Sukses

Tips Penanganan bagi Orang yang Suka Bohong

Dalam bidang medis, orang yang suka bohong disebut pembohong patologis. Pernah bertemu orang seperti ini? Ini cara penanganannya.

Klikdokter.com, Jakarta Dalam bahasa medis, orang yang suka berbohong disebut sebagai pembohong patologis. Biasanya, mereka tidak dapat mengendalikan kebohongan yang keluar dari mulut mereka. Kebohongannya pun sering tidak ada manfaat yang jelas bagi mereka untuk melakukannya. Lantas, bagaimana penanganannya?

Tidak seperti orang “normal” yang berbohong demi bisa keluar dari masalah atau kerena alasan umum lainnya, alasan pembohong patologis berbohong adalah murni untuk berbohong, tak ada niat lainnya. Menurut Healthline, meskipun berbohong secara patologis telah diakui selama lebih dari satu abad, belum ada definisi universal yang jelas dari kondisi ini. Beberapa kebohongan patologis muncul sebagai akibat dari kondisi mental tertentu, seperti gangguan kepribadian antisosial (kadang disebut sebagai sosiopat).

Kondisi otak pembohong patologis

Sementara itu, otak seorang pembohong patologis berbeda dari otak orang normal. Mereka memiliki lebih banyak "materi putih" dan lebih sedikit "materi abu-abu" di korteks prefrontal mereka. Korteks prefrontal adalah area otak yang bertanggung jawab untuk pengambilan keputusan dan berperilaku dengan cara yang dapat diterima secara sosial.

"Materi putih" yang sedikit biasanya ditemukan pada individu yang tidak bisa berbohong. Contoh individu yang tidak bisa berbohong adalah mereka yang didiagnosis dengan autisme. Lebih banyak "materi putih" berarti lebih banyak berbohong, sedangkan terlalu banyak materi putih dapat diterjemahkan menjadi kebohongan yang bersifat patologis.

Ciri-ciri pembohong patologis

Selain tidak memiliki alasan ketika mengatakan dusta, orang dengan kondisi pembohong patologis memiliki ciri-ciri lain, yaitu:

  • Kisah-kisah yang mereka ceritakan biasanya dramatis, rumit, dan terperinci

Pembohong patologis adalah pendongeng yang hebat. Kebohongan mereka cenderung sangat detil dan berwarna-warni. Meskipun berlebihan, pembohong patologis mungkin sangat meyakinkan.

  • Mereka biasanya menggambarkan diri mereka sebagai pahlawan atau korban

Seiring dengan menjadikan diri mereka seperti pahlawan atau korban dalam cerita kebohongan mereka, para pembohong patologis cenderung mengatakan kebohongan yang tampaknya diarahkan untuk mendapatkan kekaguman, simpati, atau penerimaan orang lain.

  • Mereka kadang-kadang tampaknya memercayai kebohongan yang mereka katakan

Seorang pembohong patologis mengatakan kebohongan dan cerita di suatu tempat antara berbohong dan khayalan sadar. Mereka terkadang percaya pada kebohongan mereka sendiri.

Efek dari itu semua dapat menghambat hubungan, termasuk hubungan dengan keluarga, teman, dan orang lain yang signifikan. Ini karena hubungan tersebut dangkal, hanya berlandaskan pada kebohongan dan tipuan.

1 dari 2 halaman

Kenal dengan pembohong patologis? Ini cara penanganannya

Sering kali sulit untuk mengetahui cara menangani pembohong yang patologis yang mungkin tidak selalu sadar akan kebohongan mereka. Beberapa melakukannya begitu sering sehingga para ahli percaya bahwa mereka mungkin tidak mengetahui perbedaan antara fakta dan fiksi setelah beberapa waktu.

Pembohong patologis juga cenderung melakukannya secara alami. Mereka fasih dan tahu bagaimana terlibat dengan orang lain ketika berbicara. Mereka kreatif dan orisinal, serta pemikir cepat yang biasanya tidak menunjukkan tanda-tanda kebohongan umum, seperti jeda panjang atau penghindaran kontak mata. Ketika mengajukan pertanyaan, mereka dapat berbicara banyak tanpa pernah spesifik atau menjawab pertanyaan tersebut.

Namun, menurut Livestrong, pilihan pengobatan yang bisa dilakukan adalah dengan psikoterapi. Ini adalah titik awal perawatan yang baik bagi individu yang berbohong secara kompulsif. Masalahnya adalah bahwa mereka sering tidak mengakui bahwa mereka memiliki masalah. Pembohong patologis mungkin tidak dapat membedakan ketika mereka mengatakan yang sebenarnya atau ketika mereka berbohong.

Terapi perilaku kognitif (CBT) adalah tipe terapi spesifik yang mungkin berguna bagi individu yang tidak dapat berhenti berbohong. Dalam terapi perilaku kognitif, dokter akan mengeksplorasi mengapa seseorang merasa mereka harus berbohong, kesalahpahaman kognitif mereka tentang berbohong, efek emosional, dan perilaku dari kebohongan. Pembohong patologis juga harus diperiksa terkait gangguan kesehatan mental lainnya, seperti gangguan kepribadian. Jika ini menjadi kasusnya, obat psikiatri dapat membantu dalam hubungannya dengan psikoterapi. Obat psikiatri yang dimaksud adalah yang diresepkan oleh psikiater. Ini dapat membantu meringankan gejala pasien.

Namun, perlu diperhatikan bahwa pembohong patologis dapat mencoba memanipulasi dokter selama psikoterapi atau pemeriksaan obat. Ini karena mereka sangat terampil berbohong kepada orang lain. Penting untuk dicatat bahwa tidak mungkin untuk bekerja dengan pembohong patologis, kecuali mereka sepenuh hati bersedia melakukannya.

Tanpa Anda sadari, mungkin pembohong patologis ada di sekitar Anda. Jika ada keluarga, kerabat, atau teman dekat Anda yang sering melakukan kebohongan, coba cari tahu apakah ada kecenderungan ia merupakan pembohong patologis atau bukan. Jika ya, jangan kucilkan ia. Ajak ia baik-baik untuk menemui tenaga ahli agar kondisinya tersebut bisa ditangani dan kebiasaannya yang suka berbohong bisa dihentikan.

[RN/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar