Sukses

Kepala Anak Terbentur Saat Gempa, Segera Lakukan Ini

Kepala terbentur adalah hal yang sering terjadi saat terjadi gempa bumi. Lakukan hal-hal berikut bila anak Anda mengalaminya.

Klikdokter.com, Jakarta Gempa dan tsunami yang melanda Sulawesi Tengah, yakni di Palu dan Donggala pada Jumat (28/9) lalu menghadirkan duka yang mendalam. Banyak warga yang menjadi korban, termasuk anak-anak. Bangunan yang runtuh akibat gempa Sulawesi tersebut berpotensi membuat kepala terbentur.

Jatuhnya korban akibat tertimpa reruntuhan bangunan akan semakin berbahaya ketika kepala terbentur reruntuhan atau benda lain. Menurut dr. Reza Fahlevi dari KlikDokter, kepala terbentur merupakan suatu kondisi yang cukup sering terjadi pada usia anak-anak.

Meski tidak dalam kondisi gempa sekalipun, biasanya anak yang belum terlalu waspada dengan kejadian di sekitarnya bisa saja mengalami jatuh atau menabrak sesuatu, hingga kepalanya pun terbentur. Di sisi lain, saat terjadi bencana, anak-anak belum terlalu mengetahui cara untuk menghindari risiko tersebut.

Padahal, di dalam kepala terdapat otak untuk mengatur fungsi tubuh. Pada anak, terutama bayi, struktur tulang tengkorak belum sekeras milik orang dewasa, sehingga terbenturnya kepala akan sangat berbahaya.

Yang harus dilakukan saat kepala terbentur

Karena berbagai bahaya tersebut, Anda perlu berhati-hati dalam menjaga anak untuk menghindari benturan atau cedera di kepala. Jika anak Anda mengalami luka di kepala akibat terbentur, dr. Reza Fahlevi menyarankan Anda untuk segera melakukan beberapa hal berikut:

1. Jangan panik

Ini adalah hal pertama yang harus Anda lakukan. Sebab, panik akan membuat Anda kesulitan untuk berpikir jernih. Jadi, usahakan untuk tetap tenang.

2. Pindahkan anak ke tempat yang aman

Jika anak terbentur di tengah jalan atau di tempat umum, segera pindahkan ke tempat yang lebih aman dan datar. Hal ini penting untuk menunjang keselamatan Anda dan anak.

3. Perhatikan kesadaran anak

Periksa anak Anda dalam keadaan sadar atau pingsan setelah terjadi benturan. Anda bisa melakukannya dengan memanggil namanya dan menggoyang-goyangkan tubuhnya.

4. Jika tidak sadar, segera periksa pernapasannya

Jika tidak sadar, buka jalan napas anak Anda dan nilai pernapasannya selama 10 detik. Jika tidak bernapas, berikan napas buatan sebanyak 5 kali.

Kemudian lanjutkan dengan kompresi (tekan) dada sebanyak 30 kali, diikuti dengan bantuan napas 2 kali, sembari meminta bantuan orang lain untuk menghubungi ambulans.

Jika anak Anda mulai bisa bernapas dengan baik, baringkan dengan posisi menyamping sembari menunggu ambulans datang. Ketika sudah bernapas kembali, tetap bawa anak ke rumah sakit.

5. Jika sadar, cek apakah ada pendarahan

Jika ada pendarahan, segera tekan pada bagian yang berdarah dengan tangan, lebih bagus lagi kalau ada perban atau kain yang bisa membalut luka. dan tekan untuk menghentikan pendarahannya. Jika pendarahan berlanjut, bawa anak ke rumah sakit.

6. Jika tidak berdarah, kompres dingin kepala yang terbentur

Lakukan kompres dengan es yang telah dibalut kain atau ice pack pada bagian kepala anak yang terbentur. Hal ini perlu dilakukan untuk mencegah pembengkakan. Baringkan anak dengan posisi kepala yang lebih tinggi.

Setelah melakukan berbagai hal di atas, perhatikan apakah anak mengalami sakit kepala, muntah, terlihat mengantuk, atau tiba-tiba pingsan dalam periode waktu 6 jam. Jika mengalami kejadian tersebut, segera bawa anak ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan.

Demikian langkah-langkah pertolongan bagi anak yang mengalami kepala terbentur. Saat terjadi gempa bumi seperti yang terjadi di Donggala dan Palu, jaga anak Anda agar terhindar dari reruntuhan. Untuk berjaga-jaga, mulai sekarang ajarkan anak Anda cara berlindung ketika ada bencana alam.

[NP/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar