Sukses

Ini Alasan Mengapa Anak Sebaiknya Tidak Diberi Gawai

Medis tidak menganjurkan orang tua untuk memberikan gawai pada anak. Cari tahu alasannya di sini.

Klikdokter.com, Jakarta Di era saat ini, penggunaan gawai merupakan hal yang lazim dilakukan oleh semua orang di setiap kategori usia. Ya, gawai bahkan sudah menjangkau mereka yang masih berada di usia anak-anak.

Bagi anak, gawai merupakan suatu alat yang sangat menarik. Dalam sebuah layar kecil tersebut, mereka dapat melihat berbagai bentuk, berwarna, bergerak, dan berbunyi. Hal ini tentu saja sangat menakjubkan di pikiran seorang anak yang belum lama mengenal dunia.

Namun, penggunaan gawai yang tidak bijaksana dapat memberikan efek negatif terhadap kehidupan anak. Apa saja?

1. Mengganggu perkembangan bicara

Penggunaan gawai pada anak dapat menyebabkan gangguan bicara, karena pada dasarnya menyebabkan interaksi satu arah saja. Anak-anak tidak dapat memberikan respons verbal secara dua arah, yang penting dan diperlukan dalam belajar berbicara. 

2. Meningkatkan risiko obesitas dan gangguan belajar

Menggunakan gawai dapat menyita waktu anak, dan membuatnya enggan untuk aktif bergerak. Padahal, aktivitas fisik sangat penting untuk mencegah anak dari risiko obesitas atau kelebihan berat badan.

Selain itu, aktivitas fisik juga merupakan sarana belajar yang penting, terutama bagi anak-anak usia dini. Ini karena aktivitas fisik terbukti efektif untuk mengaktifkan seluruh indra tubuhnya dalam berbagai proses pembelajaran. Misalnya, dengan memegang langsung benda yang halus dan kasar menggunakan tangannya, maka anak dapat belajar dengan indera perabanya.

3. Meningkatkan risiko gangguan interaksi sosial

Menggunakan gawai dapat membatasi interaksi sosial muka-dengan-muka. Padahal, anak belajar mengenali emosi di sekitarnya dan belajar mengendalikan emosinya dengan melihat respons orang lain dengan berinteraksi langsung.

4. Meningkatkan risiko gangguan tidur

Berbagai penelitian menyebutkan bahwa penggunaan gawai dapat menyebabkan gangguan tidur pada orang dewasa. Hal ini ternyata juga berlaku pada anak, karena mereka dapat begitu asyik bermain gawai sehingga melupakan segala sesuatu yang harus dilakukannya, termasuk tidur.

Jika Anda tak ingin si Kecil mengalami hal-hal di atas akibat gawai, berikut beberapa upaya yang bisa dilakukan:

  • Dampingi anak

Dengan mendampingi anak pada saat menggunakan gawai, orang tua dapat menciptakan proses interaksi dan bonding. Hal ini membuat kondisi anak yang menggunakan gawai tidak lagi hanya sebagai kegiatan satu arah.

  • Batasi penggunaan

Berikan batasan waktu penggunaan gawai pada anak. Berdasarkan rekomendasi dari Association of American Pediatrics, anak 18–24 bulan tidak dianjurkan untuk terpapar gawai sama sekali. Sementara pada anak usia 2-5 tahun, waktu penggunaan gawai dan menonton televisi hanya selama satu jam dalam sehari dengan menonton program yang berkualitas baik dan sesuai dengan usianya.

  • Selektif

Tidak semua program maupun aplikasi yang berlabel edukatif dan interaktif benar-benar bermanfaat demikian. Orang tua harus jeli dalam memilih program dan aplikasi yang memang telah teruji baik dan bermanfaat untuk anak.

Ingatlah bahwa teknologi dapat menjadi kawan maupun lawan bagi anak. Hal ini bergantung pada orang tua dalam menyikapi, mendampingi, mendidik dan membesarkan anak di era teknologi ini. Karena itu, jadilah orang tua yang bijak dan bertanggung jawab, agar si Kecil tidak terjerumus pada jerat gawai.

[NB/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar