Sukses

Implan dan Filler Payudara, Mana Lebih Berbahaya?

Implan dan filler payudara dapat dilakukan untuk memperbesar tampilan payudara. Namun, mana yang lebih aman di antara keduanya?

Klikdokter.com, Jakarta Payudara sering dianggap sebagai bagian tubuh wanita yang paling menarik perhatian. Tak heran, sebagian wanita menginginkan bentuk dan ukuran payudara yang paling ideal, agar dirinya terlihat lebih menonjol daripada yang lainnya.

Berbicara tentang ukuran payudara, terdapat beberapa metode medis yang memang ditujukan untuk hal tersebut. Dua di antaranya adalah implan dan filler payudara. Keduanya terbukti efektif memperbesar ukuran payudara. Namun, bagaimana dengan keamanannya?

Kenali prosedur implan payudara

Prosedur implan payudara dapat dilakukan dengan beberapa cara oleh dokter ahli atau dokter spesialis bedah plastik. Implan payudara dapat diletakkan pada kantung di atas atau di bawah otot dada wanita.

Implan payudara memiliki beberapa tipe, yaitu gel berisi cairan salin (air garam) dan silikon. Kedua tipe implan tersebut tersedia dalam berbagai ukuran, dengan permukaan yang halus maupun kasar.

Tipe-tipe implan yang tersedia sebenarnya sama-sama dibungkus oleh kulit silikon. Pada tipe gel salin, cairan salin dapat diisi sebelum operasi atau pada saat operasi dilakukan. Selain dari isinya yang berbeda, banyak wanita yang merasa bahwa gel silikon lebih terasa seperti payudara asli.

Pada pelaksanaannya, wanita yang melakukan prosedur implan payudara dapat menjadi pasien rawat inap ataupun rawat jalan. Operasi biasanya berjalan satu hingga dua jam. Pasien pun akan diberikan bius total, sehingga tidak merasakan nyeri saat prosedur implan dilakukan.

Adapun komplikasi yang bisa terjadi akibat prosedur implan payudara, yaitu:

  • Nyeri pada payudara
  • Perubahan sensasi pada puting dan payudara itu sendiri
  • Kesulitan menyusui
  • Payudara kendur atau ptosis
  • Terbentuknya jaringan parut (scar) di sekitar implan payudara
  • Jaringan di sekitar implan payudara mengalami pengerasan
  • Terdapat jaringan parut pada luka bekas operasi
  • Bisa terjadi perdarahan maupun infeksi
  • Masalah dengan hasil, yaitu ukuran dan bentuk implan seperti tidak simetris
  • Sulit dilakukan pemeriksaan payudara seperti mamogram
  • Implan bisa pecah dan bocor
  • Risiko kanker payudara lebih tinggi
1 dari 2 halaman

Filler payudara, apa itu?

Filler adalah prosedur memasukkan suatu zat ke dalam tubuh untuk menambahkan volume suatu organ. Prosedur ini dilakukan dengan bius lokal, dan tidak membutuhkan perawatan inap atau masa penyembuhan yang lama.

Bahan filler yang biasanya digunakan sangat bervariasi. Zaman dahulu, filler mengandalkan bahan dari silikon yang tergolong berbahaya karena tidak bisa diserap oleh tubuh. Namun zaman sekarang, filler yang paling sering digunakan adalah hyaluronic acid (HA).

Hyaluronic acid (HA) tidak menghasilkan zat yang berbahaya, sehingga jarang menyebabkan infeksi atau reaksi alergi. Akan tetapi, penggunaan filler HA untuk payudara juga dapat menyebabkan beberapa efek samping seperti:

  • Infeksi
  • Dislokasi filler
  • Degradasi filler dini
  • Kekecangan payudara yang tidak normal
  • Bejolan atau nodul
  • Sulit dilakukan pemeriksaan kanker payudara

Jadi, mana yang terbaik di antara keduanya? Jawabannya dikembalikan lagi ke pilihan Anda masing-masing. Ini karena keduanya sama-sama mempunyai manfaat maupun efek samping sendiri-sendiri.

Hal yang perlu Anda perhatikan adalah, apa pun metode yang dipilih, baik implan maupun filler payudara, pastikan Anda melakukannya di dokter spesialis yang benar-benar ahli dan tersertifikasi. Hal ini bertujuan agar tindakan yang dipilih mampu mewujudkan ukuran payudara yang Anda idam-idamkan.

[NB/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar