Sukses

Perlukah Ibu Menyusui Konsumsi Susu Khusus?

Minum susu khusus merupakan salah satu metode untuk memenuhi kebutuhan gizi bagi ibu menyusui. Namun, wajibkah ini?

Klikdokter.com, Jakarta Setelah melalui masa panjang kehamilan dan akhirnya melahirkan, perjuangan seorang ibu tidak selesai sampai di situ. Ibu masih harus melalui masa menyusui sehingga masih banyak yang perlu menjadi perhatian, terutama kecukupan gizi untuk ibu menyusui dan bayi.

Terkait memenuhi kebutuhan nutrisi selama menyusui, tak sedikit ibu yang bingung memilih makanan atau minuman yang aman dikonsumsi serta perlu atau tidaknya minum susu khusus selama menyusui. Apakah Anda salah satu yang juga seperti ini?

Kebutuhan gizi ibu menyusui

Selama menyusui, terutama masa pemberian ASI eksklusif, seorang ibu membutuhkan tambahan hingga 400–500 kalori per hari agar tidak kekurangan energi. Dijumlahkan dengan kebutuhan dasar, jumlah kebutuhan kalori seorang ibu menyusui bisa mencapai hingga 2000–2500 kalori per hari.

Tentunya, kebutuhan kalori tersebut harus dipenuhi melalui konsumsi makanan dan minuman yang sehat dan bergizi, serta aman untuk menyusui. Meski apa yang ibu makan tak serta-merta berdampak langsung ke anak yang minum ASI, namun kualitas gizi ibu tetaplah memengaruhi kualitas ASI yang dihasilkan.

Oleh karena itu, seorang ibu menyusui diharuskan untuk mengonsumsi makanan sehat dan bergizi seimbang setiap hari. Lalu, bagaimana dengan konsumsi susu khusus ibu menyusui? Apakah perlu?

Secara sederhana, konsumsi susu khusus untuk ibu menyusui tidaklah diperlukan jika produksi ASI dapat disokong dan kualitasnya dapat didukung melalui konsumsi makanan yang sehat dan bergizi seimbang. Dengan kata lain, jika ibu tidak menemui hambatan makan dan berada dalam kondisi sehat, susu khusus selama masa menyusui bukan merupakan suatu keharusan. Meski demikian, tidak ada larangan jika ibu menyusui memang ingin mengonsumsi susu khusus.

Kunci kualitas ASI baik dan produksi melimpah

Untuk menjamin kualitas ASI terbaik dengan produksi yang melimpah, ibu tak harus bergantung pada susu khusus menyusui. Ibu bisa merancang sendiri menu makan sehari-hari untuk memenuhi kebutuhan gizi selama menyusui.

Untuk memenuhi kebutuhan kalori yang meningkat, ibu bisa mengonsumsi banyak sayur-sayuran dan buah-buahan seperti bayam dan pepaya sebagai sumber kalori yang rendah lemak, kaya akan vitamin, mineral, serta serat. Konsumsi juga makanan yang kaya protein, besi, dan kalsium seperti telur, daging tanpa lemak, dan produk susu seperti keju atau yoghurt.

Hal lain yang tak kalah pentingnya adalah memperbanyak minum air putih, karena tubuh menggunakan air untuk memproduksi ASI. Inilah mengapa seorang ibu menyusui cenderung lebih cepat merasa haus, terutama saat sedang menyusui. Penting untuk menambah asupan air putih lebih dari kebutuhan dasar harian Anda. Untuk seorang ibu menyusui, dianjurkan untuk minum hingga 2,5 liter per hari.

Terakhir, hindari stres dan tetaplah bahagia. Stres dan kelelahan cenderung menurunkan tingkat produksi ASI. Untuk itu, penting untuk melibatkan pasangan dan keluarga agar saling bahu-membahu menjaga mood ibu, juga membantu mengasuh anak, agar produksi ASI tetap melimpah dan memiliki kualitas terbaik.

Tak perlu bingung dengan maraknya berbagai produk susu khusus ibu menyusui yang terdapat di pasaran. Ketahuilah bahwa minum susu khusus saat sedang menyusui bukanlah suatu keharusan. Dengan catatan, ibu tetap dapat memenuhi kebutuhan gizi melalui makanan yang dikonsumsi sehari-hari.

[NB/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar