Sukses

5 Gejala Stroke yang Mungkin Anda Abaikan

Makin dini deteksi stroke, makin minim dampak yang ditimbulkan. Sayangnya, stroke kerap terlambat dideteksi karena ada gejala yang terabaikan.

Klikdokter.com, Jakarta Stroke adalah kematian jaringan otak (infark serebral) yang terjadi karena berkurangnya aliran darah dan oksigen ke otak. Karena sifatnya yang kronis dan cepat melumpuhkan, maka stroke butuh penanganan cepat. Semakin cepat penderita ditangani, maka semakin kecil kerusakan yang terjadi di otak. Sayangnya, stroke sering kali terlambat dideteksi karena penderita dan orang-orang di sekitar tidak awas dengan gejalanya, atau ada gejala tapi diabaikan karena dianggap bukan sesuatu yang serius.

Menurut penjelasan dari dr. Astrid Wulan Kusumoastuti dari KlikDokter, stroke adalah kegawatan medis. Jika tidak ditangani dengan cepat, dampaknya bisa fatal, bahkan bisa sebabkan kematian.

“Masa golden period adalah tiga jam setelah stroke mulai menyerang, karena pada masa ini penderita masih sangat mungkin untuk terhindari dari stroke jika ditangani dengan benar,” kata dr. Astrid.

Lebih lanjut, jika seseorang terkena stroke, maka tingkat kerusakan yang dialami oleh otak bergantung pada kecepatan penanganan terhadap stroke. Semakin cepat stroke dikenali dan ditangani, maka kerusakan otak yang terjadi dapat dibatasi. Oleh karena itu, sangat penting untuk mengetahui semua gejala stroke, termasuk gejala yang bisa tampak sepele.

Berikut ini adalah beberapa gejala yang gejala stroke yang mungkin Anda abaikan

  1. Kelelahan yang membuat pandangan kabur

Masalah pada penglihatan, seperti pandangan kabur hingga kehilangan penglihatan  di satu mata, dapat menjadi gejala stroke. Namun, tak sedikit orang yang ‘menyalahkan’ kondisi ini akibat usia tua atau sekadar kelelahan.

Jika penglihatan buram saat melihat gambar—padahal biasanya tidak—jangan langsung dianggap karena kelelahan, terlalu lama membaca buku, atau menatap layar komputer. Pembuluh darah yang tersumbat dapat mengurangi jumlah oksigen yang masuk ke mata dan menyebabkan masalah penglihatan yang mungkin tidak disertai tanda-tanda stroke lainnya.

  1. Bagian tubuh tertentu mati rasa

Waspadai lengan yang tiba-tiba mati rasa, lemah, dan keluhan ini tak kunjung hilang selama beberapa menit. Ada kemungkinan kondisi ini diakibatkan oleh aliran darah yang menurun melalui arteri yang menuntun tulang belakang ke bagian kepala. Hal ini dapat menyebabkan mati rasa atau kelemahan di satu sisi tubuh, ciri khas gejala stroke yang sering dilaporkan.  

  1. Lidah terasa kaku dan cadel

Beberapa obat-obatan seperti obat penghilang rasa sakit dapat menyebabkan ucapan jadi cadel. Banyak orang yang menganggap timbulnya masalah bicara tersebut akibat efek samping dari obat yang sedang mereka konsumsi, dan sama sekali tidak curiga bahwa ada kemungkinan itu merupakan tanda stroke. Gejala stroke lainnya yang biasanya menyertai adalah raut wajah menjadi asimetris.

  1. Tubuh hilang keseimbangan

Banyak orang yang mengira bahwa masalah keseimbangan yang mereka alami diakibatkan oleh kebiasaan minum minuman beralkohol di masa lampau. Padahal, itu bisa berasal dari penurunan aliran darah ke otak. Jika Anda tiba-tiba mulai sering tersandung, tidak bisa berjalan lurus, atau mengalami pusing tiba-tiba, segera berkonsultasi dengan dokter.

  1. Bicara semakin tidak jelas

Memang, kesulitan memikirkan kata-kata yang tepat bisa terjadi karena kelelahan. Namun, deficit kognitif secara tiba-tiba adalah gejala stroke yang umum ditemui. Bisa jadi penderita harus berjuang untuk memikirkan kata-kata yang tepat, tapi selalu berakhir dengan sulitnya mulut berucap.  

Kesembuhan stroke ditentukan oleh beberapa faktor, antara lain lokasi dan luas area lesi (pembuluh darah mana yang tersumbat), umur, tipe stroke, kecepatan penanganan, serta kerja sama tim medis dengan pasien dan keluarga.

 “Bila pasien bisa mengatasi serangan akut, mempunyai tingkat kesembuhan yang baik dan dengan rehabilitasi yang aktif, banyak pasien dapat beraktivitas dengan sendiri tanpa ketergantungan dari orang lain,” kata dr. Astrid.

Kembali lagi, karena kunci penting pengobatan stroke adalah deteksi dini dan kecepatan penanganannya, maka ketahui semua gejala stroke, termasuk gejala yang mungkin selama ini banyak orang abaikan. Cobalah lebih teliti dengan kondisi kesehatan tubuh, dan jika Anda mengalami gejala-gejala yang disebutkan di atas, tak salah untuk ‘curiga’ dan segera memeriksakannya ke dokter.

(RN/ RH)

0 Komentar

Belum ada komentar