Sukses

Hati-Hati, Diet Ini Berisiko Terhadap Kesehatan

Ingin menurunkan berat badan dengan coba-coba berbagai tren diet? Waspadalah, tiga diet yang populer ini bisa berisiko terhadap kondisi kesehatan.

 

Diet kerap diartikan sebagai mengatur pola makan dengan tujuan tertentu. Umumnya tindakan ini dikaitkan dengan proses untuk menurunkan berat badan.

Faktanya, tidak semua diet itu sehat. Ada berbagai jenis diet yang tergolong berbahaya bagi kesehatan. 

Informasi yang mudah didapat berkat internet ikut menjadi andil bagi seseorang untuk melakukan diet yang membahayakan kesehatan.

Karena ingin hasil instan, banyak orang mencoba berbagai jenis diet yang dibaca di internet tanpa melakukan konsultasi dengan dokter gizi. Padahal, dietnya bisa saja tergolong tidak sehat.

Apa saja jenis diet yang berbahaya bagi kesehatan? Berikut informasinya untuk Anda. 

1 dari 4 halaman

1. Diet Ketogenik

Diet ketogenik atau diet keto menerapkan pola makan minim karbohidrat tapi tinggi lemak.

Dengan begitu, terjadi proses ketosis di dalam tubuh, yaitu metabolisme tubuh saat lemak dijadikan sumber energi utama.

Tujuan utamanya adalah agar tubuh menggunakan sumber lemak sebagai pengganti glukosa sehingga dapat membakar sumber lemak tubuh sebanyak-banyaknya.

Artikel Lainnya: Sedang Jalani Diet Keto? Hindari Konsumsi Buah Ini!

Sayangnya, diet ini berbahaya karena dapat mengakibatkan kondisi-kondisi berikut:

  • Dehidrasi.
  • Kehilangan elektrolit.
  • Perut begah.
  • Mual.
  • Muntah.
  • Konstipasi.

Selain itu, diet ketosis berisiko terhadap penyempitan pembuluh darah yang berujung stroke dan serangan jantung.

2. Diet Paleo

Diet paleo menerapkan pola makan manusia pada zaman Paleolitikum atau zaman batu di purbakala.

Pada masa tersebut, makanan yang dikonsumsi berasal dari alam dan merupakan hasil buruan, seperti sayur, ikan, atau daging yang tentunya tidak melalui proses pengolahan. 

Efek buruk diet ini masih perlu pengamatan lebih lanjut. Sebab, diet ini membatasi konsumsi garam dan menghindari serealia, yang bisa dijadikan sumber serat.

3. Diet Mayo

Diet mayo adalah diet yang menerapkan beberapa aturan berikut:

  • Larangan konsumsi garam.
  • Minum air mineral dua liter per hari.
  • Hindari minum air dingin.
  • Konsumsi makanan rendah karbohidrat.
  • Makan malam dilakukan sebelum jam 6 sore.
  • Pola diet ini diterapkan selama 13 hari.

Diet ini tergolong tidak sehat karena sifat garam yang mengikat cairan tubuh dibatasi, sehingga penurunan berat badan terjadi karena terbuangnya cairan.

Anda berisiko mengalami dehidrasi, lemas, sulit fokus, dan berat badan akan cenderung melonjak ketika Anda berhenti menerapkan diet ini.

Artikel Lainnya: Diet Rendah Garam, Apa Manfaatnya bagi Kesehatan?

2 dari 4 halaman

4. Intermittent Fasting

Puasa intermiten atau diet puasa sempat booming karena dipopulerkan oleh salah satu artis dengan sebutan diet OCD.

Diet ini menghalalkan Anda makan apa saja, tetapi masih dalam periode jam tertentu yang disebut dengan jendela makan. Seiring waktu, periodenya semakin sempit.

Nah, di luar jendela makan yang ditentukan, Anda diharuskan berpuasa. 

Jenis diet ini termasuk ekstrem dan tergolong berbahaya bagi kesehatan. Pasalnya, setelah lemas seharian karena berpuasa, nantinya Anda malah terdorong makan banyak sebagai ajang ‘balas dendam’.

5. Diet Atkins

Penerapan diet Atkins mirip dengan diet keto. Anda diharuskan membatasi konsumsi makanan yang mengandung karbohidrat.

Selain membatasi karbohidrat, sumber lain seperti gula, buah, dan gandum pun tetap perlu dibatasi. 

Diet ini berbahaya karena bisa membuat tubuh Anda jadi lemas, pusing, dan sulit konsentrasi dalam menjalani hari.

Artikel Lainnya: Kiat Memilih Diet yang Cocok untuk Anda

6. Diet Makanan Bayi

Diet yang termasuk tidak sehat berikutnya adalah diet makanan bayi. Sesuai namanya, diet ini menerapkan pola makan layaknya bayi, mulai dari jenis makanan hingga porsinya.

Dilihat dari porsinya, tentu makanan yang Anda konsumsi akan lebih sedikit sehingga dapat menurunkan berat badan,

Namun, asupan nutrisi makanan bayi umumnya ditujukan untuk pertumbuhan sehingga berbeda dari kebutuhan nutrisi Anda yang sudah dewasa. 

7. Diet Alkaline

Diet ini menerapkan pola makan yang bersifat alkaline atau basa.

Karena pH tubuh yang bersifat asam, maka diseimbangkan dengan asupan makanan yang 70% bersifat basa, seperti kacang-kacangan, biji-bijian, dan cuka apel.

Diet alkaline melarang konsumsi susu, daging, dan makanan laut. Jenis diet ini tidak sehat karena asupan gizi yang Anda konsumsi menjadi tidak lengkap.

3 dari 4 halaman

8. Diet Bebas Gluten

Diet bebas gluten juga bisa membahayakan tubuh Anda jika dilakukan dengan sembarangan. Mengapa demikian?

Gluten adalah protein yang terkandung dalam biji-bijian, serealia, dan makanan bersumber dari tepung seperti roti, mie, dan pasta. 

Artikel Lainnya: Siapa Saja yang Perlu Diet Bebas Gluten?

Umumnya diet ini dilakukan oleh orang yang memiliki penyakit celiac. Jadi, apabila Anda tidak memiliki kondisi ini sebaiknya tidak menerapkan diet bebas gluten. 

Pasalnya, karbohidrat kompleks, vitamin, dan serat dari sumber makanan tersebut baik untuk tubuh.

9. Diet Sup

Diet sup adalah mengonsumsi sup sebagai sumber makanan utama. Diet ini berbahaya bagi kesehatan karena termasuk ekstrem.

Diet sup menerapkan aturan makan tanpa asupan karbohidrat dan protein. Padahal, keduanya dibutuhkan sebagai gizi yang harus terpenuhi sehari-harinya.

10. Diet Lemonade

Dikenal sebagai Master Cleanse Diet, diet ekstrem ini mengharuskan penganutnya mengonsumsi lemonade atau jus lemon yang ditambahkan sirup maple dan cabai rawit selama minimal 10 hari.

Asupan makanan tersebut dianggap untuk detoksifikasi usus. Padahal, sumber nutrisi dari pola diet ini tidak lengkap dan bisa dibilang sebagai diet berbahaya.

Mengetahui ada berbagai jenis diet berbahaya, sebaiknya konsultasikan dulu dengan dokter gizi sebelum menerapkan jenis diet tertentu. Anda tidak ingin, kan, tujuan utama untuk menurunkan berat badan malah berakhir dengan ancaman kesehatan?

Penting diingat, prinsip diet yaitu bergizi lengkap dan seimbang. Selama prinsip itu terpenuhi, seharusnya Anda tidak perlu khawatir.

Anda bisa konsultasi dengan dokter seputar pemilihan jenis diet yang tepat sesuai kondisi Anda melalui Live Chat di aplikasi Klikdokter.

[WA]

0 Komentar

Belum ada komentar