Sukses

Tips agar Anak Tak Rewel Saat Diajak Belanja

Saat diajak berbelanja, anak biasanya akan rewel ketika merasa bosan atau lelah. Tak perlu kesal. Ikuti beberapa tips ini.

Klikdokter.com, Jakarta Bagi sebagian anak kecil, diajak berbelanja – baik di supermarket, toko, atau pasar – dianggap sebagai kegiatan yang membosankan. Tak jarang, anak rewel saat diajak belanja karena merasa lelah atau bosan. Mereka juga bisa rewel karena merengek minta dibelikan sesuatu. Jika tidak dituruti, terkadang anak akan terus merengek sampai mendapatkan yang dia inginkan.

Sayangnya, jika hal di atas sampai terjadi, banyak orang tua yang merasa kapok dan tak mau lagi mengajak anak belanja untuk menghindari rasa malu atau tak mau repot menangani anak yang rewel. Jangan khawatir, dilansir dari laman Very Well Family, ada beberapa tips yang bisa membantu Anda untuk menenangkan anak saat ia mulai rewel ketika berbelanja.

1. Buat aturan

Sebelum Anda masuk ke toko atau tempat umum apa pun, buatlah aturan. Anak-anak perlu belajar jenis perilaku apa yang dapat diterima di berbagai macam ruang publik.

Misalnya, beri tahu anak bahwa berlari dan berteriak di taman bermain diperbolehkan, tapi tidak boleh jika ia sedang berada di swayalan atau pasar. Sebelum berangkat, katakan juga kepada anak bahwa dia harus berjalan setiap saat, tetap bersama Anda selama berbelanja, dan tak boleh mengambil barang tanpa izin. Jelaskan konsekuensi positifnya jika ia mengikuti aturan dan konsekuensi negatif jika ia melanggarnya.

2. Cegah sebelum terjadi

Ambil langkah-langkah pencegahan anak rewel dengan memastikan ia siap untuk berurusan atau membantu Anda dengan belanjaan. Hindari mengajak anak berbelanja saat ia lapar atau terlalu letih.

Jika Anda dan anak sudah sampai di pasar, swalayan, atau pusat perbelanjaan, berikan anak Anda tugas. Jika anak “sibuk”, ia tak akan punya waktu untuk membuat masalah. Berikan barang-barang yang Anda ambil dari rak untuk ia masukkan ke troli belanja, dan ingatkan bahwa ia harus menempatkan dan menata belanjaan dengan rapi dan aman.

3. Tegas dengan konsekuensi

Ketika anak Anda melanggar aturan, jelaskan apa konsekuensi negatifnya. Misalnya, konsekuensi bisa diterapkan jika dia tidak mendengarkan perkataan Anda atau berlari-lari dan/atau berteriak yang dapat menggangu pengunjung lain.

Jika dia memohon kepada Anda untuk membelikannya barang atau mulai mengeluarkan amarah sebagai upaya agar Anda menuruti keinginannya, abaikan tingkah lakunya itu. Sebagian besar anak-anak tahu bahwa orang tua menjadi malu di depan umum jika mereka berteriak atau menjerit, sehingga mereka memanfaatkan perilaku tersebut sebagai “senjata”. Tolak dorongan untuk menyerah pada tuntutannya dan ajari bahwa perilaku ini bukanlah cara yang baik untuk mendapatkan apa yang ia inginkan.

4. Tawarkan hadiah jika anak berperilaku baik

Berikan anak Anda konsekuensi positif jika dia berhasil mengikuti aturan. Pujilah dia setiap beberapa menit karena tetap di dekat Anda selama belanja, berjalan mengikuti Anda dengan baik, dan membantu Anda berbelanja. Anda juga dapat menawarkan hadiah, misalnya dengan membelikan anak camilan yang disukainya.

Mengajak anak belanja memang tak mudah karena kecenderungan anak untuk rewel. Dengan melakukan tips yang disebutkan di atas, semoga anak bebas rewel saat Anda mengajaknya berbelanja lagi. Satu kiat penting lagi, ajak anak berbelanja saat suasana hatinya sedang senang, tidak lapar, dan tidak sedang kecapekan untuk meminimalkan kecenderungan anak untuk rewel.

[RN/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar