Sukses

6 Penyebab Sesak Napas Saat Hamil

Salah satu keluhan yang dialami oleh ibu hamil adalah kesulitan bernapas. Ketahui penyebab sesak napas di masa kehamilan berikut ini.

Klikdokter.com, Jakarta Seperti dilansir dari situs kesehatan ibu dan anak Babyologist, memasuki trimester kedua masa kehamilan, ibu hamil akan mengalami keluhan sesak napas. Penyebabnya bisa beragam, mulai dari ukuran janin hingga adanya gangguan kesehatan yang dimiliki sang ibu.

Menurut dr. Dyan Mega Inderawati dari KlikDokter, rasa sesak napas nyatanya dirasakan oleh 60-70 persen ibu hamil. Hal ini cukup normal terjadi di masa kehamilan. Biasanya, keluhan ini muncul pada trimester pertama dan kedua. Pada trimester ketiga, keluhan ini akan berkurang dan semakin reda.

Namun, saat Anda mengalami sesak napas di masa kehamilan, pastikan dahulu penyebabnya. Lakukan pemeriksaan dengan dokter kebidanan dan kandungan. Bila memang ternyata sesak napas yang Anda alami disebabkan oleh adanya gangguan pada organ tubuh seperti jantung dan paru, Anda perlu pemeriksaan lebih lanjut - seperti mendengarkan suara paru atau bunyi detak jantung.

Ketahui penyebab kesulitan bernapas pada ibu hamil

Dilansir dari situs kesehatan Baby Center, sekitar 30 persen wanita yang mengalami sesak napas selama kehamilan dapat memperoleh serangan yang parah dan bisa membahayakan kondisi diri dan janin yang dikandungnya.

Jadi, ketahui penyebab sesak napas saat hamil yang dikumpulkan dari berbagai sumber berikut ini. Mungkin saja, salah satunya pernah Anda alami:

1. Janin tumbuh semakin besar

Bagaimanapun, tubuh ibu hamil memerlukan adaptasi ekstra saat memasuki trimester kedua, sebab janin tumbuh semakin besar dan menekan diafragma hingga posisinya naik sekitar 4 cm. Tekanan janin tersebut membuat kapasitas paru-paru semakin berkurang, sehingga memicu sesak napas. Meski demikian, Anda tak perlu cemas.

2. Perubahan hormonal

Dijelaskan oleh dr. Muhammad Anwar Irzan kepada KlikDokter, sesak napas di masa kehamilan juga bisa diakibatkan oleh terjadinya perubahan hormonal pada ibu hamil.

“Hormon progesteron mampu mengubah cara darah untuk mengabsorbsi oksigen dari organ paru, sehingga tubuh menjadi lebih sensitif terhadap kadar karbondioksida yang dikeluarkan oleh tubuh,” jelasnya.

3. Flu

Beri tahu dokter kandungan dan kebidanan Anda jika timbul kesulitan bernapas karena adanya penyakit pernapasan seperti flu. Wanita hamil dengan penyakit pernapasan sering memiliki gejala yang lebih serius dan lebih mungkin terjadi komplikasi, seperti pada pasien pneumonia atau paru-paru basah.

Oleh sebab itu, sangat penting bagi ibu hamil untuk mendapatkan vaksin influenza di masa kehamilan. Konsultasikan pada dokter Anda penanganan yang terbaik, dan pencegahan yang perlu dilakukan setelahnya.

4. Perubahan cara pembekuan darah

Selama hamil, proses pembekuan darah di dalam tubuh bisa saja berubah. Jika mengalami hal ini, darah di tubuh Anda berisiko menggumpal dan masuk ke dalam organ paru. Meski jarang terjadi, kondisi ini cukup serius dan membutuhkan penanganan segera.

5. Kekurangan zat besi

Sesak napas bisa menjadi tanda bahwa Anda kekurangan zat besi atau anemia. Jika Anda memiliki anemia, saat hamil tubuh Anda harus bekerja lebih keras untuk menyediakan oksigen yang cukup bagi Anda dan si Kecil.

Meski kondisi ini lebih sering terjadi pada kehamilan kembar, periksakan kadar zat besi Anda bila mengalami keluhan sesak napas.

6. Asma

Apabila Anda memang memiliki penyakit asma, bicarakan kondisi Anda dengan dokter. Jika tidak mendapatkan penanganan yang tepat, risiko yang akan dialami Anda dan janin akan sangat berbahaya. Hal ini seperti dilansir dari laman situs kesehatan Healthline.

1 dari 2 halaman

Tips bebas sesak napas selama hamil

Tanpa adanya penyakit tertentu, jika Anda mengalami sesak napas saat hamil, hal itu  normal. Namun agar sesak yang dirasakan tidak terlalu mengganggu dan segera hilang, lakukan kiat-kiat berikut ini:

  • Perhatikan postur tubuh

Pertahankan postur tubuh yang baik saat Anda duduk atau berdiri. Disarankan oleh dr. Muhammad Anwar Irzan, hindari posisi tubuh membungkuk. “Atur posisi duduk menjadi tegak, Tarik bahu ke belakang, sehingga organ paru memiliki ruang untuk mengembang secara maksimal,” ucapnya.

  • Gunakan bantal tambahan saat tidur

Letakkan beberapa bantal di bawah tubuh bagian atas Anda hingga berada pada posisi seperti semi duduk sambil bersandar pada bantal. Cara ini akan mengurangi tekanan uterus terhadap paru-paru.

  • Jangan berlebihan dalam beraktivitas

Saat kesulitan bernapas, lebih baik pelankan ritme Anda dalam beraktivitas, baik itu saat berolahraga, hanya berjalan-jalan, atau melakukan pekerjaan rumah tangga. Kenali isyarat tubuh Anda untuk memperlambat gerakan atau bahkan menghentikannya.

  • Latihan aerobik

Aerobik cukup efektif untuk meningkatkan pernapasan dan menurunkan denyut nadi Anda. Tapi, pastikan Anda telah berkonsultasi dengan dokter sebelum melakukan program ini.

  • Yoga prenatal

Pernapasan adalah pusat latihan yoga, dan peregangan tubuh dapat memperbaiki postur tubuh serta memberi Anda lebih banyak ruang untuk bernapas.

  • Cukup istirahat

Beristirahatlah dengan cukup untuk menghindari tubuh terasa lemah dan berakibat pada kesulitan bernapas.

Kondisi sesak napas pada saat hamil memang wajar dialami di masa kehamilan. Meski demikian, ada beberapa kondisi kesehatan yang bisa memicu munculnya keluhan ini. Periksakan kondisi kehamilan Anda secara menyeluruh serta berkonsultasilah kepada dokter kandungan dan kebidanan seputar penanganan yang tepat. Baca artikel lainnya di sini.

[RVS]

 

 

0 Komentar

Belum ada komentar