Sukses

Benarkah Tuberkulosis Rentan Memicu Hepatitis?

Tuberkulosis umum menyerang paru. Apakah benar tuberkulosis juga rentan memicu hepatitis? Ketahui fakta medis selengkapnya di sini.

Klikdokter.com, Jakarta Tuberkulosis (TB) merupakan salah satu penyakit dengan angka kejadian yang relatif tinggi di negara berkembang, salah satunya Indonesia. TB merupakan suatu infeksi bakteri yang dapat memengaruhi sebagian besar organ-organ tubuh.

Salah satu organ yang paling sering terlibat adalah paru-paru, dengan gejala yang paling sering adalah batuk. Nah, apakah tuberkulosis juga bisa memengaruhi organ hati, yang dapat memicu hepatitis?

Kaitan antara tuberkulosis dan hepatitis

Tuberkulosis dan hati berkaitan melalui beberapa cara. Penyakit hati dapat terjadi sebagai akibat bakteri tuberkulosis yang menginfeksi organ hati atau efek samping dari obat anti tuberkulosis.

Sebaliknya, pasien dengan penyakit hati kronis juga dapat mengalami tuberkulosis dan menyebabkan kesulitan penanganan. Dari beberapa jenis penyakit hati yang dapat berhubungan dengan tuberkulosis, hepatitis merupakan salah satunya.

Hepatitis merupakan suatu peradangan pada hati, yang dapat disebabkan oleh infeksi virus hepatitis maupun penyebab lainnya. Salah satu penyebab dari hepatitis pada pasien tuberkulosis adalah hepatitis imbas obat, yang juga dikenal dengan istilah drug-induced hepatitis.

Mengenal hepatitis imbas obat: tanda, gejala, dan penanganan

Hepatitis imbas obat adalah kondisi terjadinya peradangan pada hati akibat dari penggunaan obat-obatan yang dapat mengakibatkan terjadinya gangguan fungsi hati. Kondisi ini dapat terjadi sebagai akibat dari penggunaan obat-obatan golongan tertentu.

Tiga dari obat antibiotik yang digunakan pada penanganan TB diproses oleh tubuh di organ hati, yakni isoniazid, rifampisin, dan pirazinamid. Oleh sebab itu, penggunaan obat ini terkadang dikaitkan dengan gangguan fungsi hati bila tidak dilakukan secara tepat. Inilah sebabnya sangat penting dilakukan pemantauan konsumsi pengobatan TB.

Gangguan hati yang terjadi sebagai akibat dari pengobatan TB dapat ditemukan kapan saja selama masa pengobatan, tapi sering kali ditemukan pada dua bulan pertama pengobatan.

Tanda dan gejala yang timbul pada hepatitis imbas obat adalah mual, muntah, nyeri perut, dan tampak kuning (ikterik). Menilai adanya kuning dapat dilakukan dengan melihat warna kulit yang kekuningan serta terdapatnya warna kuning di bagian bola mata yang umumnya berwarna putih. Hal ini disebabkan oleh adanya gangguan pada metabolisme bilirubin di hati.

Tanda dan gejala yang timbul pada hepatitis imbas obat terkadang sulit untuk dibedakan dengan yang terdapat pada hepatitis akibat infeksi virus. Bila hal tersebut terjadi, dokter akan merekomendasikan untuk melakukan pemeriksaan laboratorium, di antaranya fungsi hati, penanda virus hepatitis A, B, atau C, serta beberapa pemeriksaan lainnya.

Berbeda dengan hepatitis yang disebabkan oleh virus, hepatitis imbas obat dapat membaik dengan sendirinya setelah penggunaan obat dihentikan. Sebaliknya, bila pengobatan tetap dilanjutkan walaupun terdapat kondisi tersebut, hal ini bisa berakibat fatal.

Pada pasien TB yang tampak kuning dengan dugaan hepatitis imbas obat, dokter umumnya akan menghentikan pengobatan secara sementara. Namun, terkadang hepatitis imbas obat juga dapat timbul tanpa didahului oleh tanda dan gejala.

Oleh sebab itu, dokter yang mengobati pasien TB juga melakukan pemeriksaan fungsi hati secara berkala guna mengantisipasi terdapatnya peningkatan. Bila pemeriksaan fungsi hati menunjukkan hasil pemeriksaan yang tinggi melampaui batasan tertentu, pengobatan biasanya dihentikan terlebih dahulu secara sementara.

Meski demikian, tidak semua pasien yang sedang dalam pengobatan TB bisa terkena hepatitis imbas obat. Ada beberapa faktor risiko seseorang terkena kondisi ini, yaitu: faktor risiko genetik, usia lanjut (di atas 60 tahun), malnutrisi, adanya ko-infeksi HIV, konsumsi minuman beralkohol, serta riwayat penyakit hati seperti hepatitis.

Jadi, memang benar bahwa tuberkulosis bisa memengaruhi organ hati dan rentan memicu hepatitis, yang mana efek samping ini disebut sebagai hepatitis imbas obat. Inilah mengapa sangat penting bagi penderita TB untuk terus memantau secara rutin kondisinya ke dokter.

(RN/ RH)

0 Komentar

Belum ada komentar