Sukses

Tips Jelaskan tentang Pelecehan Seksual pada Anak

Jangan biarkan anak Anda mengalami pelecehan seksual. Jelaskan mengenai hal tersebut dengan tips berikut ini.

Klikdokter.com, Jakarta Pelecehan seksual pada anak sangat berbahaya, karena bisa memberikan dampak buruk bagi masa depan si Kecil. Maka dari itu, penting bagi orang tua untuk menjelaskan tentang pelecehan seksual sedini mungkin agar dampak buruknya bisa dicegah sejak saat ini.

Pelecehan seksual terhadap anak bisa disebut sebagai kejahatan luar biasa. Berdasar data dari National’s Children Advocacy Center di Amerika Serikat, pelecehan seksual pada anak terjadi 75 kali lebih banyak daripada kanker pada anak. Sementara itu, data dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) pada tahun 2017 menyebut bahwa terdapat 2.298 kasus pelecehan seksual pada anak yang dilaporkan.

Menariknya, data di atas tidak melulu soal pelecehan seksual pada anak yang dilakukan oleh orang dewasa. Dengan kata lain, pelecehan seksual pada anak juga bisa dilakukan oleh anak lain seusianya.

Bagi anak yang menjadi korban, pelecehan seksual bisa memberikan dampak buruk pada kesehatan, juga menyebabkan trauma berkepanjangan. Terkait hal ini, sebuah studi mengungkap bahwa ada hubungan sebab–akibat antara pelecehan seksual yang terjadi saat masa anak-anak dengan psikopatologi orang tersebut saat dewasa. Hal ini termasuk kecenderungan untuk melakukan bunuh diri, kelakuan anti-sosial, gangguan kejiwaan setelah trauma, lebih mudah gelisah, dan kecanduan alkohol.

Anda tentu tak ingin si Kecil berakhir pada kondisi tersebut, bukan? Jadi, tak ada salahnya untuk segera mengajarkan padanya segala sesuatu yang berhubungan dengan pelecehan seksual. Untuk ini, Anda dapat memulainya dengan memberikannya pendidikan seksual. Seorang profesor ilmu anak, Martin A. Finkel, menyarankan agar pendidikan seksual diberikan saat anak sudah berusia 3 tahun.

Adapun beberapa tips yang bisa Anda terapkan, antara lain:

  • Memperkenalkan apa itu pelecehan seksual

Orang tua memiliki peran penting dalam mencegah pelecahan seksual pada anak. Pasalnya, mengambil langkah untuk mencegah sebelum benar-benar terjadi sangat penting untuk melindungi anak dari predator seksual.

Berdasarkan penuturan dr. Kartika Mayasari dari KlikDokter, Anda disarankan untuk memberikan pendidikan seksual sesuai dengan usia mereka. Ajarkan konsepnya dan beri tahu juga bagaimana untuk merespons jika ada indikasi pelecehan seksual.

  • Jenis kelamin

Menurut dr. Jesicca Florencia dari KlikDokter, mengajarkan mengenai perbedaan jenis kelamin akan membantu anak mengenal adanya perbedaan satu sama lain, yakni ada laki-laki dan perempuan.

Saat mengajarkan, pastikan Anda memberikan penjelasan menggunakan bahasa yang mudah dimengerti.

  • Daerah pribadi

Penting bagi anak untuk mengetahui daerah-daerah pribadinya, yang tidak boleh disentuh orang lain. Pertimbangkan agar anak secara tepat dapat mengetahui bagian-bagian tersebut dengan nama yang baik dan benar. Hal ini bertujuan agar anak bisa segera melaporkan jika dirinya merasa mendapatkan pelecehan seksual.

  • Beri tahu siapa yang boleh menyentuhnya

Setelah mengenalkan area pribadinya masing-masing, ajarkan anak Anda untuk tahu siapa saja yang boleh menyentuhnya. Misalnya, yang boleh memegangnya adalah dirinya sendiri, orang tua, dan dokter.

Jelaskan bahwa orang lain di luar yang Anda sebutkan tidak boleh memegang daerah pribadinya tersebut. Beritahukan juga bahwa dirinya berhak menolak jika ada orang asing yang ingin menyentuhnya.

Ingatlah bahwa segala sesuatu butuh proses yang tidak sebentar. Karena itu, terus berikan si Kecil pendidikan seksual yang sesuai usianya secara bertahap dan perlahan-lahan. Bila anak benar-benar mampu menyerap apa yang Anda ajarkan, niscaya pelecehan seksual dalam bentuk apa pun tak akan terjadi padanya.

(NB/ RH)

0 Komentar

Belum ada komentar