Sukses

Atlet Asian Para Games, Hindari Konsumsi Minuman Ini!

Atlet Asian Para Games 2018 harus memperhatikan asupan cairan mereka. Akan tetapi, ada beberapa minuman yang harus dihindari.

Klikdokter.com, Jakarta Pesta olahraga penyandang disabilitas se-Asia atau Asian Para Games 2018 akan segera dimulai di Jakarta pada 6 Oktober 2018. Selama sepekan, atlet terbaik dari seluruh negara Asia akan bertanding dan berjuang mengharumkan nama bangsa masing-masing.

Sebelum tiba hari pertandingan, para atlet pasti melakukan segudang persiapan agar performa di lapangan bisa terus maksimal. Namun, segala persiapan yang sudah dilakukan bisa saja buyar seketika akibat mengonsumsi sembarang minuman.

Jenis minuman yang dilarang

Alangkah baiknya jika para atlet memilih minuman dengan bijak. Salah memilih minuman bisa berdampak negatif pada performa di lapangan. Hal ini tentu akan menghalangi mimpi seorang atlet untuk meraih posisi podium yang paling tinggi.

Berdasarkan keterangan dr. Sepriani Timurtini Limbong dari KlikDokter, berikut ini deretan minuman yang sebaiknya tidak dikonsumsi oleh atlet Asian Para Games 2018:

1. Alkohol

Alkohol berada di daftar teratas untuk jenis minuman yang perlu dihindari oleh atlet. Pasalnya, minuman ini memiliki efek menghambat masuknya ion kalsium ke dalam otot, sehingga otot akan kehilangan kekuatan dan sulit berkontraksi. Akibatnya, atlet akan kesulitan dalam bergerak.

Di sisi lain, alkohol juga bersifat diuretik. Efek ini akan membuat orang yang mengonsumsi alkohol menjadi lebih sering buang air kecil. Alhasil, mereka akan kehilangan cairan dalam jumlah banyak dalam waktu cepat.

Tak berhenti disitu, alkohol pun dapat memicu kondisi hipoglikemia―yaitu ketika kadar gula darah dalam tubuh (glukosa) berada di kadar yang paling rendah. Padahal, atlet memerlukan glukosa sebagai sumber energi.

2. Minuman berenergi

Produsen minuman berenergi selalu menyebut minuman yang mereka produksi bisa menambah energi, padahal nyatanya tidak. Menurut dr. Sepri, minuman berenergi umumnya mengandung kafein dan gula yang cukup tinggi, yaitu mencapai 160 mg atau setara dengan dua cangkir kopi hitam.

Kafein mengandung zat stimulan yang dapat meningkatkan detak jantung dan metabolisme dalam tubuh. Untuk efek jangka pendek, minuman ini bagus karena membuat Anda mendapatkan energi lebih. Namun di balik itu, tubuh menjadi cepat lelah. Bahkan, beberapa ahli percaya bahwa minuman berenergi juga bisa memicu terjadinya penyakit tekanan darah tinggi atau hipertensi.

3. Jus buah dalam kemasan

Jus buah dalam kemasan sering dijadikan sebagai pilihan minuman karena dianggap lebih sehat lantaran mengandung ekstrak buah. Namun pada kenyataannya, jus buah dalam kemasan tidaklah sesehat itu, karena mengandung kadar gula yang sangat tinggi.

Dalam satu kemasan jus buah, bisa terdapat 39 gram gula dan 100–200 kalori. Jumlah tersebut tiga kali lebih banyak dibandingkan dengan jumlah gula dan kalori dalam potongan buah asli.

Gula memang dapat menjadi sumber energi, tetapi gula dalam jus buah kemasan adalah gula simpleks yang bila dikonsumsi dalam jumlah tinggi malah akan menyebabkan badan lemas.

4. Minuman ringan bersoda

Minuman ringan bersoda (berkarbonasi) masuk ke dalam kategori minuman tinggi kalori, yang nihil kandungan gizinya. Atlet yang mengonsumsi minuman seperti ini akan merasa kenyang dan kehilangan keinginan untuk makan asupan sehat.

Selain itu, jenis soda, terutama yang berwarna gelap, mengandung fosfor yang dapat menghambat penyerapan kalsium dalam tubuh. Padahal, kalsium dibutuhkan untuk kesehatan tulang agar tidak mudah rapuh. Bagi atlet, hal ini tentu merugikan karena mereka memerlukan tulang yang kuat untuk dapat bergerak dengan gesit dan lincah di lapangan.

Itu adalah deretan minuman yang sebaiknya tidak dikonsumsi oleh para atlet yang bertanding di Asian Para Games 2018. Daripada mengonsumsi minuman tersebut, akan lebih baik bila para altet menjadikan air putih atau air kelapa murni sebagai pilihan utama. Intinya, hindari keempat minuman yang telah disebutkan di atas, agar performa saat bertanding bisa lebih maksimal.

[NB/ RVS]

2 Komentar