Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • 11 Kebiasaan Wanita yang Bisa Merusak Kecantikan dan Kulit

11 Kebiasaan Wanita yang Bisa Merusak Kecantikan dan Kulit

Sepintas, kebiasaan ini tidak memang terlihat biasa saja. Tapi jika terus dilakukan, efeknya bisa memengaruhi kecantikan dan kulit Anda.

Klikdokter.com, Jakarta Sudah rajin pakai serum malam, tapi masih merokok atau mengonsumsi makanan tinggi gula? Anda mungkin menganggap itu biasa saja dan tak memengaruhi kecantikan. “Kan sudah pakai serum,” mungkin begitu pembelaan Anda. Tapi sebenarnya, kebiasaan merokok atau makan yang manis-manis sama saja dengan membiarkan sel-sel kulit Anda menua sebelum waktunya.

Ya, ada banyak sekali faktor yang bisa memengaruhi keadaan kulit, salah satunya kebiasaan sehari-hari. Mulai dari merokok, pola makan buruk, hingga abai dengan tabir surya. Sepintas, kebiasaan ini memang terlihat tak berbahaya karena pertama, tidak langsung memberikan dampak nyata dan kedua, semua orang yang Anda kenal melakukannya.

Tapi jangan terlalu lengah. Bila Anda melakukannya terus-menerus, bukan tak mungkin kebiasaan tersebut dapat memengaruhi kecantikan Anda dalam jangka panjang. Agar lebih waspada, ketahuilah sebelas kebiasaan yang sering kali dianggap sepele tapi nyatanya mampu merusak penampilan luar dan dalam Anda:

  1. Tidak mencuci wajah sebelum tidur

Salah satu hal yang tak boleh Anda lewatkan sebelum tidur adalah membersihkan wajah dengan benar. Nyatanya, walaupun wajah tidak terlihat kotor, tentunya masih terdapat partikel-partikel debu, kotoran, dan sisa riasan yang menempel pada kulit. Jika tidak dibersihkan, pori-pori kulit Anda dapat tersumbat yang kemudian berisiko memunculkan jerawat-jerawat bandel.

  1. Merokok

Nikotin mengurangi aliran darah ke kulit sehingga tidak mendapat oksigen dan nutrisi yang cukup. Selain itu, bahan kimia yang terdapat pada rokok merusak protein kolagen dan elastin yang memberi struktur pada kulit. Biasanya kulit perokok akan tipis, kusam, lebih banyak keriput, dan kemampuan untuk penyembuhan menjadi berkurang.

Ditambah lagi dengan bertahun-tahun menahan rokok dengan bibir atau menyipitkan mata untuk menghindari asap. Hal ini membuat garis pada wajah lebih dalam dan memicu lebih banyak kerutan.

1 dari 4 halaman

Selanjutnya

  1. Tidak menggunakan tabir surya

Paparan sinar matahari akibat sinar UV dapat menyebabkan penuaan dini dan kanker kulit. Tak hanya diperlukan saat cuaca panas, tabir surya sebaiknya juga digunakan ketika cuaca dingin karena sinar UV tetap bisa membakar kulit bahkan saat matahari tertutup mendung.

Gunakanlah tabir surya dengan SPF minimal 30 dengan spektrum luas yang memblok sinar UVA dan UVB. Jika berada di luar ruangan, oleskan ulang setiap dua jam sekali. Pastikan jumlah yang digunakan cukup, yaitu satu sendok teh penuh untuk satu wajah termasuk garis rambut, sekitar hidung, dan bawah dagu.

  1. Mengonsumsi makanan tinggi gula

Beberapa studi menemukan bahwa diet tinggi gula dapat mempercepat proses penuaan. Ini termasuk camilan manis seperti lolipop dan es krim, serta karbohidrat olahan seperti roti putih dan pasta.

Pola makan yang ramah kulit adalah yang kaya sayuran, buah-buahan, dan gandum utuh. Peneliti mengatakan bahwa buah dan sayuran segar membantu mencegah kerusakan yang dapat menyebabkan penuaan kulit, serta memiliki sifat antioksidan yang dapat membantu memperbaiki kulit.

  1. Mengutak-atik jerawat

Rasanya gemas melihat jerawat bertengger di pipi: merah dan bulat menggembung. Anda pun jadi tergoda untuk memecahkannya. Jika Anda memang sering melakukannya, hentikanlah kebiasaan buruk ini. Pasalnya, mengutak-atik jerawat dengan tangan dapat memicu terbentuknya jaringan parut dan menyebabkan infeksi.

Pengobatan yang paling umum dan efektif digunakan untuk jerawat adalah benzoil peroksida dan asam salisilat. Perlu diingat bahwa setiap produk berbeda karena dapat memiliki kadar bahan yang berbeda-beda. Konsentrasi tinggi pada pengobatan dapat memicu iritasi, terutama pada kulit yang sensitif.

Kadar yang direkomendasikan yaitu benzoil peroksida 2,5% dan untuk asam salisilat sebesar 2%, karena cukup lembut pada kebanyakan orang. Tapi bila mengalami kemerahan, Anda dapat menurunkan konsentrasinya lebih rendah lagi.

2 dari 4 halaman

Selanjutnya (2)

  1. Melakukan eksfoliasi kulit berlebihan

Adanya sisik pada kulit merupakan salah satu tanda awal dari kekeringan. Meski eksfoliasi akan mengelupaskan kulit-kulit yang longgar pada area tertentu, tapi penanganan ini sebenarnya dapat mengganggu pembatas yang menyeimbangkan kelembapan pada kulit.

Untuk mengatasi kekeringan sebaiknya dengan menambahkan hidrasi pada kulit. Penggunaan losion dan krim bebas wewangian dengan pelembap seperti glycerin, dimethicone, petrolatum, dan butter seperti cocoa dan shea dapat membantu mengatasi masalah kulit kering.

  1. Minum kopi terlalu banyak

Satu cangkir kopi sehari dapat bermanfaat, namun terlalu banyak kopi dalam sehari dapat menyebabkan dehidrasi pada kulit. Ingat, kulit membutuhkan hidrasi yang cukup sehingga Anda perlu membatasi konsumsi kopi per hari. Perbanyak juga minum air putih agar kulit senantiasa segar, lembap, sekaligus bercahaya.

  1. Minum alkohol terlalu banyak

Konsumsi alkohol berlebih dapat menyebabkan dehidrasi pada kulit dan menghilangkan minyak alaminya. Hal ini pada akhirnya akan membuat kulit sangat kering. Kulit kering tentunya membutuhkan perawatan lebih untuk membuatnya tampak baik dan sehat. Selain itu, alkohol juga dapat menyebabkan kerusakan permanen pada kulit.

3 dari 4 halaman

Selanjutnya (3)

  1. Kurang tidur

Kulit akan membuat kolagen baru ketika Anda tidur, yang merupakan bagian dari proses perbaikan tubuh. Semakin banyak kolagen berarti kulit menjadi lebih sehat dan cenderung tidak mengeriput. Untuk mendapatkan kulit yang sehat, orang dewasa direkomendasikan untuk tidur sebanyak 7-8 jam setiap malam.

  1. Mandi air panas

Mandi air panas dapat menghilangkan lapisan paling luar kulit. Semakin lama mandi dan semakin panas air digunakan, semakin kulit menjadi kering. Kulit yang kering tentunya akan membuat Anda terlihat kurang segar. Jadi pastikan suhu air yang digunakan untuk mandi tidak terlalu panas.

  1. Menjilat bibir

Menjilati bibir bukanlah cara yang tepat untuk melembapkan bibir. Justru bibir Anda akan menjadi lebih kering dan pecah-pecah. Ini karena air liur menguap dengan cepat sehingga menghilangkan minyak alami kulit. Alhasil bibir Anda akan lebih kering daripada sebelumnya.

Di luar perawatan kecantikan yang rutin, kebiasaan-kebiasaan tertentu juga harus diperhatikan. Kebiasaan merokok, tidak menggunakan tabir surya, hingga mandi air panas nyatanya dapat menyebabkan kulit rusak. Jadi, hindarilah kebiasaan-kebiasaan yang telah dipaparkan di atas, jika ingin kulit selalu sehat dan tampak awet muda.

[RS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar