Sukses

Mengenal Alergi Sperma yang Dialami Wanita

Pasangan menikah tentu ingin memiliki keturunan. Tapi, bagaimana bila sang wanita justru memiliki alergi sperma?

Klikdokter.com, Jakarta Tidak dimungkiri bagi pasangan suami istri, hubungan seksual menjadi salah satu faktor yang memengaruhi keharmonisan rumah tangga.  Namun, ceritanya bisa berbeda bila wanita memiliki alergi sperma. Apalagi bila pasangan tersebut ingin memiliki momongan. Penyakit ini tentu akan bisa memicu hubungan yang tidak harmonis dan bisa berujung pada perceraian.

Alergi sperma, kondisi apa itu?

Dijelaskan oleh dr. Ellen Theodora kepada KlikDokter, alergi sperma adalah reaksi alergi yang terjadi karena kandungan protein yang terdapat pada sperma pria. Kondisi ini bisa muncul pada saat melakukan hubungan seksual untuk pertama kali, dan bisa juga terjadi lagi di aktivitas seksual berikutnya.

Dampak dari alergi sperma yang dialami oleh wanita, biasanya berupa rasa gatal, bengkak, dan seperti terbakar pada vagina. Bila kondisi alergi cukup parah, gejala tersebut akan disertai bentol-bentol dan sesak napas.

“Reaksi tersebut biasanya muncul pada 10-30 menit dan paling lama 1 jam setelah kulit terkena paparan sperma. Kondisi tersebut dapat berlangung hingga 24 jam,” jelas dr. Ellen.

Namun bila gejala yang muncul tak kunjung reda, bisa jadi yang dialami bukanlah alergi sperma. Bila sudah demikian, disarankan untuk segera berkonsultasi dengan dokter.

Masalah kesehatan ini bisa jadi salah satu penyebab wanita mengalami stres atau depresi, terlebih lagi bila pasangan berambisi memiliki momongan. Hubungan pun menjadi penuh tekanan dan mengurangi keharmonisan rumah tangga.

Lalu, bagaimana cara mengetahui apakah memiliki alergi sperma? Dilansir dari situs berita TIME, cara memprediksi adanya alergi ini secara dini adalah dengan melihat perbedaan antara melakukan hubungan seksual tanpa kondom dan setelah memakai kondom.

Selain itu, tes paparan cairan semen pada kulit dan hasil pemeriksaan profil antibodi juga bisa dilakukan untuk mengonfirmasi ada atau tidaknya alergi sperma.

Meski terdengar seperti hal yang menggelikan, alergi sperma terbukti dialami oleh sebagian wanita. Berdasarkan jurnal Human Fertility dari British Fertility Society pada 2013, sebuah fakta ditemukan dari penelitian yang dilakukan oleh Dr. Michael Carroll dari Manchester Metropolitan University dan teman-temannya.

Pada kenyataannya, sekitar 40 ribu wanita di Amerika menderita alergi sperma. Penyakit ini rata-rata menyerang wanita di usia 20-30 tahun. Berdasarkan penelitian tersebut, allergen lebih banyak dipengaruhi protein kelenjar prostat dari sperma pria.

1 dari 2 halaman

Mencegah kekambuhan alergi sperma

Bila Anda terbukti alergi terhadap sperma, ada beberapa hal yang perlu Anda pehatikan agar kekambuhan akibat allergen tak sering terjadi. Dipaparkan dalam situs International Society for Sexual Medicine (ISSM), cara termudah untuk mengatasi alergi sperma adalah dengan memastikan tidak ada kontak dengan air mani atau cairan semen.

Biasanya, pasangan disarankan untuk melakukan hubungan seksual dengan menggunakan kondom. Selain itu, pasangan juga dapat melakukan coitus interruptus, dimana pria mengeluarkan penisnya dari vagina sebelum terjadi ejakulasi

Pilihan lain yang dapat dilakukan adalah intravaginal seminal graded challenge. Dalam prosedur ini, air mani pasangan akan diletakkan pada vagina wanita setiap 20 menit, dan secara bertahap jumlahnya ditambahkan hingga air mani dapat ditoleransi.

Pasangan yang memilih cara ini nantinya akan diminta untuk melakukan hubungan seksual setiap 48 jam untuk mempertahankan tingkat toleransi yang telah dicapai.

Sebagai tindakan pencegahan, ISSM menyarankan wanita yang memiliki alergi sperma untuk meletakkan epinephrine auto-injector atau EpiPen dalam jangkauan setiap akan berhubungan dengan pasangan. EpiPen ini biasa digunakan pada kasus reaksi anafilaksis yang mengancam jiwa.

Apakah wanita dengan alergi sperma bisa hamil?

Meski alergi sperma membatasi upaya wanita untuk melakukan hubungan seksual, dr. Astrid Wulan Kusumoastuti dari KlikDokter menjelaskan bahwa alergi sperma tidak perlu Anda khawatirkan. Anda tetap bisa memiliki keturunan meski memiliki alergi ini.

“Alergi sperma tidak memberikan efek pada kesuburan. Anda bisa tetap hamil dengan mencoba prosedur fertilisasi in vitro,” terangnya.

Selain itu, dilansir dari TIME, jika Anda memiliki alergi sperma dan tengah mencoba untuk memiliki momongan, cobalah untuk berkonsultasi dengan dokter. Biasanya akan diresepkan antihistamin profilaksis yang harus diminum 30-60 menit sebelum berhubungan seks.

Obat ini  jenis obat antiinflamasi yang dapat membantu Anda meredakan reaksi alergi sebelum menyerang.

Alergi sperma nyatanya dialami oleh sebagian wanita. Bila Anda mengalaminya, segera konsultasikan kondisi Anda pada dokter, agar segera diberikan penanganan yang tepat. Dengan demikian, Anda tetap dapat melakukan hubungan seksual dengan pasangan secara aman dan nyaman.

[RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar