Sukses

Amankah Menyusui Usai Implan Payudara?

Banyak ibu yang bertanya-tanya apakah aman menyusui setelah melakukan implan payudara. Mari ketahui jawabannya bersama di sini.

Klikdokter.com, Jakarta Selain merupakan aset kecantikan dan daya tarik, payudara wanita juga merupakan sumber ASI. ASI adalah asupan terbaik untuk memenuhi nutrisi esensial sang buah hati. Penggunaan implan payudara sebagai salah satu cara untuk memperbesar payudara tak jarang menjadi andalan banyak wanita. Namun, apakah wanita dengan implan payudara aman atau masih bisa dengan lancar menyusui?

Tak sedikit wanita yang menganggap payudara besar atau penuh lebih menarik, sehingga inilah yang memotivasi mereka untuk melakukan pembesaran payudara. Salah satu cara paling populer adalah dengan implan payudara.

Begini prosedur implan payudara

Dokter ahli atau spesialis bedah plastik kompeten dapat melakukan prosedur pemasangan implan payudara. Operasi dilakukan dengan membuat luka pada lipatan bawah payudara, bawah tangan, atau sekitar puting untuk menyamarkan luka operasi. Pemilihan area luka dibuat tergantung dari bentuk tubuh masing-masing pasien, tipe implan yang digunakan, dan seberapa besar implan payudara yang akan dimasukkan.

Nantinya, implan payudara akan diletakkan pada kantong di atas atau di bawah otot dada. Setelah implan dimasukkan ke dada, luka operasi akan ditutup menggunakan jahitan atau plester bedah.

Setelah operasi, mungkin akan terdapat selang untuk drainase cairan dalam payudara yang akan dilepaskan dalam beberapa hari. Tak hanya itu, pasien juga harus mengenakan bra khusus selama masa penyembuhan. Salah satu hal yang harus dihindari adalah mengangkat beban berat setidaknya hingga 2 bulan.

Apakah wanita dengan implan payudara bisa menyusui dengan aman?

Ibu yang memiliki implan payudara masih dapat menyusui sang buah hati. Sebuah ulasan di “International Breastfeeding Journal” menemukan, bahkan ibu dengan impan masih bisa menyusui. Namun, mereka lebih sedikit menyusui bayinya secara eksklusif dibandingkan dengan ibu lainnya tanpa implan payudara.

Biasanya, prosedur pemasangan implan tidak akan melibatkan saluran atau area payudara penghasil air susu. Bahan, implan yang sekarang pun hampir tidak mungkin akan masuk ke dalam air susu. Meski begitu, risiko pembesaran payudara yang dapat memengaruhi aktivitas menyusui tergantung dari prosedur yang dijalani.

1 dari 2 halaman

Prosedur implan payudara yang dapat memengaruhi ASI

Prosedur implan yang dimasukkan melalui lipatan payudara lalu dimasukkan ke belakang otot dinding dada, tidak akan memengaruhi ASI. Beda halnya dengan implan yang dimasukkan ke depat otot dinding dada, cara ini mungkin bisa memengaruhi ASI. Sedangkan prosedur yang membuat luka di sekitar areola agar tidak terlalu jelas bekas lukanya, inilah yang dapat mengganggu produksi ASI.

Prosedur implan payudara dapat menyebabkan kerusakan pada saluran dan kelenjar air susu. Implan juga dapat memberikan tekanan pada jaringan payudara, sehingga dapat merusak jaringan sekaligus menyebabkan saluran air susu tersumbat.

Beberapa studi juga menemukan adanya beberapa komplikasi yang menghalangi sang ibu untuk menyusui. Komplikasi dari implan payudara antara lain:

  • Pemendekan permanen dari kulit dan/atau jaringan di bawahnya yang menyebabkan deformitas dan keterbatasan gerak (kontraktur).
  • Terbentuknya hematoma, yaitu penumpukan darah tidak normal di pembuluh darah.
  • Infeksi dan nyeri.

Ketiga hal di atas bisa mengakibatkan ibu dengan implan payudara tidak bisa memberikan ASI pada bayinya.

Ukuran payudara sang ibu juga akan berubah seiring dengan waktu. Terlebih saat awal menyusui, biasanya payudara akan mengalami bengkak akibat meningkatnya produksi susu. Akhirnya, tak jarang ibu membutuhkan operasi lagi untuk memperbaiki bentuk payudara atau mengobati komplikasi.

Ibu dengan implan payudara, waspadai infeksi ini

Di luar dari komplikasi akibat implan payudara yang terkait dengan menyusui, Anda juga harus mewaspadai mastitis, yaitu infeksi pada satu atau lebih saluran payudara. Kondisi ini bisa menimbulkan rasa sakit yang teramat sangat jika tidak terdeteksi dan terobati secepatnya. Jika terkena mastitis, sang ibu berisiko mengalami kontraktur di sekitar implan. Ini merupakan kasus yang cukup berat sehingga implan harus dikeluarkan.

Beberapa ibu dengan implan juga mungkin akan berhenti berusaha menyusui bayinya ketika mengalami masalah menyusui. Hal ini bisa jadi dikarenakan kurangnya percaya diri dan menganggap implan mengganggu proses menyusui.

Jika Anda memiliki implan payudara, jangan langsung menganggap Anda tak akan bisa menyusui sang buah hati tercinta. Konsultasikan kondisi Anda dengan konsultan ASI dan jangan mudah menyerah. Jika Anda tengah hamil, informasikan mengenai implan payudara Anda ke dokter kandungan agar dokter nantinya bisa mengontrol bayi ketika ia lahir.

[RN/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar