Sukses

Awas, Infeksi dari Lensa Kontak Bisa Sebabkan Kebutaan

Infeksi dari lensa kontak tak boleh disepelekan. Jika tidak segera ditangani bisa sebabkan kebutaan. Simak fakta medisnya di sini.

Klikdokter.com, Jakarta Adakah dari Anda yang menggunakan lensa kontak? Lensa kontak merupakan salah satu peralatan medis yang paling aman jika digunakan secara bertanggung jawab. Ya, alat medis satu ini memiliki kegunaan yang sama dengan kacamata konvensional. Tak hanya untuk alat bantu penglihatan, tapi juga banyak digunakan untuk alasan estetika. Menggunakan lensa kontak tak boleh sembarangan karena bisa sebabkan iritasi hingga infeksi. Bahkan, infeksi dari lensa kontak bisa sebabkan kebutaan.

Menurut dr. Theresia Rina Yunita dari KlikDokter, lensa kontak merupakan salah satu aksesoris yang sangat digemari oleh kaum wanita. Pasalnya, benda ini dapat menjadi penunjang penampilan yang membuat mata tampak lebih besar dan berkilau.

Namun, dr. Theresia mengingatkan, “Meski praktis dan digemari banyak orang, lensa kontak tidak boleh digunakan secara sembarangan. Dampaknya pada kesehatan mata data bermacam-macam, mulai dari iritasi sampai dengan kebutaan.”

Bicara risiko kebutaan akibat infeksi dari lensa kontak, ternyata hal ini sesuai dengan hasil sebuah penelitian. Dilansir dari WebMD, simak penjelasannya di bawah ini.

Bahaya infeksi mata akibat pemakaian lensa kontak

Sebuah kasus penyakit acanthamoeba keratitis telah meningkat tiga kali lipat sejak 2011. Kemunculan penyakit ini biasanya terkait dengan lensa kontak yang tidak bersih, hingga jorok. Keratitis dapat terjadi akibat infeksi kuman maupun akibat imunitas. Kuman yang dapat menyebabkan keratitis berupa bakteri, virus, jamur, dan parasit. Gejala yang ditimbulkan meliputi:

  • Kemerahan pada mata
  • Nyeri pada mata
  • Penglihatan kabur
  • Mata berair terus-menerus
  • Banyak kotoran pada mata
  • Merasa silau
  • Terasa seperti ada yang mengganjal saat berkedip

Infeksi menggabungkan amuba kecil sel tunggal dengan keratitis bakteri. Setelah mata terinfeksi, akan timbul rasa sakit pada kornea, bahkan meradang karena mikroorganisme yang dapat membentuk kista tersebut.

Penyakit ini diketahui menyebabkan kehilangan penglihatan alias kebutaan pada satu dari empat orang yang terinfeksi. Mengingat sosialisasi yang kurang, angka korban infeksi kian memprihatinkan.

Pada sebuah penelitian dari University of London Institute of Ophthalmology, Inggris, ketua peneliti, John Dar, mengatakan timnya mengumpulkan data pasien yang dari tahun 1985-2016 di Rumah Sakit Mata Moorfields, Inggris. Tim menemukan peningkatan kasus acanthamoeba keratitis dari 8 hingga 10 per tahun pada tahun 2000-2003 menjadi 36-65 per tahun baru-baru ini. Secara keseluruhan, 25 persen dari mereka yang terkena infeksi membutuhkan transplantasi kornea untuk mengobati penyakit atau mengembalikan penglihatan.

1 dari 2 halaman

Selalu gunakan lensa kontak dengan aman

Bagi pengguna lensa kontak, acanthamoeba keratitis memang terdengar menyeramkan dan patut dihindari mulai sekarang. Berdasarkan penjelasan dari dr. Theresia, ada beberapa cara penggunaan lensa kontak yang aman, yaitu:

  • Sebelum memakan lensa kontak, cuci tangan terlebih dulu dengan sabun dan air mengalir, lalu keringkan.
  • Cuci lensa kontak dengan menggunakan cairan pembersih khusus setiap akan menggunakan dan setelah digunakan.
  • Jangan menukar lensa kontak bagian kiri dan kanan saat digunakan. Usahakan untuk selalu menggunakannya pada sisi yang sama.
  • Perhatikan tanggal kedaluwarsa lensa kontak dan cairan pembersihnya.
  • Simpan lensa kontak dan cairan lensa pada tempat yang sejuk.
  • Bersihkan tempat penyimpanan lensa kontak setiap hari. Jangan lupa dikeringkan untuk mencegah berkembangnya bakteri. Ganti tempat penyimpanan minimal 3 bulan sekali.
  • Tutup botol cairan pembersih lensa kontak setelah digunakan. Hindari menyentuh ujung botol menggunakan tangan.
  • Jangan menggunakan lensa kontak saat berenang.
  • Gunakan lensa kontak sebelum menggunakan makeup dan lepas sebelum membersihkan makeup.
  • Jauhkan mata dari produk-produk aerosol seperti hairspray.
  • Gunakan tetes mata khusus untuk lensa kontak.
  • Jangan bertukar lensa kontak dengan siapa pun.
  • Jika saat menggunakan lensa kontak Anda merasa tidak nyaman atau nyeri di mata, sebaiknya copot dan bersihkan kembali menggunakan cairan pembersih. Hal ini terjadi karena terdapat kotoran atau debu yang menempel pada lensa kontak.
  • Jika mata sedang iritasi atau kemerahan, hindari menggunakan lensa kontak karena akan memperburuk keadaan mata Anda.

Kunci aman menggunakan lensa kontak adalah memperhatikan kebersihannya. Jika lensa kontak yang Anda gunakan kotor, Anda berisiko terkena infeksi dan mengalami kebutaan. Jika merasa kebersihan Anda kurang baik, sebaiknya gunakan lensa kontak sekali pakai (daily use), cara ini akan mempermudah sekaligus mengurangi risiko infeksi akibat pemakaian lensa kontak yang tidak tepat.

[RN/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar