Sukses

Mengapa Tubuh Menyusut Saat Lansia?

Semakin tua, orang tua Anda mungkin jadi terlihat lebih kecil dibanding saat muda dulu. Kenali penyebab tubuh menyusut pada lansia.

Klikdokter.com, Jakarta Pernahkah Anda menyadari, orang lansia tampak lebih kecil jika dibandingkan saat mereka muda dulu? Seiring bertambahnya usia, tinggi badan seseorang memang makin menyusut. Studi di Harvard Medical School menemukan bahwa tinggi badan seseorang dapat berkurang ¼ hingga ½ inci (kurang lebih 0.6-1.2 cm) setiap 10 tahun, sejak usia 40 tahun.

Angka tersebut dapat berbeda pada pria dan wanita. Bahkan, pengurangan tinggi tubuh dapat terjadi lebih dini. Misalnya, studi lain yang dilakukan oleh Baltimore Longitudinal Study of Aging menemukan bahwa rata-rata wanita akan kehilangan 5 cm tinggi tubuhnya antara usia 30-70 tahun, dan tambahan 2.4 cm setelah berusia 80 tahun. 

Pada pria angka ini cenderung lebih kecil, yaitu rata-rata kehilangan 2.4 cm tinggi tubuhnya antara usia 30-70 tahun, dan tambahan 2.4 cm setelah berusia 80 tahun.

Penyebab tubuh menyusut pada usia lanjut

Jika dipelajari lebih lanjut, ada beberapa hal yang dapat menjelaskan pengurangan tinggi badan pada orang berusia lanjut. Menurut pendapat ahli, salah satu alasan lansia mengalami pengurangan tinggi badan adalah karena hilangnya jaringan tulang rawan yang umumnya ditemukan pada persendian antar tulang tubuh Anda.

Pemendekan pada tulang belakang juga dapat terjadi saat lansia. Hal ini bisa disebabkan oleh osteoporosis, yang sering ditemukan pada orang berusia lanjut. Osteoporosis menyebabkan tulang kehilangan kepadatan sehingga mudah “runtuh” (dinamakan compression fracture). Selain itu, bantalan antar tulang belakang dapat menipis seiring pertambahan usia.

Lebih lanjut, saat seseorang menua, lengkung pada telapak kakinya dapat menjadi lebih datar. Berbagai faktor ini, ditambah kecenderungan tulang belakang untuk melengkung pada orang berusia lanjut, menyebabkan tinggi tubuh berkurang.

Selain perubahan pada tulang, akan terjadi pula perubahan pada otot. Pada usia senja, kondisi penurunan massa otot yang dikenal dengan sarkopenia lumrah ditemukan. Sarkopenia menyebabkan seseorang terlihat lebih menyusut. Apabila hal ini terjadi pada area dada, akan membuat postur lansia terlihat bungkuk.

Lansia juga mengalami penambahan lemak pada bagian tengah tubuh. Di sisi lain, pengurangan tumpukan lemak ini juga terjadi pada area bawah kulit. Akibatnya kulit terlihat bergelambir dan menyusut.

Adakah cara untuk mencegahnya?

Untuk membantu menghindarinya, ada beberapa hal sederhana yang dapat Anda lakukan sejak berusia muda. Yang pertama adalah mencukupi kebutuhan nutrisi, terutama yang diperlukan tulang. Anda bisa mengonsumsi kalsium (ditemukan pada produk susu, almon, brokoli, salmon, produk berbahan kedelai, dsb) dan vitamin D (ikan berminyak dan kuning telur).

Selanjutnya adalah rutin berolahraga, terutama jenis latihan weight bearing yang menguatkan tulang. Contohnya adalah berlari dan meloncat. Jangan lupa juga untuk menghindari kebiasaan yang buruk bagi kesehatan, terutama konsumsi alkohol berlebih dan merokok.

Tubuh yang menyusut sebenarnya merupakan proses penuaan yang normal dan biasanya akan dialami oleh semua orang. Namun, Anda perlu juga waspada karena penyusutan tubuh juga bisa menandakan adanya masalah kesehatan, salah satunya compression fracture akibat osteoporosis. Bahkan, lansia berusia 65 tahun dengan pengurangan tinggi tubuh sebanyak 5 cm dalam 15-20 tahun terakhir lebih rentan mengalami patah tulang panggul.

[RS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar