Sukses

Awas, Filler Payudara Bisa Picu Sesak Napas

Biasa diandalkan untuk memperbesar ukuran payudara, benarkah filler payudara bisa picu sesak napas? Ketahui fakta medisnya di sini.

Klikdokter.com, Jakarta Filler cukup populer digunakan untuk memperbaiki cacat atau mempercantik diri. Meski umumnya dilakukan di daerah wajah, tapi filler juga kerap dilakukan di payudara. Ada beberapa efek samping dari filler terhadap kesehatan, yang salah satunya adalah bisa picu sesak napas.

Filler adalah prosedur memasukkan bahan filler ke dalam tubuh manusia. Biasanya prosedur ini dilakukan untuk mengisi bagian kosong pada tubuh area tertentu. Namun, prosedur filler ini sudah marak dilakukan pada tubuh lain, terutama wajah. Dua yang paling laris adalah filler hidung dan bibir.

Nyatanya, filler juga dapat dilakukan pada payudara untuk memperbesar volumenya. Sebenarnya, prosedur filler payudara bisa dibilang berbahaya dan dapat mengancam jiwa, apalagi jika yang mengerjakannya bukan tenaga ahli seperti dokter spesialis bedah plastik.

Filler menjadi tren karena prosedur ini bisa dilakukan dengan bius lokal dan tidak membutuhkan rawat inap. Masa penyembuhan pasca prosedur ini juga lebih sebentar dibandingkan dengan operasi implan payudara. Namun, filler payudara memiliki beberapa kemungkinan komplikasi, antara lain:

  1. Meninggalkan luka

Filler payudara bisa menyebabkan kerusakan jaringan payudara dan meninggalkan bekas luka jaringan parut (scar). Bahkan, penggunaan silikon pada payudara dapat menyebabkan komplikasi yang sangat serius, sehingga prosedur masektomi (pengangkatan payudara) harus dilakukan.

  1. Terdapat risiko infeksi

Prosedur ini juga memiliki risiko timbulnya infeksi pada payudara. Infeksi pada payudara dapat menyebabkan payudara menjadi merah dan bengkak, sehingga penderita membutuhkan perawatan secara intensif.

  1. Filler bisa berpindah lokasi

Filler yang disuntikkan ke payudara seharusnya tetap di area penyuntikan. Namun, ada beberapa kasus yang bahan filler-nya tersebut mengalami dislokasi, berpindah hingga ke bagian bawah lipatan payudara. Komplikasi ini dapat diatasi dengan mengeluarkan bahan filler tersebut, tapi biasanya sulit untuk membersihkan seluruhnya.

  1. Bisa sebabkan sesak napas

Komplikasi yang lebih parah dan bisa mengancam nyawa adalah jika terjadi kesalahan penyuntikan. Apabila filler yang disuntikkan masuk ke pembuluh darah, maka ini bisa mengakibatkan sesak napas akibat tersumbatnya pembuluh darah, terutama pada jantung dan paru-paru. Bahkan, efek samping ini bisa terjadi sangat cepat!

  1. Terbentuknya suatu jaringan padat

Komplikasi lain dapat terjadi ketika bahan filler masuk ke sela-sela kelenjar payudara sehingga membentuk suatu jaringan padat. Pemeriksaan deteksi tumor atau kanker payudara akan terhambat, sehingga tumor atau kanker payudara sulit untuk dideteksi secara dini.

1 dari 2 halaman

Adakah alternatif pembesaran payudara yang lebih aman?

Setelah membaca kemungkinan berbagai komplikasi yang bisa terjadi pada prosedur filler payudara, apakah Anda masih gigih ingin mencobanya? Sebetulnya ada alternatif yang bisa Anda pertimbangkan untuk memperbesar payudara, seperti dengan penggunaan implan, yang merupakan salah satu prosedur operasi plastik dengan memasukkan implan ke payudara.

Meski tergolong lebih aman, tapi implan payudara juga memiliki beberapa kemungkinan komplikasi, seperti infeksi, payudara kendur, terbentuknya jaringan parut, jaringan payudara mengeras, timbul rasa nyeri, terjadi hambatan jika Anda sedang menyusui, bahkan implan bisa pecah dan bocor. Tak hanya itu, implan juga ditemukan dapat meningkatkan risiko terjadinya kanker payudara.

Apa pun yang jalan yang Anda tempuh untuk mempercantik atau memperbesar payudara Anda, baik dengan filler payudara maupun dengan prosedur lainnya, harus di bawah pantauan dokter spesialis bedah plastik. Jika tidak, filler payudara tak hanya bisa picu sesak napas, tapi juga berbagai komplikasi lainnya seperti yang disebutkan di atas. Jangan sampai tekad Anda untuk mempercantik diri bisa mengancam nyawa jika dilakukan secara sembarangan.

[RN/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar