat ditemukan pada sayuran hijau, hati ayam, kacang tanah, jagung, jeruk, brokoli, dan roti gandum.
  • Perbanyak konsumsi makanan yang mengandung vitamin C seperti jeruk dan stroberi untuk membantu penyerapan zat besi di dalam tubuh
  • Setelah mendonorkan darah, Anda disarankan untuk menghindari aktivitas yang berlebihan.
  • Istirahat yang cukup, dengan tidur sekiranya delapan jam dalam sehari.

Donor darah memang bisa menyebabkan pusing atau pingsan setelahnya. Namun, dengan beragam persiapan sebelum hari donor datang, hal-hal seperti itu tentu bisa dicegah. Jadi, sebelum melakukan donor darah, jangan lupa untuk mempersiapkan diri dengan baik ya.

[NB/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar