Sukses

Harapan di Balik Botol Susu Motif Batik dari Pigeon

Pada Hari Batik Nasional, Pigeon meluncurkan botol susu bermotif batik. Setiap motif menyimpan filosofi penuh harapan akan masa depan anak.

Klikdokter.com, Jakarta Sudah empat tahun sudah Pigeon berkomitmen dengan kepeduliannya terhadap pelestarian budaya lokal, khususnya batik. Komitmen ini bertujuan untuk memperkenalkan budaya Tanah Air kepada anak sedini mungkin lewat produk botol susunya. 

Tahun ini, Pigeon kembali menggandeng desainer berbakat Iwet Ramadhan untuk memperkenalkan botol motif batik terbaru dengan karakter burung merak dan motif batik parang.

“Burung merak adalah simbol kesuksesan. Burung merak sering digunakan sebagai simbol pencapaian. Tak hanya itu, meski burung merak punya karakter tukang flirting, tapi ia setia, sehingga merak juga merupakan simbol kesetiaan. Motif burung merak ini merupakan harapan agar nantinya anak meraih kesuksesan dan punya integritas,” cerita Iwet tentang motif botol batik terbaru Pigeon.

Tak hanya burung merak, ada pula motif parang yang melambangkan keberanian, kepemimpinan, kesuksesan, dan kejayaan. Selain itu, juga terdapat motif sulur yang merupakan bakal tumbuhan yang maknanya agar dapat berkembang dengan baik, serta motif seruni yang merupakan simbol dari cinta.

Senantiasa mendukung program ASI eksklusif

Selama 60 tahun hadir di Indonesia, Pigeon tak henti mendukung penuh program pemerintah dalam pemberian ASI eksklusif selama 6 bulan sejak bayi dilahirkan. Namun, faktanya tak semua ibu bisa memberikan ASI secara ekslusif karena beberapa hal, misalnya saat ibu bekerja di luar rumah, ibu sedang sakit, atau kondisi bayi berkebutuhan khusus seperti bayi lahir prematur dan bayi bibir sumbing.

Inilah yang kemudian mendorong Pigeon untuk terus berinovasi dengan mengembangkan penelitian mengenai perilaku menyusu pada bayi yang baru lahir, dengan tujuan agar ibu dapat memberikan ASI kepada bayinya.

Produk-produk dot dan botol susu pun dikembangkan sedemikian rupa. Pengembangan itu berdasarkan hasil penelitian tentang proses bayi menyusu ASI secara alami. Tujuannya agar saat menggunakan botol susu, bayi seperti menyusu secara alami.

1 dari 2 halaman

Beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum memberi bayi botol susu

Memilih botol susu untuk bayi bisa jadi memusingkan, apalagi dengan banyaknya jenis atau brand yang beredar. Dirangkum dari berbagai sumber, beberapa poin di bawah ini bisa Anda jadikan sebagai panduan dalam memilih botol susu bayi yang tepat dan hal-hal lainnya.

  1. Pilih produk yang mana?

Sebetulnya tak ada panduan pasti mengenai hal ini. Anda tak akan tahu sampai bayi mencobanya. Dilansir dari laman BabyGizmo, Anda dianjurkan untuk memilih botol susu yang punya fitur yang dapat meminimalkan busa. Tujuannya adalah untuk mencegah perut bayi kembung. Pilih juga botol susu yang berlabel “BPA-free”.

  1. Kapan bayi diperkenalkan dengan botol susu?

Hal yang terpenting adalah upayakan bayi untuk menyelesaikan ASI eksklusifnya. Jika Anda ingin memberikan botol susu, biasanya butuh waktu hingga bayi mau “menerimanya”. Hindari memberikan bayi botol susu terlalu dini karena terkadang bayi jadi cenderung lebih memilih botol dibandingkan dengan menyusu langsung.

  1. Dot seperti apa yang tepat?

Dot biasanya terbuat dari lateks atau silikon. Dot berbahan lateks biasanya lebih lembut dan fleksibel, tetapi penggunaannya tak bisa bertahan lama. Ada pula bayi yang alergi terhadap lateks. Sedangkan dot dari silikon lebih kuat dan awet.

Mengenai bentuk, dot biasanya berbentuk lonceng atau kubah. Ada pula dot ortodontik yang dirancang menyesuaikan langit dan gusi bayi. Dot ini punya ujung bola yang lebih datar dan bertumpu pada lidah bayi. Dot dengan ujung datar atau lebar lebih mirip seperti puting payudara ibu, sehingga bayi dipercaya lebih nyaman.

Apa pun alasan ibu memberikan botol susu pada bayi, upayakan untuk tetap memberikan ASI ekslusif demi pemenuhan nutrisi penting pada bayi. Jika memang Anda merasa perlu untuk membeli botol susu bayi, pilihlah produk terbaik, dan jika perlu berkonsultasilah dengan dokter sebelum pergi membeli.

[RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar