Sukses

Gunung Soputan Meletus, Anak Terancam Penyakit Pernapasan

Abu vulkanik mulai menyebar luas pasca meletusnya Gunung Soputan (03/10). Awas, anak-anak rentan terkena penyakit pernapasan.

Klikdokter.com, Jakarta Gunung Soputan yang terletak di Sulawesi Utara meletus pada Rabu (3/10) pagi. Dilansir dari Liputan6.com hujan abu vulkanik dari gunung yang semalam berwarna merah menyala itu rupanya dirasakan oleh warga yang beraktivitas di luar rumah maupun di dalam rumah. Oleh sebab itu, masyarakat yang berada di sekitar lokasi bencana rentan sekali terkena penyakit pernapasan, tak terkecuali anak-anak.

Masalah pernapasan memang sering terjadi pasca letusan gunung berapi. Kombinasi antara debu vulkanik, kandungan mineral, dan suhu panas dapat menimbulkan berbagai penyakit berbahaya yang bisa menyerang anak-anak karena daya tahan tubuh mereka yang belum sempurna. Berikut ini penyakit pernapasan yang wajib Anda kenali pasca gunung api meletus:

  • Kambuhnya asma dan alergi

Kondisi tempat tinggal yang dipenuhi debu, terutama debu vulkanik, sangat menyiksa anak-anak yang telah memiliki riwayat alergi dan asma. Saat mereka tak sengaja menghirupnya, penyakit tersebut bisa kambuh dan menimbulkan gejala seperti sesak napas, batuk-batuk, dada terasa berat, dan napas terdengar bengek.

  • Radang saluran pernapasan atas

Gangguan pernapasan yang satu ini bisa muncul beberapa hari, bahkan beberapa minggu setelah terjadinya erupsi. Gejalanya berupa batuk, bersuara serak, terasa nyeri pada tenggorokan, hingga sesak napas. Jika sudah timbul gejala tersebut, itu berarti anak Anda berisiko terkena iritasi dan peradangan pada saluran pernapasan atas, yaitu hidung, tenggorokan, trakea, serta bronkus.

  • Trauma inhalasi

Saat anak-anak menghirup debu vulkanik yang masih panas, saluran pernapasan akan membengkak dan tersumbat karena terpapar suhu yang terlampau tinggi. Penyakit tersebut dinamakan trauma inhalasi. Ciri-ciri yang ditimbulkan berupa batuk, sesak napas, hingga gagal napas. Dari sekian banyak gangguan pernapasan yang berpotensi dialami anak-anak, inilah yang paling membahayakan dan harus segera dilarikan ke rumah sakit.

  • Silikosis

Silikosis merupakan kerusakan sel paru akibat menetapnya komponen mineral silika yang terdapat dalam debu vulkanik pada jaringan paru. Saat partikel mineral silika mengendap di organ pernapasan, ia akan membentuk jaringan parut sehingga paru-paru kesulitan mengembang dan membuat penderitanya kesulitan bernapas serta sering mengalami infeksi paru.

Karena gangguan pernapasan yang dialami oleh anak-anak dapat berakibat fatal, terutama bila terkena trauma inhalasi, usahakanlah beberapa hal berikut supaya terhindar dari penyakit pernapasan:

  • Jangan lupa untuk selalu menggunakan alat pelindung diri, seperti masker, topi, atau helm, terutama bila hendak beraktivitas di luar rumah. Ingat juga, masker yang digunakan jangan yang terlampau tipis karena bisa tertembus oleh debu vulkanik.
  • Siapkan obat-obatan darurat, khususnya pada anak yang telah memiliki riwayat gangguan pernapasan sebelumnya.
  • Bila jarak rumah Anda dengan titik lokasi bencana gunung meletus masih terbilang jauh, usahakan agar anak-anak tetap berada di rumah. Tutup pintu dan jendela untuk meminimalkan masuknya debu vulkanik.
  • Saat anak-anak sudah menandakan gejala-gejala terkena gangguan pernapasan, segeralah konsultasikan hal tersebut kepada dokter untuk mencegah dampak buruk yang berkelanjutan.

Itulah beberapa penyakit pernapasan yang bisa timbul pasca meletusnya gunung berapi, dan cara sederhana untuk menghindarinya. Meski bukan lahar panas ataupun bebatuan keras, debu vulkanik juga bisa mengancam keselamatan Anda dan anak-anak melalui gangguan pernapasan. Oleh sebab itu, jagalah selalu keluarga Anda dari bahaya yang ditimbulkan gunung meletus, seperti Gunung Soputan.

[RS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar