Sukses

5 Manfaat Wine untuk Kesehatan Tubuh dan Otak

Siapa bilang wine selalu memberikan dampak buruk bagi kesehatan? Tidak kok selama dikonsumsi dalam porsi yang sesuai!

Klikdokter.com, Jakarta Bagi penyuka minuman beralkohol, Anda pasti sudah mengenal wine. Ini adalah minuman fermetasi dari buah anggur dengan rasa khas, yang tidak bisa ditemukan pada minuman jenis lain.

Wine terbagi menjadi dua, yaitu red wine  dan white wine. Perbedaan pada keduanya terletak pada proses fermentasi. Red wine  difermentasikan bersamaan dengan kulit anggur, sedangkan white wine  hanya menggunakan daging anggurnya saja (tanpa kulitnya).

Wine termasuk minuman yang memiliki kandungan gizi cukup baik. Meski demikian, minuman ini mengandung alkohol sekitar 14–20%. Ya, wine bisa merugikan kesehatan jika konsumsi dalam jumlah berlebihan. Sebaliknya, jika dikonsumsi dalam jumlah pas dan sesuai takaran, wine justru akan mendatangkan manfaat sehat berikut ini:

1. Menurunkan risiko sakit jantung

Red wine maupun white wine mengandung senyawa yang disebut dengan flavonoid. Senyawa ini merupakan antioksidan yang memiliki efek melindungi organ jantung dari dampak buruk radikal bebas.

Flavonoid juga terbukti menghambat penggumpalan sel-sel darah dan merangsang produksi oksidasi nitrit sehingga pembuluh darah menjadi lebar. Kandungan alkohol pada  juga dipercaya dapat meningkatkan kadar kolesterol baik (HDL) dan menurunkan kolesterol jahat (LDL), sehingga dipercaya dapat mencegah penyumbatan pada pembuluh darah.

2. Mencegah kanker

Antioksidan flavonoid di dalam  juga bermanfaat untuk mencegah pertumbuhan sel kanker di dalam tubuh. Ada pula kandungan resveratrol, yang mana sudah ditemukan lebih dahulu dan terbukti sebagai agen antikanker yang dapat mencegah terjadinya kanker prostat, kanker hati, kanker paru, dan kanker payudara.

3. Menguatkan daya ingat

Kandungan resveratrol di dalam wine dipercaya dapat meningkatkan tingkat heme oksigen di dalam darah, dan melindungi sel saraf di otak dari kerusakan. Di samping itu, kandungan resveratrol pada wine juga dapat mengurangi amyloid-beta peptides yang menyebabkan penyakit Alzeimer (pikun).

The Journal of Agricultural and Food Chemistry menyebutkan, konsumsi  dalam jumlah cukup dapat meningkatkan aliran darah ke otak sebesar 30 persen. Hal ini membuat sel saraf di otak tetap terjaga kesehatannya.

4. Menjaga berat badan tetap stabil

Sumber energi wine berasal dari karbohidrat yaitu gula. Sehingga Anda tidak perlu takut karena wine tidak mengandung lemak, sehingga Anda tak perlu khawatir mengalami kenaikan berat badan bila mengonsumsi minuman yang satu ini dalam porsi secukupnya. Beberapa penelitian bahkan menyebutkan bahwa orang yang mengonsumsi wine dalam jumlah cukup memiliki berat badan yang lebih rendah dan stabil dibandingkan dengan orang yang mengonsumsi alkohol jenis lain.

Faktanya, alkohol di dalam  mampu membakar kalori di tubuh selama kurang lebih 90 menit setelah dikonsumsi.

5. Awet muda

Selain sebagai antioksidan dan antikanker, flavonoid dan resveratrol yang ada pada wine juga dapat berfungsi memperpanjang kehidupan sel, serta mengurangi risiko kerusakan akibat paparan ultraviolet maupun radikal bebas lainnya. Selain itu, kedua zat tersebut juga terbukti mampu menjaga kesehatan pembuluh darah.

Baik red wine maupun white wine memiliki manfaat yang baik bagi tubuh apabila di konsumsi secara wajar (secukupnya). Sedangkan, konsumsi wine secara berlebihan malah akan menyebabkan ketergantungan yang tidak baik bagi kesehatan tubuh dan otak.

Jadi, jika Anda ingin merasakan manfaat di atas, konsumsilah  secara bijak dan sesuai aturan. Jika dirasa perlu, berkonsultasilah terlebih dahulu pada dokter agar Anda bisa mengetahui batasan-batasan yang harus diperhatikan sebelum benar-benar mengonsumsi wine.

[NB/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar