Sukses

Penis Tidak Ereksi di Pagi Hari, Apakah Berbahaya?

Ereksi di pagi hari adalah hal lumrah bagi pria. Namun, bagaimana jika penis tidak ereksi di pagi hari? Apakah berbahaya? Ini penjelasannya.

Dalam bahasa medis, penis yang ereksi di pagi hari disebut dengan Nocturnal Penile Tumescence (NPT). Hal ini menandakan bahwa aliran pembuluh darah serta saraf di dalam dan sekitar penis berjalan baik. 

Kondisi NPT juga mencerminkan fungsi seksual yang normal. Artinya, secara fisik Anda mampu mengalami dan mempertahankan ereksi saat tubuh terjaga. 

Ereksi dapat terjadi dengan bertambahnya ukuran penis, kekakuan penis, dan frekuensi yang meningkat di masa pubertas.

Ereksi di pagi hari adalah bagian normal dari kehidupan pria dan dapat terjadi sepanjang usia, bahkan sudah dimulai sejak bayi. 

Pria umumnya sudah sadar mengalami NPT, terutama ketika usianya menginjak 6-8 tahun. 

1 dari 3 halaman

Penyebab Penis Tidak Ereksi di Pagi Hari

Ereksi biasanya terjadi selama tahap tidur Rapid Eye Movement (REM). Tidur seringkali menjadi momen keseimbangan di antara dua sistem saraf otonom, yaitu saraf simpatis dan parasimpatis. 

Selama fase tidur REM, fungsi jaringan ereksi di dalam penis akan diuji. Saraf parasimpatis memicu jaringan tubuh untuk mengalirkan darah ke pembuluh darah penis. Pada akhirnya, penis bisa ereksi dan mengeras saat pria tertidur.

Karena periode REM terakhir sering terjadi tepat setelah bangun, maka pria akan sering terbangun dalam keadaan ereksi.

Apabila suatu pagi tidak mengalami NPT, mungkin pria menjadi khawatir dan menduga dirinya mengidap impotensi atau disfungsi ereksi

Kekhawatiran ini tidak selalu benar, sebab ada beberapa hal yang menyebabkan pria tidak mengalami NPT. 

Artikel Lainnya: Penyebab Disfungsi Ereksi di Usia Muda

Berikut adalah beberapa penyebab Anda tidak mengalami ereksi di pagi hari. 

  1. Terbangun pada Fase Tidur Light Sleep

Salah satu penyebab Anda tidak mengalami ereksi di pagi hari adalah karena tidak terbangun dalam fase tidur REM. Terbangun pada fase light sleep dapat membuat ereksi penis tidak terjadi. 

  1. Gangguan Psikologis

Adanya masalah psikologis seperti gangguan cemas dan depresi juga dapat membuat sebagian pria tidak mampu mengalami ereksi. 

Meski demikian, ereksi di pagi hari bisa muncul karena fisik masih mampu untuk mempertahankan kondisi tersebut. 

  1. Disfungsi Ereksi (DE)

Disfungsi ereksi atau impotensi terjadi ketika pria tidak mampu atau tidak bisa mempertahankan ereksi hingga mencapai penetrasi. Disfungsi ereksi bisa disebabkan oleh faktor fisiologis (fisik) atau psikologis.

Kondisi fisik yang menyebabkan impotensi berhubungan dengan ketidakmampuan tubuh untuk mengisi penis dengan darah. Hal ini sering disebabkan oleh kerusakan atau gangguan di pembuluh darah. 

Tak hanya itu, impotensi bisa terjadi akibat efek samping dari obat-obatan. Obat yang paling umum menyebabkan disfungsi ereksi adalah antidepresan.

Kemudian, disfungsi ereksi juga bisa dipicu oleh gangguan aliran darah atau saraf yang mengatur fungsi ereksi penis. Kekurangan kadar hormon testosteron pun bisa mengakibatkan pria mengalami impotensi. 

Risiko impotensi ini dapat meningkat apabila pria memiliki berat badan berlebih, kolesterol, tekanan darah tinggi, dan diabetes.

Artikel Lainnya: Stres Bisa Sebabkan Disfungsi Ereksi, Mitos atau Fakta?

2 dari 3 halaman

Kapan Harus Periksa ke Dokter?

Jadi, haruskah khawatir saat tak alami ereksi di pagi hari? Tidak mengalami ereksi di pagi hari tidak selalu berarti ada masalah. 

Pria yang normal sekalipun bisa tidak mengalami ereksi setiap hari. Frekuensinya pun berkurang seiring dengan bertambahnya usia.

Namun, bagi pria yang tergolong berusia muda dan produktif, tetaplah waspada bila Anda tidak atau berhenti mengalami ereksi di pagi hari. Kondisi ini bisa menjadi tanda disfungsi ereksi (DE).

Untuk mengatasi disfungsi ereksi, Anda sangat disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter. 

Jangan malu untuk mengunjungi dokter, sebab kondisi penyakit yang didiagnosis sejak dini tentu akan lebih mudah diatasi. Cari tahu informasi kesehatan lainnya dengan membaca artikel di aplikasi Klikdokter.

(OVI/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar