Sukses

Tips Membantu Anak Pemalu agar Lebih Percaya Diri

Jangan biarkan sifat pemalu pada anak menghambat aktivitas sosialnya. Bantu anak pemalu agar lebih percaya diri dengan cara ini.

Klikdokter.com, Jakarta Melihat anak bisa bersosialisasi dengan baik dan memiliki banyak teman dekat tentu menjadi kebahagiaan tersendiri buat orang tua. Ini karena anak yang demikian membuat orang tua tidak perlu khawatir berlebih jika terjadinya masalah kecil, karena teman-teman dekatnya pasti ada untuk membantu. Lalu, bagaimana jika anak Anda termasuk anak pemalu? Apalagi di zaman sekarang, anak pemalu yang murung rentan untuk terkena bullying di sekolah. Rasa khawatir pun jadi tidak bisa dihindarkan.

Meski tiap anak memiliki karakter masing-masing, tetapi kalau terlalu malu dan tidak memiliki teman alias outsider, itu akan menghambat proses tumbuh kembangnya. Untuk itu, bantulah si Kecil menghadapi rasa malu tersebut dan kenalilah tipe-tipe anak pemalu agar Anda bisa mengatasinya dengan tepat sasaran.

Tipe anak pemalu yang disegani

Bila si Kecil termasuk tipe yang satu ini, sepertinya Anda tidak perlu terlalu cemas. Pasalnya, walau anak-anak tipe ini tidak memulai percakapan duluan, mereka akan menanggapi dengan hangat saat seseorang berusaha mendekati.

Sering kali, anak-anak dengan tipe ini lebih dikagumi karena kepintarannya dan kemahirannya dalam mengontrol diri. Jadi, mereka bukanlah tipe yang suka heboh sendiri dan langsung ikut-ikutan bila ada tren di kalangan anak-anak seumurannya.

Tipe anak pemalu yang “immature

Berbeda dengan tipe sebelumnya, anak dengan tipe pemalu yang immature umumnya dijauhi oleh teman-teman sebayanya. Hal itu bisa terjadi karena anak tipe ini mendekati orang lain dengan cara yang kurang menyenangkan dan merepotkan. Bisa jadi karena tidak mengerti bagaimana cara memulai percakapan, ia malah mencari perhatian dengan cara yang tak lazim.

1 dari 2 halaman

Tipe anak pemalu yang agresif

Hampir sama dengan tipe immature, tipe anak pemalu yang satu ini hampir sama sekali tidak memiliki teman karena dikucilkan. Ya, pemalu dan agresif memang sangat berlawanan. Akan tetapi, anak pemalu tipe ini biasanya terlalu memendam banyak hal untuk dirinya sendiri.

Saat seseorang ingin berinteraksi dengannya, ia cenderung marah, memberontak, dan bertindak agresif kepada lawan mainnya. Jadi, bila anak Anda termasuk tipe pemalu immature dan agresif, berarti Anda wajib mengikuti cara-cara berikut ini untuk membantu mereka:

  • Ikuti minat anak

Agak sulit untuk mengubah anak pemalu menjadi anak ceria yang sangat ekstrover. Selain bisa mengubah karakter secara drastis, hal itu takutnya malah membuat si Kecil depresi karena tidak nyaman.

Lebih baik, ikutilah minat anak Anda dan kenali potensinya. Bila si Kecil sering disibukkan dengan suatu kegiatan yang menyenangkan, ia menjadi tak rewel dan bisa mendiskusikan hal itu kepada teman sebaya yang minatnya sama.

Jangan lupa untuk introspeksi diri Anda sebagai orang tua. Jangan-jangan, selama ini Anda mengajak si Kecil ke lingkungan yang “salah” dan memang tidak sesuai dengan karakter dirinya.

  • Ajarkan cara berinteraksi

Terkadang, anak tidak mau atau takut memulai percakapan karena tidak mengerti bagaimana cara memulainya dengan benar. Untuk itu, ajarkanlah si Kecil untuk menyapa dengan tersenyum, berbicara dengan suara yang jelas, dan menatap mata lawan bicaranya.

Bila ada anak lain memulai percakapan terlebih dahulu, responslah dengan tenang. Ajari juga cara memuji yang wajar, mengucapkan terima kasih bila ada yang membantu, dan memanfaatkan kata "kenapa" untuk memperpanjang percakapan singkat menjadi sebuah cerita.

  • Fokus pada one-on-one interaction

Untuk membantu anak pemalu, lebih baik ajarkan ia untuk memiliki sedikit teman tetapi benar-benar dekat peduli daripada banyak teman tetapi tidak peduli. Hal tersebut biasanya lebih membahagiakan bagi mereka. Itu karena mereka tidak merasa canggung dan bisa benar-benar mengekspresikan dirinya kepada orang yang dipercaya.

  • Ajarkanlah tentang sudut pandang lain

Tidak mudah memang mengajak anak untuk memahami perasaan orang lain. Namun, tidak salahnya dicoba secara perlahan dan terus-menerus. Gunanya, agar si Kecil mengerti bagaimana rasanya bila ia mengajak orang lain bermain, tetapi lawan bicaranya malah mengabaikannya karena malu. Tentu hal itu tidak mengenakkan, bukan?

  • Bersabar

Sekali lagi, membangun kepercayaan diri pada anak itu susah-susah gampang. Maka, bersabarlah. Anak pun nantinya bisa mengerti bahwa orang tuanya sedang mengusahakan yang terbaik dan sedang menciptakan "suasana" yang nyaman untuk dirinya. Lambat laun, anak akan lebih percaya diri untuk membangun percakapan dan persahabatan dengan anak sebayanya.

Setelah mengetahui tipe dan cara membantu anak pemalu dalam bersosialisai, diharapkan si Kecil menjadi lebih percaya diri untuk membangun persahabatan sehat dan saling mendukung satu sama lain. Tak cuma soal persahabatan, menghilangkan sifat pemalu berlebih pada anak juga bisa membuka pintu kesuksesan untuknya di masa depan.

[NB/ RVS]

1 Komentar