Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Hati-hati, Obat Pelangsing Bisa Sebabkan Hipertensi Paru

Hati-hati, Obat Pelangsing Bisa Sebabkan Hipertensi Paru

Demi tubuh langsing, banyak orang mengonsumsi obat pelangsing daripada mengubah gaya hidup. Ironisnya, obat ini bisa sebabkan hipertensi paru.

Klikdokter.com, Jakarta Definisi cantik dengan badan ideal sering kali membuat wanita mengambil “jalan pintas” untuk menurunkan berat badan, salah satunya dengan mengonsumsi obat pelangsing. Meski beberapa obat jenis ini terbukti dapat membuat tubuh langsing, Anda perlu waspada dengan risiko hipertensi paru yang ditimbulkan akibat mengonsumsinya.

Seputar hipertensi paru

Dijelaskan oleh dr. Suci Dwi Putri kepada KlikDokter, hipertensi paru atau dalam bahasa kedokteran disebut hipertensi pulmonal adalah penyakit tekanan darah tinggi yang dapat memengaruhi arteri di organ paru dan jantung sebelah kanan.

Ketika seseorang mengalami hipertensi paru, arteri kecil di organ paru akan menyempit, tersumbat atau rusak. Hal inilah yang kemudian membuat darah sulit dialirkan ke paru-paru, sehingga tekanan darah di organ paru meningkat.

“Saat tekanan darah tersebut meningkat, ruang bagian kanan bawah jantung (ventrikel kanan) harus bekerja lebih keras untuk memompa darah melalui paru-paru, hingga menyebabkan otot jantung melemah dan akhirnya tidak berfungsi dengan baik,” jelas dr. Suci.

Gejala hipertensi paru tahap awal mungkin tidak terlihat, karena penderitanya tetap bisa beraktivitas seperti biasa. Namun, seiring berjalannya waktu, penyakit ini akan berkembang hingga menyebabkan dada yang sesak dan terasa sakit meski di saat beristirahat, pembengkakan daerah kaki dan perut, hingga bibir dan kulit yang membiru.

Ironisnya, walau tak mudah dikenali, hipertensi paru telah menjadi penyebab kematian yang lebih tinggi dibandingkan dengan kanker payudara dan kanker kolorektal. Bahkan, hipertensi paru pada anak terkadang bisa didiagnosis sebagai TBC karena gejalanya yang mirip.

Tak hanya mirip dengan TBC, gejala hipertensi paru juga serupa dengan gejala asma dan badan lemas.

Meskipun penyakit ini tidak dapat disembuhkan, biasanya dokter akan memberikan tindakan pengobatan untuk membantu mengurangi gejala seperti sesak napas yang muncul tanpa sebab dan secara tiba-tiba. Jika kondisi penderita sudah parah, sangat mungkin dilakukan tindakan bedah atau operasi.

1 dari 2 halaman

Sering sesak akibat konsumsi obat pelangsing

Bermimpi memiliki tubuh yang indah boleh saja. Tapi, jangan sampai Anda salah langkah dalam berusaha mewujudkannya. Sebagian besar wanita memilih mengonsumsi obat pelangsing yang dianggap dapat menurunkan berat badan dalam waktu singkat.

Namun, di balik hal tersebut konsumsi obat ini ternyata menyimpan bahaya yang mengancam gangguan kesehatan.

Menurut Dr. dr. Lucia Kris Dinarti SpPD SpJP, selaku ahli hipertensi paru dari RS Sardjito Yogyakarta, bila saat mengonsumsi obat pelangsing Anda mengalami kesulitan dalam bernapas, bisa jadi Anda mengalami hipertensi paru.

“Obat pelangsing mengandung zat serotonin yang dapat membuat pembuluh paru menyempit, sehingga aliran darah ke jantung menjadi terganggu,” ujarnya pada saat ditemui di bilangan Jakarta Selatan pada Senin (24/9) lalu.

Zat serotonin tersebut umumnya diketahui sebagai hormon yang bekerja dalam mengelola perasaan positif dan bahagia. Namun, kandungan zat ini nyatanya juga bisa berdampak buruk terhadap kesehatan jika dikonsumsi secara rutin.

Konsumsi obat pelangsing yang mengandung serotonin ini biasanya memberikan efek menenangkan, sehingga Anda tidak mudah merasa lapar. Tapi, sebaiknya pertimbangkan kembali sebelum Anda ingin mengonsumsinya.

Memiliki tubuh langsing dan ideal tentunya menjadi dambaan setiap orang, terutama para wanita. Bila Anda ingin menurunkan berat badan, sebaiknya urungkan niat mengonsumsi obat pelangsing yang berisiko menyebabkan hipertensi paru. Menjaga pola makan dan rutin berolahraga tetap cara terbaik untuk mewujudkannya.

[RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar