Sukses

Anak Doyan Makanan Instan, Awas Gangguan Pencernaan

Makanan instan memang tidak merepotkan dan disukai anak-anak karena rasanya. Tapi awas, gangguan pencernaan mengintai.

Klikdokter.com, Jakarta Dalam era serba cepat seperti saat ini, makanan instan adalah salah satu jenis asupan yang sering dijadikan pilihan, termasuk untuk anak. Lebih simpel, tidak butuh banyak waktu dalam menyiapkannya, dan rasanya lumayan enak.

Namun, di balik kemudahan yang ditawarkan, faktanya makanan instan tidak mengandung banyak zat gizi yang dibutuhkan oleh anak. Bahkan, tak sedikit makanan instan yang berpotensi menyebabkan gangguan saluran pencernaan, apalagi bila dikonsumsi oleh anak. Hal ini disebabkan oleh kandungan bahan pengawet yang ada di dalam makanan instan tersebut.

Ambil contoh, mi instan. Jenis makanan instan yang satu itu mengandung bahan pengawet yang dinamakan tertiary-butyl hydroquinone (TBHQ).

Menurut dr. Mega Putri, TBHQ adalah bahan pengawet yang biasanya disebut sebagai ‘antioksidan’ meski yang terkandung di dalamnya bukanlah antioksidan natural.

“TBHQ merupakan bahan kimia sintetis dengan properti antioksidan. Bahan kimia tersebut mencegah oksidasi lemak dan minyak sehingga dapat membuat makanan tidak cepat tengik,” kata dr. Mega.

TBHQ, lanjut dr. Mega, aman untuk dikonsumsi apabila tidak lebih dari 0–0,5 mg/kg berat badan. Akan tetapi, walaupun terdapat batas aman, sebaiknya anak maupun orang dewasa tidak mengonsumsinya sama sekali. Pasalnya, terlalu banyak paparan TBHQ pada tubuh bisa menyebabkan terjadinya iritasi pada dinding lambung. Sebagai akibatnya, yang terjadi adalah mual dan muntah, telinga berdenging, bahkan penurunan kesadaran.

“Apabila dikonsumsi dalam jumlah yang sedikit, tubuh masih bisa mengeliminasi TBHQ dengan baik. Tetapi apabila dikonsumsi dalam jumlah yang banyak maka akan berdampak buruk pada organ pencernaan,” jelas dr. Mega.

Perhatikan asupan untuk anak Anda

Dibanding makanan instan yang lebih banyak membuat pencernaan bermasalah, lebih baik mengolah makanan sendiri yang sehat untuk Anak. Sebagai orang tua, usahakan berikan makanan terbaik untuk anak Anda.

Menurut dr. Dyah Novita Anggraini dari KlikDokter, cobalah untuk menyajikan makanan yang mengandung banyak serat seperti buah dan sayur.

“Serat sangat baik untuk menjaga kesehatan saluran pencernaan. Sebab zat ini mempermudah makanan sampai di saluran pencernaan bagian bawah, yang akan mencegah terjadinya gangguan kesehatan terkait pencernaan,” tutur dr. Vita

Selain itu, ajarkan pula anak Anda untuk memiliki pola makan yang teratur. Ini adalah kunci untuk menjaga kesehatan saluran cerna yang paling utama.

“Makan sedikit tapi sering lebih baik daripada sekaligus makan banyak dalam satu tapi jarang,” jelas dr. Vita.

Perlu Anda ketahui, lambung memproduksi zat asam yang dipergunakan untuk mencerna makanan. Jika kadar asam lambung terus bertambah tapi tidak ada makanan yang bisa diolah akibat pola makan tidak teratur, maka asam lambung tersebut berpotensi melukai lambung.

Terakhir, jangan lupa untuk mengajarkan anak pentingnya minum air putih. Selain untuk mencegah dehidrasi atau kekurangan cairan, konsumsi air putih juga bermanfaat untuk menunjang proses pelarutan gizi dari makanan agar tubuh mudah menyerapnya.

Jadi, mulai saat ini, pastikan anak Anda tidak mengonsumsi makanan instan terlalu sering atau benar-benar menghindarinya sama sekali. Akan lebih baik bila si Kecil diberikan asupan yang sehat seperti buah dan sayur. Dengan demikian, kesehatan saluran pencernaan anak terus terjaga dengan baik dan proses tumbuh kembangnya berlangsung optimal.

(NB/ RH)

0 Komentar

Belum ada komentar