Sukses

Jelang Asian Para Games, Perlukah Atlet Konsumsi Suplemen?

Asian Para Games 2018 sudah di depan mata. Buat atlet, ada baiknya mengonsumsi suplemen untuk menunjang performa di lapangan.

Klikdokter.com, Jakarta Setelah ingar bingar Asian Games 2018 usai pada 2 September lalu, kini Asian Para Games siap dilaksanakan pada 6–13 Oktober di Jakarta. Atlet-atlet Indonesia juga sudah hampir setahun menjalani persiapan. Akan tetapi, perlukah atlet mendapat suplemen untuk menunjang performa mereka di arena?

Usai sukses dengan gelaran Asian Games 2018, Indonesia –khususnya Jakarta– kembali mendapat penghormatan untuk menggelar acara olahraga internasional, Asian Para Games. Sebanyak 42 negara akan berpartisipasi dalam ajang empat tahunan ini.

Ajang olahraga bagi penyandang disabilitas ini akan mempertandingkan 18 cabang olahraga. Para Games se-Asia pertama kali dipertandingkan pada 2010 di Guangzhou, Tiongkok. Berlanjut pada 2014 di Incheon, Korea Selatan, dan tahun ini di Jakarta, Indonesia.

Tak mau kalah seperti atlet-atlet Indonesia di Asian Games yang berhasil menembus 4 besar lewat torehan 31 medali emas, atlet-atlet Para Games Indonesia juga siap mempersembahkan hasil terbaik. Bahkan, mereka sudah berlatih sejak tahun lalu di Solo. 

Para atlet dituntut untuk berlatih secara serius demi hasil terbaik. Akan tetapi, selain berlatih, ada beberapa asupan yang penting untuk menunjang performa mereka di arena. Salah satunya adalah suplemen.

"Atlet membutuhkan berbagai suplemen untuk menunjang kebutuhan tubuh selama menjalani latihan berat. Suplemen yang dibutuhkan untuk atlet adalah suplemen yang dapat meningkatkan energi, memperbaiki otot, memaksimalkan kerja otot serta fungsi jantung," ujar dr. Theresia Rina Yunita dari KlikDokter.

Jika fungsi-fungsi semua hal tersebut bagus dan ditambah latihan yang intens, bukan tidak mungkin atlet Para Games Indonesia bisa membawa pulang medali.

Jenis suplemen yang dibutuhkan

Nutrisi yang tepat untuk akan menunjang performa para atlet di lapangan. Salah satu nutrisi tambahan yang bagus adalah suplemen. Menurut dr. Andika Widyatama dari KlikDokter, suplemen juga dinilai sebagai pilihan praktis bagi atlet yang mau mendapatkan nutrisi tambahan.

Berikut jenis suplemen yang bagus untuk atlet:

  • Asam lemak omega-3

Jenis suplemen ini sangat diminati di pasaran. Asam lemak omega-3 berfungsi untuk kesehatan kardiovaskular, meningkatkan profil lipid, meningkatkan fungsi otak dan fungsi mental, serta sebagai anti peradangan yang kuat tanpa efek samping yang berbahaya seperti obat bebas.

Atlet dan orang-orang yang bermaksud meningkatkan komposisi tubuh, bisa memulainya dengan 3.000 mg omega-3 yang dibagi menjadi 2–3 dosis (kadar asam lemak omega-3 ini bertahan dalam tubuh sekitar 8 jam). Dosisnya dapat ditingkatkan hingga 6.000 mg per hari.

  • Vitamin B

Menurut dr. Theresia, vitamin B dapat membantu meningkatkan mood serta berfungsi untuk detoksifikasi yang dibutuhkan atlet setelah melakukan latihan berat. Proses membangun dan memperbaiki otot (pengolahan protein) menghabiskan vitamin B yang ada di tubuh, sehingga para atlet membutuhkan asupan vitamin B tambahan.

Dokter Theresia menyarankan agar atlet meminum suplemen yang mengandung Riboflavin-5'-phosphate (B-2), Methylcobalamin (B-12), Pyridoxal-5'-fosfat (B-6), dan Benfotiamine (B-1). Keempatnya merupakan bentuk yang dapat diserap oleh tubuh. Sementara itu, hindari vitamin B dalam bentuk hidroklorida (HCL) karena tidak dapat diserap tubuh.

  • Magnesium

Magnesium merupakan salah satu dari tiga suplemen yang direkomendasikan untuk atlet, karena merupakan elemen penting dalam sistem biologis dan sebagian atlet cenderung kekurangan zat ini.

Magnesium penting karena dapat membantu mengatur irama jantung, memungkinkan otot berkontraksi dan rileks dengan baik, serta menurunkan tekanan darah. Setiap individu membutuhkan 600 mg sehari, dan pada atlet dengan latihan berat membutuhkan hingga 2.000 mg per hari.

  • Protein

Atlet membutuhkan protein untuk memberikan energi, memperbaiki jaringan, dan mengurangi nyeri otot selepas berlatih atau bertanding. Konsumsi protein sebanyak 20–30 gram per jam adalah dosis maksimal yang dapat dicerna oleh tubuh (dosis protein yang dibutuhkan oleh tubuh adalah 0,8–1,4 gram per kilogram berat badan). Whey protein adalah jenis protein yang banyak dijual di pasaran dan sering digunakan oleh para atlet.

  • Vitamin C

Vitamin jenis ini bagus jika dikonsumsi berbarengan dengan karbohidrat agar meningkatkan penyerapannya. Vitamin C bisa didapatkan dari buah-buahan. Salah satu kegunaan vitamin C adalah membantu memproduksi ATP yang baik untuk penyembuhan luka. Dan merupakan kofaktor untuk membentuk kolagen dan memperbaiki otot.

  • Vitamin D

Vitamin D biasanya didapatkan dari sinar matahari, tapi kadang seseorang tidak cukup mendapatkan Vitamin D. Maka dari itu, harus dibantu dengan suplemen yang mengandung vitamin D. Kadar vitamin D diukur dengan hydroxyvitamin D (bentuk kimia) dalam darah dengan jumlah normal 35.

Kadar ideal yang dibutuhkan yaitu 70–90, terutama untuk atlet. Selain bekerja dengan kalsium untuk meningkatkan kepadatan tulang, vitamin D juga meningkatkan mood dan kesehatan pernapasan bagian atas.

  • Coenzyme Q10 (CoQ10)

CoQ10 merupakan enzim yang dapat menghilangkan asam laktat yang menumpuk di tubuh. Jika Anda adalah seorang atlet, Anda dapat meningkatkan dosis CoQ10 ketika mendekati pertandingan karena sangat efektif untuk meningkatkan kinerja, daya tahan, kekuatan dan pemulihan. Enzim ini baik dikonsumsi setelah latihan.

Nah, itu adalah manfaat suplemen bagi atlet. Kini, kami ucapkan selamat bertanding bagi atlet Indonesia yang akan bertanding di ajang Asian Para Games 2018. Semoga mendapatkan hasil yang terbaik.

[RS/ RH]

0 Komentar

Belum ada komentar